Tentang merekayasa sitasi (1): Skripsi yang hanya muncul di buku wisuda

Dalam salah satu slide dalam paparan saya (yang berlisensi CC-BY) kemarin di depan dosen-dosen FE Unisba adalah paper karma. Yaitu karma yang dialami makalah ilmiah, yang begitu sulit untuk ditulis, yang pada akhir hanya sedikit diantaranya terbaca dan jauh lebih sedikit lagi akan tersitasi. Pertanyaan berikutnya adalah “dapatkah sitasi di rekayasa?” Kalau saya sebut rekayasa tolong diartikan sebagai hal positif, yakni memperbanyak rujukan yang relevan dari kawan-kawan se-universitas sendiri, sebelum mencari ke luar, bahkan via Scopus. Renungan saat melihat sekian ratus wisudawan ITB akan pulang ke rumah dengan skripsi yang mungkin hanya akan kita baca judulnya di buku wisuda.

About the author

My current focus is how to provide the hydrostratigraphy of volcanic aquifers in Bandung area. The research is based on environmental isotope measurement in groundwater and morphometry. My work consists of hydrochemical measurements. I am using multivariate statistical methods to provides more quantitative foundation for the analysis and more insight into the groundwater behavior, especially its interaction with surface water. I use open source apps like R and Python to do the job. In my spare time, I also have a side project to promote open science in Indonesia's research workflow. One of my current focus is promoting INARxiv, as the first preprint server of Indonesia (osf.io/preprints/inarxiv) and serving as ORCID and OSF (osf.io) ambassador. Research interest: Hydrochemistry, multivariate analysis, and R programming. Blog: dasaptaerwin.net, derwinirawan.wordpress.com. (https://orcid.org/0000-0002-1526-0863)