Dosen yang masih ingin jadi “guru”
-
Kami tidak perlu Scopus 1
Saya tahu judul memang provokatif. Tapi saya berusaha untuk tidak vulgar. Di Indonesia, Scopus dan WoS telah diposisikan melebihi porsi layanan yang mereka berikan. Kalau memang tujuan dari mendaftarkan seminar/konferensi adalah agar makalah lebih mudah dicari, maka apakah tidak ada layanan lain yang lebih ekonomis? Dan bila memang itu tujuannya, mengapa tulisan “indexed by Scopus”…
-
My trials on Google Scholar R package
Background This is the good thing about open database. Although Google Scholar (GS) is not a completely open database, but people at Google let us to do the following things using R and Scholar. The following post was my first trial to the scholar package to harvest GS data. Jump Hasbi, jump… (Credit: flickr/d_erwin_irawan, CC-BY)…
-
Mulailah membaca makalahnya bukan nilai Impact Factornya
Post ini awalnya merupakan surel saya ke milis dosen ITB. Karena isinya bersifat umum, maka ada baiknya saya bagikan di blog ini. Artikel ini sebagaimana sural aslinya terdiri dari dua bagian: bagian pertama: sosialiasi hasil riset di Cikapundung dan bagian kedua: menempatkan Impact Factor secara proporsional. Silahkan. Yth ibu dan bapak, Berikut abstrak terbaru…
-
Journal Impact Factor vs citation counts
We’re experimenting to look for any correlations between Journal Impact Factor and citation counts. The data source is from Google Scholar Classic papers.
-
Mengapa perguruan tinggi Indonesia (terkesan) susah menembus peringkat intl?
Post ini awalnya merupakan kumpulan twit saya saat merespon twit di bawah ini dari Bapak Nadirsyah Hosen. Kenapa universitas Islam di Timur Tengah ataupun di Asia tidak bisa masuk ranking 100 top universitas di dunia? Ada apa dg kita? pic.twitter.com/5CJChWnmvi — Nadirsyah Hosen (@na_dirs) June 21, 2017
-
Saatnya melakukan review terhadap peer review
Karena peer review adalah juga obyek untuk direview. Beberapa tahun lalu, saya mengikuti ceramah umum dari Prof. Djoko T. Iskandar, yang salah satunya menceritakan makalah beliau yang ditulis oleh lebih dari 40 orang. Tahun ini saya mengalaminya juga :).
-
Calling out an open public peer review: a social experiment
Calling out an open-public-peer review! (mohon maaf bila sudah membaca posting ini via saluran lain) Berikut ini adalah tautan draft makalah saya bersama beberapa kolega yang akan dikirimkan ke Jurnal Sostek ITB (terakreditasi Dikti). Mohon dapat dilakukan review bersama secara terbuka untuk kemudian menjadi bahan kami merevisi versi finalnya sebelum dikirimkan ke jurnal. Tautan: https://goo.gl/6X1eb2 .…
-
Research output
Karena minggu-minggu ini saya masih berkutat dengan proposal Riset Kemristekdikti, maka post hari ini tidak akan panjang, hanya ada satu gambar. Apakah anda setuju bahwa output riset di era digital ini adalah sebagai berikut? (image credit: flickr/d_erwin_irawan, CC-BY)
-
Does impact factor control citation count?
(this post is an archive of the one posted here) I was googling about journal impact factor and how it does/doesn’t control citation count, when I found Bornmann et al. (2012) and Lozano et al. (2012). Image credit: Munroe Webcomic xkcd
-
Clarivate Analytics mengakuisisi Publons
Saya agak ketinggalan masalah ini, menjadi penasaran saat malam ini saya mendapatkan surel masal dari Publons yang menyatakan bahwa Publons telah diakuisisi oleh Clarivate Analytics. Setelah googling sesaat, saya ketahui runutan ceritanya adalah sebagai berikut.
Got any book recommendations?