About that citation series: pentingkah menulis dalam Bahasa Inggris?

Title in English: is it that important to write in English?

I wrote this piece to share my views on our biggest problem as a
researcher/lecturer from a non-English speaking country.

index

 

gambar dipinjam dari Wikipedia

 

 

Pertanyaan ini mungkin sering dilontarkan oleh para dosen. Alasan yang sering saya dengan untuk menghindar adalah:

Bukankah kalau dirulis dalam Bahasa Indonesia akan lebih banyak masyarakat yang membaca dan memahami apa yang kita kerjakan…

Bukankah penduduk Indonesia lebih banyak, jadi pasti lebih banyak yang akan membaca…

Menulis dalam Bahasa Indonesia adalah cerminan nasionalisme…

Sebelum menjawab perlu saya sampaikan bahwa dengan menulis artikel ini bukan lantas berarti saya ahli bahasa atau ahli komunikasi masyarakat. Saya hanya dosen geologi yang kebetulan hobi mengamati proses publikasi dan berbagai trennya di dunia maya melalui akun Twitter saya “@dasaptaerwin“.

Nah sekarang izinkan saya mulai menjawab. Jawabannya singkat “iya penting”.

Bukan saya tidak nasionalis dengan jawaban saya di atas. Latar belakang saya sederhana yang bisa saya ringkas menjadi beberapa jawaban dari dua sudut pandang, yakni dari sudut pandang penulis dan dari sudut pandang pembaca

Dari sudut pandang “penulis”

Bukankah kalau ditulis dalam Bahasa Indonesia akan lebih banyak masyarakat yang membaca dan memahami apa yang kita kerjakan.

Ya memang, bila artikel ditulis dalam Bahasa Indonesia akan banyak orang membaca dan memahami. Tapi seberapa banyak orang Indonesia yang akan membaca? Mestinya ini berkaitan dengan budaya membaca. Kalaupun ada yang membaca, seberapa banyak yang mau membaca sampai akhir, atau mampu menarik kesimpulan berbagai hal penting yang ada di dalam artikel kita. Mahasiswa yang saya tanya umumnya menjawab bahwa mereka umumnya hanya membaca judul dan abstraknya saja.

Sekarang bandingkan dengan potensi pembaca dari luar negeri. Dengan dana riset yang besar, mereka dapat dengan leluasa melebarkan saya studi kasus ke belahan dunia yang lain, Asia Tenggara adalah salah satunya. Indonesia sebagai bagian dari Asia Tenggara menyimpan keunikan tersendiri dari segala sisi, terlebih dari sisi saya, ilmu kebumian. Sebelum memulai riset, mereka pasti akan mencari berbagai referensi yang tersedia mengenai lokasi di Indonesia yang menjadi incarannya. Proses ini akan lebih terbantu bila ada atau bahkan banyak makalah yang memaparkan keunikan Indonesia, yang ditulis oleh orang Indonesia dalam Bahasa Inggris.

Ditinjau dari sisi ini, tentu saja selain langkah di atas juga sangat penting untuk memacu minat menulis di kalangan mahasiswa DN serta pastinya dosen-dosennya, baik dalam Bahasa Inggris maupun dalam Bahasa Indonesia.

Ulasan dari sisi “pencari informasi” akan ditulis dalam kesempatan berikutnya. Kunjungi juga blog saya (tautan) satu lagi yang insya Allah berisi hal-hal yang lebih teknis tentang fokus riset saya, hidrogeologi.

<<Bersambung>>

About the author

My current focus is how to provide the hydrostratigraphy of volcanic aquifers in Bandung area. The research is based on environmental isotope measurement in groundwater and morphometry. My work consists of hydrochemical measurements. I am using multivariate statistical methods to provides more quantitative foundation for the analysis and more insight into the groundwater behavior, especially its interaction with surface water. I use open source apps like R and Python to do the job. In my spare time, I also have a side project to promote open science in Indonesia's research workflow. One of my current focus is promoting INARxiv, as the first preprint server of Indonesia (osf.io/preprints/inarxiv) and serving as ORCID and OSF (osf.io) ambassador. Research interest: Hydrochemistry, multivariate analysis, and R programming. Blog: dasaptaerwin.net, derwinirawan.wordpress.com. (https://orcid.org/0000-0002-1526-0863)