WTF: Abstrak adalah jendela makalah

Preview dari buku #WritingsTotallyFun

Yang jelas abstrak bukan hanya kesimpulan, tetapi “jendela” makalah atau karya ilmiah apapun yang kita buat. Kira-kira skema isinya ada pada gambar di bawah ini.

  • Latar belakang: mengapa anda menulis makalah atau melakukan riset tersebut.
  • Metode: apa saja prosedur sejak pengambilan data, uji laboratorium, hingga analisis. Sertakan jenis alat, piranti keras dan piranti lunak yang anda gunakan, dll. Sebut saja selintas. Detilnya dapat anda sebutkan dalam body text. Percayalah, kalau anda membuat Abstrak yang rinci, maka pembaca akan terus membaca makalah anda hingga halaman terakhir.
  • Hasil: Paragraf yang menceritakan hasil akan mendominasi Abstrak. Ceritakan point-point hasil yang anda dapatkan, ceritakan secara rinci tanpa harus bertele-tele.
  • Signifikansi: Bagian ini sering lupa, padahal ini adalah salah satu kunci agar pembaca tertarik membaca seluruh naskah. Jelaskan apa keberhasilan yang signifikan dari riset anda, apa yang telah anda lakukan yang belum dilakukan sebelumnya. Bagian ini juga kunci agar pembaca mereplikasi metode yang anda gunakan untuk keperluannya.

WTF: Judul sangat menentukan

Kiranya judul sub bab tidak berlebihan, karena judul memang sangat menentukan. Berikut ini beberapa syarat judul yang efektif:

  • judul harus ringkas tapi mampu mencerminkan isi.
  • judul menarik minat pembaca. Ketertarikan pembaca biasanya dipancing oleh judul yang ringkas dan mudah dibaca.
  • judul mengandung kata kunci yang mudah tertangkap oleh mesin pencari, misal harus mengandung: lokasi, metode, dan output.

WTF: Mengakhiri tulisan dengan abstrak dan judul

Preview dari buku #WritingsTotallyFun

Justru bagian ini yang terakhir. Jadi buat judulnya setelah tulisannya jadi. Judul akan dipandu oleh kerangka penulisan (story board) yang telah anda buat, plus kata kunci-kata kuncinya. Hal lainnya adalah, bagaimana agar judul yang anda tulis mudah ditemukan. Jaman sekarang ada istilah liked by Google. Jadi bagaimana agar makalah anda bisa ditangkap oleh robot-robot web crawler itu berdasarkan kata kunci yang diketik di mesin pencari.

New (RMarkdown) post from OS X 10.10 (Yosemite)

This is my first post on OSX 10.10 (nick name: Yosemite). Yep I always late…

As I did mostly, I blog using RMarkdown. It allows you to manipulate your source file in to a structured text and convert it to almost any formats: odt, docx, pdf, html, etc.

Basically you can make any docs containing:

  • outline
  • bullets and numbering
  • basics formatting:
    • make it bold = bold,
    • or italic = italic,
    • even make an superscript symbol = superscript and off course subscript subscript ,
    • strikethrough
    • write equations: $ Q = CA(dh/dl) $
    • insert a link: DasaptaErwinBlog
    • insert a figure: itb_logo
    • insert a quote or lines of code: quote from Einstein
    • insert a table:
Name Age (ya)
Rex 65,000,000
Mankind 100.000
me 39
wife 35
Radit 8
Bila 4
- make a chart out of it
Name <- c('Rex', 'Mankind', 'Me', 'Wife', 'Radit', 'Bila')
Age <- c(65, 0.1, 39, 35, 8, 4)
df <- data.frame(Name, Age)
plot(df, main="Age comparison", xlab="Species", ylab="Age (mya)")

Rplot01
  • and a whole lot more

Another good thing is you can built the entire doc in plain text (ASCII). So it’s:

  • light weight: in kb
  • connected to any word-processor:
    • Libreoffice
    • MS office
  • or text-editor:
    • notepad
    • wordpad
  • virus-free

//

Selfie-stick bearer

It’s very relaxing to see so many group selfie on this Ramadan month. Mostly the pose were take at break-fasting dinner. Smiles and laughter are clicked in photos as they would be kept in the memories of many. Except for one thing. In those pics, you would notice one person who doesn’t have the privilege to smile nor to make funny pose. His/her face would be stressed out to keep his/her balance. Some would sweat to death in those pics.

He/she who has the highest salute.

The selfie-stick bearer ….. (Sang pemegang tongsis)

SelfieStick

(borrowed from: amazon.com)

Some morning tweets

The following are some things tweeted this morning:

 

 

Writing vs editing: Menulis vs menyunting mana lebih susah

(Oleh: Dasapta Erwin Irawan dan Cut Novianti Rachmi; Ilustrasi: Fusi)

Menurut buku Peat et al. (2002) tahapan menulis adalah: pre-writing, drafting, revising, editing, dan publishing. Menurut saya yang sulit di bagian “pre-writing” dan “editing”. Yang paling membahagiakan adalah bagian “publishing”. Di saat anda menekan tombol “Publish” ada perasaan senang tiada tara.

Pre-writing (persiapan):

Di sini anda harus punya imajinasi tingkat tinggi. Pertanyaan yang paling sering muncul adalah, mau menulis apa dan harus mulai dari mana. Di sini saya bisa sarankan, bahwa jawabannya terserah anda. Di tahap ini anda boleh berpikir sistematis ataupun memilih untuk berpikir acak. Yang kedua biasanya yang saya pilih.

Lho mengapa? Bukankah akan lebih lama lagi untuk menstrukturkan ide.

Betul, tapi biasanya akan lebih lama lagi kalau anda sudah berpikir bab di tahap ini. Jadi “going random” adalah pilihan yang paling cocok, karena anda hanya perlu menetapkan kata kunci (keyword).

Mulai dari mana?

Jawabannya akan sama. Anda boleh mulai dari mana saja. Kalau anda mengikuti sekuel “Star Wars”, bukankah film ini dimulai dari bagian akhir. Bagian awal justru diciptakan lebih akhir. Sama halnya dengan memulai menulis. Anda boleh mulai dari kata kunci yang mana saja.

Jadi awalnya harus menentukan kata kunci?

Betul. Tidak boleh tidak. Tidak mungkin anda tidak punya. Yang betul adalah anda punya tapi tidak terlatih untuk menuliskannya. Karena itu, cara saya adalah ambil kertas dan mulai tuliskan kata kuncinya. Jangan banyak-banyak, satu atau dua kata saja. Misal bila kita akan menulis tentang “air”, maka kata kunci yang mungkin muncul:

  • asal
  • jenis
  • aliran
  • fungsi
  • manfaat
  • kebersihan
  • jumlah
  • warna
  • bau
  • dst anda bisa menulis belasan, puluhan, bahkan ratusan bukan

Fasenya mungkin akan terlihat seperti ini:

Berawal dari mind mapping acak seperti ini (dipinjam dari http://fartsmartwebdesign.com)

pre-writing-example-fartsmartwebdesign-com

Kemudian mulai distrukturkan menjadi seperti ini (dipinjam dari http://gallaudet.edu),

joltlist1_enlarge-gallaudet-edu

Kemudian diformat menjadi seperti ini

mapping1_enlarge-gallaudet-edu

atau seperti ini

treediagram1_enlarge-gallaudet-edu

Kemudian disusun outlinenya dan berakhir seperti ini

outline1_enlarge-gallaudet.edu

Saya akan lanjutkan bagian-bagian ini lain waktu ya.

Drafting (membuat draft)

Revising (merevisi)

Editing (menyunting)

Publishing (mempublikasikan)