Sudah dua tahunan saya menggunakan peramban (browser) Opera Air. Opera sebenarnya peramban yang pertama kali diperkenalkan di tahun 1995. Lalu sejak 2025, Opera membuat turun produk peramban baru, yaitu Opera Air. Yaitu versi Opera yang lebih clean desainnya dengan pendekatan *Your Mindful Browser*.
Jadi di Opera Air ini ada fitur musik ambience (musik latar), saran untuk istirahat sejenak (dalam bentuk petunjuk senam ringan di tempat), dan fitur kutipan inspirasi dari orang-orang terkenal di dunia. Hari ini yang muncul di layar Opera Air saya adalah kutipan dari Konfusius ini, yang lalu saya kembangkan menjadi tulisan pendek.
Jika kau merasa dirimu paling pintar di ruangan ini, maka sesungguhnya kau telah salah memilih ruangan. Konfusius
Ini bukan hanya sebagai pesan untuk kalian, tapi juga untuk saya sendiri. Sebuah pengingat bahwa perjalanan belajar dan berkembang tidak pernah berhenti, bahkan bagi yang sudah merasa cukup tahu. Hidup bukan tentang menjadi yang teratas (apalagi saat masih di kampus), melainkan tentang berani melangkah ke ruang yang penuh dengan pikiran yang lebih tajam, ide yang lebih liar, dan tantangan yang lebih berat.

Kalau kita merasa sudah paling jenius, itu tanda berhenti berkembang. Karena di ruangan apapun, kita dipaksa menggali lebih dalam, berpikir lebih luas, dan merombak cara pandang kita. Jangan takut menjadi yang paling bodoh di ruangan. Ketidaktahuan mungkin bisa jadi lompatan besar menuju kebijaksanaan. Tetaplah bodoh adalah kiasan untuk berani mengambil risiko, bertanya tanpa malu, dan mencoba hal baru tanpa takut gagal.
Dulu saat Anda, saya, lolos masuk ITB, rasanya sudah jadi yang paling pintar se-Indonesia Raya. Tapi setelah jalan satu semester, setahun, dua tahun, Anda pasti merasa ternyata ada banyak orang yang lebih pintar. Dan kalau pergaulan Anda sedikit saja diperluas, maka Anda akan sadar kalau ada lebih banyak lagi orang pintar.
Saya paham bedanya tipis antara percaya diri dan terlalu pintar. Setidaknya kalau Anda sudah merasa “terlalu paham” di suatu ruangan, carilah ruangan lain yang membuatmu merasa kecil, yang menantang batas kemampuanmu, yang memaksa dirimu untuk tumbuh dan berubah. Karena hanya di ruangan itu, kita akan menemukan versi yang lebih baik dari diri kita sendiri. Tetaplah merasa bodoh dan jangan pernah puas dengan apa yang sudah kita tahu. Rasanya semua agama akan menekankan keutamaan untuk terus belajar.
Tapi pesan ini bukan hanya untuk Anda, tapi juga untuk saya, agar kita semua terus maju tanpa henti. Jadilah Anda, tapi dalam versi yang lebih baik.