It works to be unique

being unique, works

Waktu masih SD, SMP, SMA dulu, saya sering mendengar guru bilang, bahwa hanya ada 3 macam murid yang mudah diingat guru: yang paling pintar, yang paling maaf (I’d like to say “underachiever”), atau yang fisiknya unik (rambut model punk misalnya). But I tell you what, setelah jadi dosen (tapi maaf masih berusaha jadi guru) ternyata the old saying still stands.

Dalam posting saya fokus kepada skill yang unik, yang tidak semua mahasiswa punya dan seringnya tidak didapat hanya dari kuliah, misalnya:

– berapa dari kita yang bisa mengecilkan ukuran file pdf?

– atau bisa membuat daftar isi otomatis

– mahir shortcut AutoCAD (kabarnya mahasiswa tambang menyusun proposal dengan AutoCAD karena mahirnya :))

atau skill yang lain… Yang bisa anda dapat dari bergaul atau blog walking disaat senggang. Ternyata skill seperti ini yang mudah diingat orang lain. Dan percayalah, anda bisa mendapat benefit yang lumayan dari skill itu.

satu lagi, ternyata ada orang yang dibayar atas jasanya membuat grafik, plot, and other visual information (http://feltron.com/).

 

— ilustrasi dari: saveourpostoffice.com —

WTF: Menulis artikel ilmiah lebih mudah dibanding menulis cerpen

Hasil belajar minggu ini setelah menelan bbeberapa makalah dan satu buku tentang menulis, ternyata menulis artikel ilmiah (mestinya) akan lebih mudah dibanding cerpen:

Singkat tapi deskriptif

Ya. Menulis ilmiah memang harus singkat, walaupun memang belum ada yang menetapkan batas maksimum halaman dalam suatu karya ilmiah. Singkat dalam arti, cerita yang terkandung di dalamnya tidak perlu bertele-tele tidak banyak pengulangan dan jelas. Ini jelas bukan kaidah dalam cerpenkan. Cerpen memang singkat, tapi alur ceritanya boleh agak melingkar, berurutan secara kronologis, atau boleh saja kilas balik (flash back) dengan tokoh yang banyak dan saling bersilang urusannya. Sementara dalam karya ilmiah, tokohnya hanya satu, anda dan ceritanya harus berurutan secara kronologis. Lebih mudah bukan.

Sistematis dan mengalir

Berhubungan dengan bagian di atas, anda boleh lo memperlakukan karya ilmiah seperti membuat cerpen. Anda boleh membuatnya seperti dongeng yang mengalir dan enak dibaca. ; Cerita boleh dibuat tidak kaku tanpa harus menggunakan kalimat berbunga dan puitis. Tidak banyak orang yang bisa seperti itu. Saya juga masih belajar. Syaratnya hanya satu, harus sistematis dan tidak melompat-lompat. Ini jelas bukan ciri cerpen. Ceritanya tidak perlu sistematis, tapi pembaca harus tahu alurnya maju atau mundur.

Menarik dan selalu berdasar fakta

Seperti halnya cerpen, makalah ilmiah juga harus menarik, sejak dari judul, abstrak, hingga kesimpulan. Semuanya harus berdasarkan fakta. Kira-kira akan sama dengan jenis cerpen fiksi-ilmiahlah. Setiap kalimat harus didukung bukti-bukti yang obyektif. Kalau cerpen anda bisa mengarang fakta, misal bahwa Jakarta terletak di satu pulau terpencil di Kepulauan Samoa. Sah-sah saja.

Merendah dan orisinal

Tata bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah sudah sepantasnya merendah. Lho kenapa? Karena dalam dunia ilmiah setiap kesimpulan bisa dipatahkan oleh kesimpulan lain yang didukung data lebih banyak atau lebih lengkap. Jadi tidak perlu sombong apalagi meremehkan hasil peneliti lainnya. Kalau cerpen, tokoh utama bisa anda bawa “setinggi langit”. Tidak akan ada orang yang protes, selama cerpen anda memang bagus ceritanya.

Percaya diri tapi tidak ngotot

Berhubungan dengan butir di atas. Sebagai ilmuwan anda boleh yakin dan percaya diri, tapi jangan “ngotot”. Ini karena setiap kesimpulan anda hanya akan diterima sampai ada orang lain yang muncul dengan kesimpulan yang lebih baik. Tapi tidak “ngotot” bukan berarti tanpa argumentasi. Silahkan berargumentasi, tapi bila ada argumen lain yang lebih baik dengan bukti lebih kuat, anda harus mengakuinya.

Boleh rumit tapi harus dapat dengan mudah dipahami

Mungkin ini satu-satunya ciri yang sama dengan cerpen. Karya ilmiah boleh menjelaskan sesuatu yang rumit, “Lubang Hitam” misalnya, tapi dalam penjelasannya harus dapat diikuti dan dipahami dengan mudah. Tentunya dengan asumsi segmen pembacanya memang kalangan tertentu yang sering berkutat dengan Lubang Hitam.

The one with the online form

Menanggapi keluhan salah satu anggota milis beasiswa tentang kegagalan sistem saat mengisi form online, perkenankan saya urun saran.

Untuk menghindari gagal sistem dll saat mengisi form online, saya biasanya meng-capture semua form terlebih dahulu, ketik isiannya di aplikasi pengolah kata (Word Processor) kemudian baru diisi dan submit. Terutama kalau isiannya bersifat naratif/deskriptif, misal tentang motivasi dll, akan bagus kalau diketik lebih dahulu. Terimakasih. Semoga bermanfaat.

salam {@d_erwin_irawan}

ilustration from: http://tweakyourbiz.com/
Online

Ctrl-C and Ctrl-V 's

CutCopyPaste-1b50gqv

— Please be VERY careful with your Ctrl-C and Ctrl-V ‘s —

Observing the recently investigated plagiarism, please be (VERY) careful with your copy and paste function. They surely help but can they also capable of making deep misery in your short academic life. Saling mengingatkan (so let’s remind each other about this) – at Westmead Staff Complex

View on Path

Illustration from: nepatins.edublogs.org

The one with my wife story

20140219-105517.jpg

 

A retweet from my wife timeline (@putry_erwin), about her supervisor and PhD life:

Oya. Read from the lowest ya the slowly scroll upwards :-).

Reputasinya di bidangnya dia udah world-known lah ya, CV yg bikin minder, dan semua yg pernah kerjasama atau lerja di bawahnya blg begitu. Bbrp temen eks master dulu disini malah kaget kenapa gw minta beliau jd spv, krn satu dia strict dan yg kedua dia pinter, hidup bs jd ribet!Tp dulu gw approach beliau krn itu, dia ahli, kalo bljr jgn nanggung kan, harus dr yg plg bagus! Pas kmrn awal2 bikin proposal, di revisi -bbrp kali, tp gw pantang nyerah, dan dia bilang salah satu alasan nerima gw jd bimbingannya krn gw persisten! Naaah, kmrn akhirnya ketemu!dia mau jemput gw di bandara, walaupun gw dtg sekeluarga. tp ga jd krn mentok soal carseat, akhirnya dia booking n bayarin jemputan buat gw sampe apt, 10 menit kmd dia sama sekre nya sampe jg, bawain semua barang kaya piring, seprai dll ampe keset pintu, panci, dan mainan #billa trus di bbrp pertemuan, dia udah jelasin di awal, big picture nya soal roller coaster PhD. Mulai dr excited, kecewa kalo jurnal direject, – seneng kalo bs present di konfrens atau jurnal publish, fase bosan krn 3 tahun hidup gw akan dihabiskan melihat hal yg spesifik sama!!! dan krn dia perempuan, ibu juga, menekankan pentingnya support suami, which I could never thank my husband @d_erwin_irawan enough for 🙂 selain itu dia blg akan ada masa2 anak gw sakit, gw merasa egois krn ngejar ambisi ampe anak dan suami hrs ikut maklum 🙁 bayanginnya sedih trus gw jujur aja, beasiswa kecil, dan ga mgkn buat bayar daycare, dan gw ga mau curang diam2 ambil beasiswa lain, a promise is a promise! dan gw udah janji di awal waktu mau ambil beasiswa ini ga akan ambil beasiswa lain, jd harus telan konsekuensinya…. eh tyt spv gw ketawa dia blg dia tau jumlah gw kecil bgt, so we work out a system dimana gw cuma kerja full di hospital 3 hari seminggu, 2 hari start jam 5 sore, Nunggu pak suami pulang dr kampus buat post doc nya dia. Kata spv gw, yg penting kerjaan kamu selesai! And don’t loose focus!!! kata2 yg terakhir gw suka bgt! emang apapun yg kita lakuin, yg namanya belajar di luar negri godaannya itu, hilang fokus utama! ada yg sibuk jalan2, ada yg sibuk beli2 barang, ada yg sibuk sama hobinya, ada yg sibuk pacaran doang haha! bukan ga boleh, tp inget terus fokus kita! merasa sgt beruntung dpt beliau buat spv gw! dia bilang: tempel tujuan gw depan jidat, tp sesekali mundur bbrp langkah, liat big picturenya! jangan fokus sama satu pohon sampe ga bs liat keindahan hutannya 🙂 gitu katanya, jd hrs seimbang lah intinya.

Volcanic Ashes

these are my tweets about volcanic ashes earlier this morning:

@hgunawan82: “@agustiana81: Abu vulkanik itu apa? Dan kenapa warnanya kayak gitu? Kira2 bs dipakai apa ya?#anakbertanya @d_erwin_irawan bisa jawab?

@d_erwin_irawan: @hgunawan82 @agustiana81 #anakbertanya:ini summarynya:

letusan gnapi melonyarkan materi lava pijar n piroklastik (px). Px adl materi padat. Materi padat sehalus abu-sebesar rmh. Materi besar&berat jatuh tdk jauh dr kepundan.Materi halus akan terbang jauh terbawa angin. Warna abu gnapi abu2 muda-gelap krn kaya mineral logam. Abu/tanah gnapi subur, krn itu sering jd campuran pupuk,jg jd camp semen krn mengandung unsur logam, jd campuran bahan keramik, n bahkan di banyak tempat bahkan bisa jd campuran kosmetik mama :-). Lengkapnya menyusul 🙂 jgn lupa pakai masker ya.

View on Path

The one with the email reply

I am very sorry for posting it in Indonesian Language, because it was originally a n email reply to a student, asking how did I write (nearly everyday).
———————————————————————

Sama-sama, semoga email reply ini bermanfaat. Saya membagi (sharing) bukan hanya untuk anda semua, tapi juga untuk saya sendiri. Supaya saya juga tidak berhenti mencari. Jangan dikira, saya tidak nonton TV dan mengikuti serial TV. Anda tahu serial Mentallist atau Bates Motel? itu sudah habis saya tonton. Utk video games, saya memang bukan gamers. Tapi kalau anak saya mengajak main games lucu-lucu (bahkan nge-dance di Nintendo Wii), saya juga pasti tidak menolak, walaupun badan habis keringetan.

Hanya saja, berapa jam sih kita nonton dalam 24 jam total sehari. Pastinya kan tidak 100%. Kita hanya perlu memastikan bahwa saat kita tidak nonton TV atau video games, kita memikirkan kegiatan utama kita… Riset kita. Mohon diingat ya, fokus saja ke riset anda. Kuliah akan mengikuti. At least itu terbukti untuk saya. Seperti yang sering saya sampaikan, arahkan semua tugas kuliah, pertanyaan kuliah ke rencana riset anda. Tapi saya sering juga bilang, buat dua rencana riset. Everyone must have at least one Plan B right.

Utk blogging. ini juga cara saya untuk stay awake. Saya sering sampaikan kepada mahasiswa saya, “bagaimana mana sih agar kita bisa dikenal orang?” (in a good way pastinya ya). Saya sambung:

Kondisi 1 — “kalaupun ganteng atau cantik, kita bukan tipe yang camera face, kalaupun lucu tapi pastinya masih malu-malu (yang masuk TV adalah yang lucu dan tidak tahu malu :-))

Kondisi 2 — “kalaupun kita bisa main musik, pastinya juga tidak berkembang pesat karena “disambil” jadi mahasiswa atau dosen”

Jadi kembali lagi, bagaimana agar kita “yang orang universitas” ini bisa dikenal. Satu-satunya yang masuk akal adalah dengan “menulis”. Mengapa saya beri tanda ” “, karena menulis sangat luas. Salah satunya adalah dengan blogging. Silahkan mulai “nge-blog” dengan platform yang mudah: WordPress (punya Yahoo) atau Blogger (punya Google). Tulis apa saja for a start, tapi selipkan materi riset anda. Satu paragraf saja. Salah satu mahasiswa S2 Prodi Teknik Air Tanah, sudah mulai menulis di Forum Anakbertanya.

Kalau sudah terlatih, bahkan email ini bisa juga jadi blogpost (tentunya setelah diedit dengan menghilangkan yang privacy).

Ok. Just do It (kalau kata sepatu mah)

🙂

Salam @d_erwin_irawan

(ilustrasi dariwww.intelligentbee.com)

email-images