Every point on this earth holds a piece of originality?

Author:

Judul tulisan pendek (yang tidak penting) ini ada maksudnya, baca sampai bawah ya.

1 Apakah SK ini masih berlaku?

SK apakah itu? Masih ingat di bulan Januari tahun 2012 pernah ada keresahan (kalau tidak boleh dibilang kehebohan). Saat SE-DirjenDikti-152-E-T-2012 diterbitkan.

screen

Hah? apa iya?

Hehe, apakah anda belum lahir tahun 2012…

Coba anda unduh saja tautan di atas.

Jadi dalam SE tersebut tercantum bahwa terhitung mulai kelulusan setelah Agustus 2012 diberlakukan ketentuan sebagai berikut:

  1. Untuk lulus program Sarjana harus menghasilkan makalah yang terbit pada jurnal ilmiah.
  2. Untuk lulus program Magister harus telah menghasilkan makalah yang terbit ada jurnal ilmiah nasional diutamakan yang terakreditasi Dikti.
  3. Untuk lulus program Doktor harus telah menghasilkan makalah yang diterima untuk terbit pada jurnal internasional.

Untuk yang nomor 2 dan 3, jangan ditanya ya, mungkin akan saya tulis di kesempatan lain. Tapi yang nomor 1?

Really?

Is your (so called) undergrad thesis worth publishing?

Untung saya sudah lulus lama sebelum tahun 2012. Tapi mungkin anda tidak percaya, dua pembimbing saya dulu pun (Yth Prof. Deny Juanda dan Dr. Suyatno Yuwono) sudah menyampaikan hal yang sama. Dan saya dan mitra tugas akhir saya (Yth Toddy Achmad Syaifullah, ST. MT, saat ini berkerja dan bermukim di Australia) memang pernah mempublikasikan skripsi saya menjadi makalah ilmiah. Dua tahun setelah saya lulus. Saat itu saya sendiri juga tidak percaya bahwa skripsi saya yang tidak sampai 100 halaman, bisa jadi makalah sebanyak 15 halaman.

Masih ada filenya?

Saya yakin ada.

Mana?

Itu masalah lain.

Mungkin Redaksi Buletin Geologi masih menyimpan?

Pastinya, tapi untuk mempermudahnya, saya carikan file pdfnya ya. Sabar.

2 Apakah benar skripsi anda layak untuk dipublikasikan?

Anda mungkin tidak percaya, tapi jawabannya adalah IYA. Apalagi bagi anda yang kuliah di prodi-prodi sains kebumian (geologi, salah satunya). Karena setiap titik di bumi ini mengandung sekeping originalitas.

Every points on this earth holds a piece of originality

Bukan hasil “copas” dari motivator terkenal itu ya. Kalau saya google, sepertinya belum pernah ada yang bilang seperti itu.

Menurut Professor Michael Talbot dari University of Liverpool yang disitir dalam situs ini menjelaskan beberapa kombinasi yang paling mungkina dalam originalitas:

  1. Fakta baru + ide baru (derajatnya paling tinggi)
  2. Fakta baru + ide lama
  3. Fakta lama + ide baru
  4. Fakta lama + ide lama + cara penyampaian yang baru (derajatnya paling rendah)

Nah menurut saya, skripsi bidang geologi dapat masuk ke no 2 atau no 3. Bisakah anda menyebutkan contohnya?

(bersambung). Connect with my scientific network on twitter account @dasaptaerwin

Blogging using Org version 7.9.3f with Emacs version 24.