1000-AID: If data could speak …

Posted by me on behalf of co-authors

This project would be the first attempt of crowd-sourced paper writing from Indonesian authors. We began working on this paper in the open via Google Docs and Google Sheet editable files. The publishing efforts were made using the power social media (Facebook, Twitter, Whatsapp Group, and Telegram Group).

The minimum participation to be an author was to enter their GS and Scopus data profile on the designated Google Sheet file.

Here’s what we’ve come up so far. Interested?

How to cite our dataset:

Team 1000 Authors. 2017. “Crowdsourced Dataset: GS and Scopus Profile”. INA-Rxiv. October 29. osf.io/preprints/inarxiv/m6zd7. DOI 10.17605/OSF.IO/M6ZD7

Join us by contributing your dataset in the following editable Google Sheet file.

Enlightment

Continue reading 1000-AID: If data could speak …

Blog sains: mendekatkan riset dengan masyarakat

oleh: Dasapta Erwin Irawan (ORCID)

Pertama kali ditulis tanggal 17 Oktober 2017 dan mengalami banyak penyuntingan setelahnya.

Dua kutub dunia publikasi akademik

Masyarakat umum dan ilmuwan bagaikan dua kutub magnet yang saling berbenturan. Satu sisi sangat pragmatis dan satu sisi yang sangat teoritis. Tapi saat ini telah ada media blog sebagai salah satu bentuk media sosial yang memungkinkan seorang ilmuwan menjelaskan karyanya di luar koridor gaya penulisan makalah ilmiah yang sangat kaku, dengan gaya bahasa yang ringan dan mudah dipahami. Khalayak ramaipun dapat mengakses tulisan Sang Ilmuwan tanpa harus terintimidasi dengan keseriusan jurnal ilmiah. Output riset sendiri saat ini berlipat ganda setiap sembilan tahun. Sebanyak 2,5 juta makalah ilmiah diterbitkan dalam setahun. Anda dapat membayangkan 2,5 juta. Menurut anda, sebanyak apa dari ledakan ilmu pengetahuan itu yang pada akhirnya sampai kepada masyarakat, menjawab masalah riil.

Masyarakat umum dan ilmuwan bagaikan dua kutub magnet yang saling berbenturan. Satu sisi sangat pragmatis dan satu sisi yang sangat teoritis.

Learn math girl (Pixabay CC-0)

Continue reading Blog sains: mendekatkan riset dengan masyarakat

Freedom to publish

Pagi (buta) ini saya menerima tiga surel, satu menanyakan komentar saya mengenai tawaran dari sebuah penerbit LN untuk menerbitkan buku. Surel kedua menanyakan mengenai INARxiv dan apakah dibolehkan mengirimkan makalah yang telah daring sebagai preprint ke sebuah jurnal. Surel ketiga mengomentari aktivitas saya sebagai blogger, bagaimana saya bisa menulis artikel — hampir setiap pagi — , dari mana idenya. Ketiganya bertema freedom to publish (kebebasan untuk publikasi) . Saya masih sulit untuk mencari padanan katanya. Untuk ketiganya, saya menulis artikel blog yang akhirnya saya pisahkan jadi tiga artikel.

Pixabay (CC-0)

Untuk menjawab pertanyaan ketiga, saya sampaikan surel balasan saya dengan menganonimkan penerimanya.

Continue reading Freedom to publish

Konferensi berbiaya rendah. Mungkinkah?

1. Mayoritas konferensi membutuhkan biaya besar

Konferensi sekarang telah menjadi salah satu kegiatan yang memerlukan biaya besar. Ini bukan hanya dari komponen pengindeksan Scopusnya saja, yang memang perlu biaya, tapi juga dari komponen penyelenggaraannya. Banyak sekali pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu. Pengadaan acara di hotel-hotel mewah disertai paket-paket wisata dan yang sejenisnya. Menurut tabel data konferensi terindeks Scopus/WoS ini, maka sejak tengah tahun sampai akhir tahun 2017, setiap minggu ada satu kegiatan konferensi.

Ide Indonesia Open Con (flickr/d_erwin_irawan)

Continue reading Konferensi berbiaya rendah. Mungkinkah?

It’s not a vlog series: A sneak peak to my class

It’s not a vlog series: A sneak peak to my class

Introduction to hydrogeology, Sep 2017, Class of 2014

Walaupun mengundang partisipasi mahasiswa sangatlah sulit, tapi menyampaikan sebatas apa yang saya pahami, yang saya kerjakan, dan apa yang saya sedang pelajari, adalah jiwa saya. Oh hampir lupa, saya mengajar kelas Hidrogeologi Umum di Prodi Sarjana Teknik Geologi ITB. Ya saya seorang geologiwan, terutama bila saya sedang tidak mengadvokasi open science.

Welcome to my class with the Class of 2014. Geology undergrad program, Institut Teknologi Bandung.

flickr/d_erwin_irawan CC-BY

Continue reading It’s not a vlog series: A sneak peak to my class

every point on earth holds a piece of originality | CC-BY


Warning: Illegal string offset 'update_browscap' in /home/dasaptae/public_html/wp/wp-content/plugins/wp-statistics/includes/classes/statistics.class.php on line 144