Kenapa saya senang publikasi model GitHub?

Kenapa saya senang publikasi model GitHub?

Karena tidak ada lagi status penulis seperti halnya pada artikel konvensional. Penulis diatur berdasarkan urutan. Urutan diatur berdasarkan kontribusi. Artikel bersifat statis, perkembangannya tergantung para penulis dengan proses penulisan yang tertutup, terkadang penuh kerahasiaan. Pada bidang-bidang tertentu bisa terjadi pencurian ide, data dan seterusnya. 

Continue reading Kenapa saya senang publikasi model GitHub?

Video Presentation project-level Research Data Management Plan (RDMP)

Data sangat penting. Tapi apakah mayoritas dari kita sudah menghargai data? Sepanjang apa usia data kita? Apakah data masih bisa diakses, bahkan oleh anda sendiri saat tahun anggaran telah berganti? Salah satu solusinya adalah membuat RDMP. Dokumen RDMP ini wajib bagi anda yang ingin berkompetisi hibah internasional. Di kampus saya, sudah punya regulasinya, baik di tingkat universitas (generik) atau di tingkat proyek riset (rinci).

Continue reading Video Presentation project-level Research Data Management Plan (RDMP)

Open publication and Creative Commons license for academics [ITB PlanoCosmo 2018]

Selamat Hari Selasa 🙂

Hari ini saya dan Hilman Fatoni dari Creative Commons Indonesia akan mengisi acara workshop di ITB Planocosmo 2018. Acara kami akan diadakan di lt 6 Gedung SAPPK, Ruang Serba Guna. Tayangannya ada di atas.

Tayangan ini bercerita tentang masalah hak penulis (author’s rights menurut University of Illinois at Chicago) dan lisensi (OpenAire). Dua hal yang mungkin tidak banyak dosen atau peneliti yang mempelajarinya.

Di sisi lain, banyak peneliti yang merasa ragu saat akan mempublikasikan hasil kerjanya, yang meliputi data, analisis, mungkin kode. Kebanyakan takut hasil karyanya akan “dicuri”, karena belum secara formal dipublikasikan dalam bentuk artikel di jurnal peer reviewed.

Di sisi lainnya, tidak semua risetnya berakhir sebagai artikel yang terbit di jurnal peer reviewed. Kemudian pertanyaan di akhirnya adalah:

  • apakah bisa hasil riset dipublikasikan sebagaimana adanya?
  • di mana mempublikasikann dan bagaimana caranya?
  • bagaimana caranya agar data, kode, protokol atau komponen riset lainnya tidak “dicuri” orang lain?

Lisensi Creative Commons, mungkin bisa jadi jawabannya.

Video Youtube Live Streamingnya dapat dilihat di jendela di bawah ini. Terdiri dari dua bagian. Bagian dua ternyata rusak karena jaringan internet tidak stabil. Kami kan menggantinya dengan video yang  baru.

Live video (15 menit pertama)

Video pelengkap (bagian 1/4)

Video pelengkap (bagian 2/4)

Video pelengkap (bagian 3/4)

Video pelengkap (bagian 4/4)

Survey tentang data terbuka (open data survey)

Pendahuluan

Dunia sains terbuka salah satunya bertumpu kepada data terbuka. Kami beranggapan Form ini bertujuan untuk mendapatkan opini lebih banyak tentang ‘data terbuka’. Kami tidak ingin menambah pekerjaan, jadi Anda hanya diminta untuk menjawab 5 pertanyaan. Sebelum memutuskan untuk berpartisipasi dalam survey ini, Anda perlu membuka repositori Open Data Workshop ITB-USYD, khususnya dua slide utama:

‘ 1.2Opendata.pdf ‘ berisi pengenalan tentang data terbuka (folder Google Drive “workshop_opendata” Day 1)
‘ 2.1.2DataManagementPlanning.pdf ‘ tentang data sensitif (folder Google Drive “workshop_opendata” Day 2 — slide ke-18).

Survey diakhiri pada tanggal 30 Maret 2018, pukul 00.00.

Continue reading Survey tentang data terbuka (open data survey)

every point on earth holds a piece of originality | CC-BY