Dosen yang masih ingin jadi “guru”

  • Format sitasi tesis/disertasi dan gaya selingkung ITB

    Yth Ibu Bapak dosen ITB. Barangkali belum mengetahui info ini. Panduan penulisan tesis dan disertasi ITB dapat dilihat di http://www.sps.itb.ac.id/in/pedoman-tesis-dan-disertasi/. Ikon “cite” (https://en.wikipedia.org/wiki/File:VisualEditor_-Icon-_add-citation.svg, CC-0)

  • Dari kita – oleh kita – untuk mereka

    Di salah satu GWA yang saya ikuti ada seorang senior saya yang bertanya: “Apakah dapat dijelaskan pertimbangan apa saja, kenapa penulis (yang juga peneliti) masih harus mengeluarkan dana atau sehari-hari dinyatakan harus bayar untuk mempublikasikan di jurnal terbitan Elsevier atau di jurnal ilmiah lainnya? Institusi penerbit tsb, sepertinya telah tidak mampu lagi mendapatkan sponsor.

  • my (our) greatest example and closest supporter

    SELECT & COPY YOUR EMBED CODE close instagrampinteresttwitterfacebooksteller

  • Masih tentang jurnal ilmiah OA dan non OA

    Saya mengunggah video pendek ini untuk mengulang-ulang penjelasan tentang modus pengelolaan jurnal. Sampai hari ini masih sering saya menerima pertanyaan sejenis, atau membaca pesan di media sosial yang perlu diluruskan.    

  • tempel terus orangtua anda

    Semoga orangtua Anda diberi usia panjang, dan kalaupun akan pergi, mereka “pamit”. Semoga. Amin yra.

  • research from people for people

    Berikut ini adalah draft artikel yang akan kami kirimkan ke Artesh 2018. Artikel ini berawal dari presentasi kami berdua di Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB tanggal 12.10.2018 lalu. Saat itu kami diminta membagikan pengalaman mengenai riset kualitatif. Slide presentasinya sendiri dapat dilihat di Repositori ITB-OSF. #terbukaatautertinggal #sainsterbuka

  • apa yang menghalangi anda membagikan material presentasi?

    Coba Anda hitung, ada berapa presentasi yang dilakukan oleh para akademisi dalam sehari, seluruh Indonesia. Berapa pidato ilmiah Guru Besar yang dilaksanakan tiap bulan.

  • berbagi catatan, berbagi ide

    ideas on paper (pxhere CC-0)

  • Kultur akademik 5

    Budaya berikutnya sebenarnya bukan budaya, tetapi insting, yaitu bagaimana seorang peneliti bisa mengembangkan insting menulis serta menjunjung tinggi diversitas/keberagaman. Di sini yang sebut menulis adalah bukan hanya menulis artikel ilmiah, tetapi menulis apapun yang sedang dipikirkan, sedang diperbincangkan bahkan bila perbincangan itu hanya terjadi pada Grup Whatsapp. Insting menulis ini akan berkembang ketika pikiran peneliti…

  • Kultur akademik 4

    Kultur berikutnya adalah Ibarat buah, seorang peneliti akan selalu menilai isinya, bukan kulitnya. Ini juga saya artikan luas. Secara umum pasti orang akan melakukan itu. Menilai isinya manis atau tidak, dan bukan melihat dari kulitnya untuk menilai apakah isinya manis atau tidak. Satu-satunya cara untuk menilai buah manis atau tidak adalah dengan cara mencicipinya. Tidak…

Got any book recommendations?