Saya mengunggah video pendek ini untuk mengulang-ulang penjelasan tentang modus pengelolaan jurnal. Sampai hari ini masih sering saya menerima pertanyaan sejenis, atau membaca pesan di media sosial yang perlu diluruskan.
Saya mengunggah video pendek ini untuk mengulang-ulang penjelasan tentang modus pengelolaan jurnal. Sampai hari ini masih sering saya menerima pertanyaan sejenis, atau membaca pesan di media sosial yang perlu diluruskan.
Semoga orangtua Anda diberi usia panjang, dan kalaupun akan pergi, mereka “pamit”. Semoga. Amin yra.
Berikut ini adalah draft artikel yang akan kami kirimkan ke Artesh 2018. Artikel ini berawal dari presentasi kami berdua di Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB tanggal 12.10.2018 lalu. Saat itu kami diminta membagikan pengalaman mengenai riset kualitatif. Slide presentasinya sendiri dapat dilihat di Repositori ITB-OSF. #terbukaatautertinggal #sainsterbuka

Coba Anda hitung, ada berapa presentasi yang dilakukan oleh para akademisi dalam sehari, seluruh Indonesia. Berapa pidato ilmiah Guru Besar yang dilaksanakan tiap bulan.

Budaya berikutnya sebenarnya bukan budaya, tetapi insting, yaitu bagaimana seorang peneliti bisa mengembangkan insting menulis serta menjunjung tinggi diversitas/keberagaman. Di sini yang sebut menulis adalah…
Kultur berikutnya adalah Ibarat buah, seorang peneliti akan selalu menilai isinya, bukan kulitnya. Ini juga saya artikan luas. Secara umum pasti orang akan melakukan itu….
Kultur berikutnya adalah: Keinginan untuk selalu mengonfirmasi, menguji, dan mempertanyakan. Ini juga pasti diartikan sangat klise, karena seorang peneliti melakukan itu semua. Betul. Semua peneliti…
Kultur yang kedua Berbicara dengan data Ini juga seperti klise. Semua peneliti juga kalau bicara pasti berdasarkan data. Betul sekali. Pasti itu yang terjadi. Bagaimana…
Ini mungkin akan berlanjut dengan beberapa tulisan lepas dan acak dengan tema sejenis. Menyebarkan ilmu pengetahuan tanpa batas Ini mungkin terdengar klise. Anda pasti berpikir,…