Category Archives: Research and Teaching

Beberapa jenis lisensi yang mendukung open sains

 

Artikel ini merupakan bagian dari upaya kami (saya bersama Bapak Eko Susanto dari Relawan Jurnal Indonesia) untuk membuat dokumen Glossary of Open Sains dan hal-hal yang terkait. Dokumen ini merupakan penyuntingan dan translasi dari dokumen asli berikut ini:

Tennant, J. and Mounce, R. (2015): Open Research Glossary. figshare.  https://doi.org/10.6084/m9.figshare.1482094.v1Retrieved: 02 56, May 25, 2017 (GMT)

Continue reading Beberapa jenis lisensi yang mendukung open sains

Panduan memilih jurnal terpercaya

Pendahuluan: Beberapa pertanyaan yang sering saya terima

Setiap minggu, saya mendapat beberapa pertanyaan dari kolega dan mahasiswa tentang bagaimana memilih jurnal yang terpercaya. Pertanyaan yang paling sering sampai ke saya adalah:

  1. apakah jurnal X predatory?
  2. apakah jurnal X open access?
  3. apakah mengirimkan makalah ke jurnal X bisa cepat terbit?
  4. saya membayar USD 500 ke jurnal X, apakah jurnal itu bagus?
  5. jurnal X terindeks Scopus, tapi kok masuk daftar Beall’s list of predatory journal?

Continue reading Panduan memilih jurnal terpercaya

Mengorek jumlah makalah berbahasa Indonesia dalam basis data DOAJ dan Bank Dunia

Berawal dari “Negara penghasil ilmu pengetahuan”

Saya sangat tertarik dengan blog post Prof. Hendra Gunawan tentang “Negara penghasil ilmu pengetahuan”. Di dalamnya mentor saya ini menyampaikan data yang diambil dari basis data ScimagoJR.

Continue reading Mengorek jumlah makalah berbahasa Indonesia dalam basis data DOAJ dan Bank Dunia

Beban ganda (double burden) regulasi air tanah di Indonesia

Saat ini saya sedang mengusulkan kenaikan jabatan dari Lektor ke Lektor Kepala. Beberapa waktu lalu saya menerima informasi bahwa dokumen usulan saya memiliki kekurangan makalah yang dimuat dalam jurnal nasional terakreditasi.

Kebetulan saya bersama beberapa rekan pernah diminta melakukan telaah akademik mengenai perda pengelolaan air (khususnya air tanah), kemudian jadilah makalah berikut ini (lihat citation info di bawah).

Paper sedang dalam proses peer-review pada Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora dan kami unggah sebagai Preprint di Zenodo (tautan ada di bawah).

Kami memberi judul “double burden” karena memang regulasi yang mengatur pengelolaan air (dan air tanah) terganggu oleh dua hal:

  1. Pembatalan UU No. 7 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air oleh Mahkamah Institusi
  2. Perubahan kewenangan pemerintah daerah dalam UU No. 23 Tahun 2014.

Belum sempat UU yang baru terbit, ada UU berikutnya yang menarik kembali kewenangan pengelolaan air dari kabupaten/kota ke provinsi (lihat gambar di bawah ini).

diagram

Baca juga: Quo vadis pengelolaan air tanah yang diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Airtanah Indonesia (PAAI).

Cite as: Irawan, Dasapta Erwin, Darul, Achmad, Sumadi, Hendy, Argo, Teti Armiati, & Nurhayati, Yunie. (2017, March 3). BEBAN GANDA (DOUBLE BURDEN) PENGELOLAAN AIR TANAH DI KABUPATEN/KOTA PASCA PEMBATALAN UU NO 7/2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR: ILUSTRASI DARI KOTA BANDUNG. Zenodo. http://doi.org/10.5281/zenodo.345418

Kita terlalu sering menghindar …

Masih tentang #Permenristekdikti2017

Banyak yg pesimis, tidak sedikit yang optimis.
Menurut saya, kita lebih banyak menghindar daripada berusaha. Berikut sedikit analoginya, seandainya hiruk pikuk #Permenristekdikti2017 diilustrasikan sebagai percakapan antara ayah dan anak.

Continue reading Kita terlalu sering menghindar …