Apa kata Bu Jelita: tentang aerosol dan perubahan tata guna lahan

Ini ada Mbak Jelita Citrawati Jihan arek Suroboyo yang sedang menuntut ilmu di Taiwan. Latar belakang keilmuannya beragam, salut saya.
  1. D1 English Mandarin
  2. D3 Pertanahan UNDIP
  3. S1 PWK Unipa Surabaya
  4. S2 Geomatika ITS
Sekarang ini ybs sedang mendamparkan diri di Center for Space and Remote Sensing, National University of Taiwan. Riset S3 nya tentang aerosol di udara yang dihubungkan (sementara ini) dengan tata guna lahan dan pola iklim. Langsung saja ditonton ya.

Menulis dalam Bahasa Indonesia dan menerjemahkannya ke Bahasa Inggris

Artikel ini sangat relevan dengan Perpres No 63 Tahun 2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia. Senada dengan regulasi itu, pesan dari artikel ini adalah utamakan menggunakan Bahasa Indonesia dan gunakan cara-cara non-konvensional untuk tetap mendapatkan audiens orang asing. Jadi ceritanya saya diminta menjawab satu pertanyaan dari anak usia SD untuk blog Anak Bertanya Mengapa asap gunung meletus berbahaya bagi manusia? Saya jelas menuliskannya dalam Bahasa Indonesia. Sekarang bagaimana caranya agar orang asing dapat pula membacanya? Continue reading Menulis dalam Bahasa Indonesia dan menerjemahkannya ke Bahasa Inggris

Kuliah Telegram 1: Mencari ide riset

Sebagai bagian dari penyebaran informasi Buku STPDN, kemarin saya memberikan sebagian isinya dalam format Kuliah Telegram (kuliah di grup Telegram mahasiswa), terdiri dari hampir 40 pesan. Kalau disatukan menjadi seperti ini. Sebelumnya ada yang tanya dan ini jawaban saya:
  • Tanya: Pak, buku belum terbit kok disebarkan isinya?
  • Jawab: Adakah yang melarang?
  • Tanya: Bukankah nanti bisa bocor dan tidak laku?
  • Jawab: Kan yang membocorkan saya sendiri :). Kata siapa kalau bocor jadi tidak laku.
  • Tanya: Kalau begitu kenapa tetap akan diterbitkan pak?
  • Jawab: Memang akan tetap dicetak HANYA UNTUK MEMENUHI SYARAT ADMINISTRASI. Perlu ada ISBN. 🙂
  • Tanya: Jadi buku itu akan terbit dalam bentuk digital secara bebas?
  • Jawab: Iya.
  • Tanya: ITBPress tidak marah?
  • Jawab: Memangnya yang membuat buku siapa? Bukankah saya? Lagipula di ITBPress ada lisensi buku akses terbuka. Jadi tidak masalah.
Tergantung berapa jumlah keping puzzle yang anda punyai. Gambar mobil bisa dikira gambar lokomotif. Apakah salah anda? TIDAK. Apakah lantas gambar yang belum jadi tidak dapat dipublikasikan? Justru HARUS. Agar pemilik keping puzzle yang lain bisa memasang kepingan mereka untuk membentuk gambar mobil. Jadi YANG PENTING GAMBAR MOBILNYA JADI, bukan siapa yang pertama kali menemukan gambarnya.
Continue reading Kuliah Telegram 1: Mencari ide riset

Wawasan sains terbuka untuk pimpinan perguruan tinggi

Saya menganjurkan para pimpinan dan calon pimpinan perguruan tinggi dapat membaca tayangan pendek ini. Bila ada yang kurang jelas, surel dapat dikirimkan ke dasaptaerwin3 at gmail dot com. Sains terbuka untuk pimpinan perguruan tinggi: paparan ini dibuat untuk memberikan tambahan wawasan tentang sains terbuka untuk melengkapi wawasan arusutama tentang pemeringkatan yang sudah banyak diketahui. Tujuannya adalah untuk:
(1) mengembalikan tujuan sains ke arah yang seharusnya,
(2) yakni mendemokratisasikan pengetahuan, dan
(3) mengembangkan potensi dan reputasi perguruan tinggi di luar indikator-indikator tidak langsung yang ditetapkan oleh lembaga pemeringkatan. Bagi ibu, bapak, rekan-rekan yang berminat menyisipkan slide ini ke dalam paparan, dapat mengunduh versi ppt dan odp secara daring di https://osf.io/6ze8u. Berikut versi videonya.

Seminar LUSI (Lumpur Sidoarjo) 19 September 2019

README

Seminar LUSI (Lumpur Sidoarjo) 19 September 2019

Versi PDF Materi tayangan

Pendahuluan

Beberapa catatan dari acara Seminar LUSI 2019 di Ibis Trans Studio Mal Bandung 19 September 2019.
Tujuan: untuk mempublikasikan perkembangan LUSI.
Narasumber:
  1. Prof.Dr.Ir. Hardi Prasetyo: Sejarah penanganan LUSI
  2. Handoko Teguh Wibowo, ST, MSi: Dinamika geologi LUSI
  3. Dr.Ir. Ria Asih Aryani Soemitro, M.Eng: Geoteknik dan infrastruktur sekitar LUSI
  4. Prof. Iwan Kridasantausa: Pengaruh LUSI terhadap sungai dan muara
  5. Dr.Ir. Heryadi Rachmat: Pengembangan geowisata LUSI
  6. Lasino, ST.APU: Prospek pemanfaatan LUSI

Beberapa catatan

Prof. Hardi Prasetyo

Membahas secara umum lini masa LUSI sejak awal, sudah ditayangkan di blog pribadinya, dengan penekanan:
  • informasi geologi penting untuk pengambilan keputusan, karena saat ini LUSI akan sangat berkaitan dengan: penataan wilayah masa depan, LUSI sebagai geoheritage, LUSI sebagai material yang memiliki manfaat.
  • informasi perlu data. Data perlu diinventarisasi.
Berikut catatan visualnya. catatan visual hardi prasetyo
Tautan Lisensi CC-BY (bebas unduh-bebas pakai) Catatan tambahan:
Bapak Hardi pernah melakukan peninjauan terbuka untuk makalah yang membahas LUSI. Hasil peninjauan ditayangkan di sini.

Handoko Teguh Wibowo, ST, MSi

Menjelaskan ringkasan (overview):
  • kilas balik LUSI: proses kejadian, fenomena-fenomena yang terjadi, runtuhnya tanggul cincin, dst sampai sekarang.
  • kondisi geologi regional: sistem batuan sedimen, batuan gunungapi, dan sesar-sesar yang ada di sekitarnya.
  • pengaruhnya kepada lingkungan purba, yaitu perkembangan kerajaan yang ada di sekitarnya.
Berikut catatan visualnya. catatan visual handoko teguhTautan Lisensi CC-BY (bebas unduh-bebas pakai)

Dr. Ria Asih Aryani Soemitro

Membahas ketahanan tanggul dari sudut pandang teknik sipil:
  • bahwa tanah di lokasi sampai kedalaman 20 an meter adalah tanah lunak dengan nilai SPT 1-3. Ini mengindikasikan bahwa tanah tidak memiliki kekuatan, apalagi untuk pondasi tanggul.
  • bahwa stabilitas tanggul perlu juga memperhatikan puncture stability.
  • bahwa kondisi bantaran sungai di sekitar area juga memiliki pengaruh ke lokasi.
Berikut catatan visualnya. catatan visual ria asih Tautan Lisensi CC-BY (bebas unduh-bebas pakai)

Sekilas bibliometrik karya ilmiah tentang LUSI

Kata kunci: “Lumpur Sidoarjo”

Basis data yang digunakan: Dimensions Kata kunci: "Lumpur Sidoarjo", Modus: full data search Tautan pencarian: https://app.dimensions.ai/discover/publication?search_text=”Lumpur sidoarjo”&search_type=kws&search_field=full_search Hasil: 192 dokumen Berkas: seluruh berkas pendukung dapat diunduh di sini. Bagaimana fluktuasi makalah berdasarkan tahun? makalah berdasarkan tahun
Bagaimana makalah berdasarkan jumlah sitasi? makalah berdasarkan jumlah sitasi
Siapa saja yang pernah menulis (10 teratas)? makalah menurut penulis
Jurnal apa saja yang memuat makalah tentang LUSI (10 teratas)? by journals
Makalah-makalah tersebut termasuk ke dalam lingkup bidang ilmu apa saja? by fields

Kata kunci: “LUSI mud volcano”

Basis data yang digunakan: Dimensions Kata kunci: "LUSI mud volcano", Modus: full data search Tautan pencarian: https://app.dimensions.ai/discover/publication?search_text=”LUSI mud volcano”&search_type=kws&search_field=full_search Hasil: 357 dokumen Berkas: seluruh berkas pendukung dapat diunduh di sini. Bagaimana fluktuasi makalah berdasarkan tahun? makalah berdasarkan tahun
Bagaimana makalah berdasarkan jumlah sitasi? makalah berdasarkan jumlah sitasi
Siapa saja yang pernah menulis (10 teratas)? makalah menurut penulis
Jurnal apa saja yang memuat makalah tentang LUSI (10 teratas)? by journals
Makalah-makalah tersebut termasuk ke dalam lingkup bidang ilmu apa saja? by fields Versi PDF Materi tayangan

Tentang metrik: hubungan sate dengan indeks H

Selamat pagi rekan-rekan. Berikut rilis Podcast Akademia Terbalik berikutnya. Season 1 Episode 21 yang bercerita tentang sate, restoran, aplikasi ojek online, dan indeks H. Di sini saya mengungkap pula berbagai lapisan “kulit” sejak riset dilakukan sampai kemudian seseorang menilai prestasi anda. Pasti bingung. Langsung saja mampir ke sini.
Foto dari Wikimedia Commons CC-0, disunting dengan Canva.com

every point on earth holds a piece of originality | CC-BY