Category: Research and Teaching
-
Panduan memilih jurnal terpercaya
Pendahuluan: Beberapa pertanyaan yang sering saya terima Setiap minggu, saya mendapat beberapa pertanyaan dari kolega dan mahasiswa tentang bagaimana memilih jurnal yang terpercaya. Pertanyaan yang paling sering sampai ke saya adalah: apakah jurnal X predatory? apakah jurnal X open access? apakah mengirimkan makalah ke jurnal X bisa cepat terbit? saya membayar USD 500 ke jurnal…
-
Mengorek jumlah makalah berbahasa Indonesia dalam basis data DOAJ dan Bank Dunia
Berawal dari “Negara penghasil ilmu pengetahuan” Saya sangat tertarik dengan blog post Prof. Hendra Gunawan tentang “Negara penghasil ilmu pengetahuan”. Di dalamnya mentor saya ini menyampaikan data yang diambil dari basis data ScimagoJR.
-
Beban ganda (double burden) regulasi air tanah di Indonesia
Saat ini saya sedang mengusulkan kenaikan jabatan dari Lektor ke Lektor Kepala. Beberapa waktu lalu saya menerima informasi bahwa dokumen usulan saya memiliki kekurangan makalah yang dimuat dalam jurnal nasional terakreditasi. Kebetulan saya bersama beberapa rekan pernah diminta melakukan telaah akademik mengenai perda pengelolaan air (khususnya air tanah), kemudian jadilah makalah berikut ini (lihat citation info…
-
Kita terlalu sering menghindar …
Masih tentang #Permenristekdikti2017 Banyak yg pesimis, tidak sedikit yang optimis. Menurut saya, kita lebih banyak menghindar daripada berusaha. Berikut sedikit analoginya, seandainya hiruk pikuk #Permenristekdikti2017 diilustrasikan sebagai percakapan antara ayah dan anak.
-
Hati-hati memberi label “abal-abal” dan “asal riset”
Terbangun malam hari untuk membaca pernyataan “seseorang” tentang “jurnal abal-abal” dan “asal riset”. Konteksnya pasti Permenristekdikti itu. Ini pendapat saya. Maaf suntingan masih kurang rapih. (sudah saya rapihkan)
-
Pengelolaan jurnal ilmiah: konvensional vs open access bagian 3
Jadi bagaimana sikap kita as a living breathing and proud Indonesian scientists? FYI, justru bagian ini yang jadi lebih dulu dalam artikel ini. Jadi bagaimana sikap kita? Asumsi yang saya gunakan: Istilah “kita” adalah dosen atau peneliti Indonesia yang tinggal dan berkarir di Indonesia yang hanya mendapatkan dukungan dana dari Pemerintah Republik Indonesia. Dengan pertimbangan…
-
Pengelolaan jurnal ilmiah: konvensional vs open access bagian 2
Article Processing Cost (APC) Sebelum saya membahas hal ini secara ringkas, saya akan copy paste kan beberapa cuitan (tweet) dari kawan Twitter saya Prof. Erin Mckiernan yang berkerja di National Autonomous University of Mexico. Cuitannya tentang keprihatinan seorang peneliti dari negara maju yang sedang bekerja di institusi pendidikan di Mexico, sebuah negara yang menurutnya memiliki…
-
Pengelolaan jurnal ilmiah: konvensional vs open access bagian 1
Bahwa mengelola jurnal ilmiah adalah sebuah bisnis. Tulisan ini dilatarbelakangi masih banyaknya pertanyaan dari akademia tentang jurnal open access (OA). Sebenarnya apa jurnal OA itu dan bagaimana model bisnisnya, mengapa kita dianjurkan untuk OA, dst. Selain itu dengan terbitnya Permenristekdikti No. 20 Tahun 2017 tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor terjadi gelombang…
-
Dissertation vs journal article
Pertanyaan yang sering diajukan (FAQ), termasuk saat sesi “Science communication for graduate students” kemarin, dan jawaban dari penerbit favorit banyak orang (Elsevier): Dalam hal, seseorang menulis makalah ilmiah yang bersumber dari kegiatan penelitian S3 setelah tesis/disertasi disampaikan (submitted) ke universitas. Apakah tesis/disertasi dianggap sebagai publikasi (prior publication)?
-
A new pre-print posted on Zenodo
Just this morning we posted a pre-print about implementing open science in Indonesia’s scholarly communication. We wrote it in Indonesian (ID) language.