tentang selembar sertifikat dan sertifikasi

Judulnya ada Sertifikasi untuk Penulis Buku Non-fiksi. Podcast ini adalah rekaman pendapat saya tentang sertifikasi penulis. Saya merekamnya di taman bermain dekat rumah. Bukti bahwa karya bisa lahir di mana saja, tanpa sertifikat.

Inti dari podcast saya adalah bahwa menulis adalah aktivitas yang unik.

Berikut ini anotasi saya untuk laman yang membahas tentang sertifikasi ini.

Berikut ini beberapa komentar saya:

Apakah penulis perlu diberi strata jabatan? Kalaupun perlu, apakah bisa disetarakan dengan struktur jabatan di pemerintahan? tidak paham saya. Sama tidak pahamnya dengan kenapa indeksasi kemudian dijadikan standar kualitas. Yang perlu standardisasi itu adalah standar motor.

Dugaan saya, nanti akan ada yg komentar, “kalau tidak setuju ya tidak usah ikut”.

Ya saya tidak akan ikut. Tapi saya tetap akan berkomentar. Kenapa? Saat anda tahu ada jurang, apakah anda diam saja saat ada orang yang akan berjalan ke arahnya?

Nanti mungkin ada juga yang komentar, “anda sudah nulis apa saja sih, sampai berani kasih komentar?” Ok. Begini. Yang paling pertama: saya tidak perlu disebut penulis. Yang kedua: saya menulis bukan untuk diakui sebagai penulis. Yang ketiga: saya menulis di berbagai media yang dimungkinkan dengan majunya dunia internet. Yang keempat: saya menulis karena saya mau, bukan karena ingin dinilai oleh pembaca. Yang kelima: saya punya beberapa karya. Tapi saya tetap tidak minta dipanggil sebagai penulis. 1 blog (derwinirawan.wordpress.com) yg saya mulai sejak 2007. Kemudian blog itu beranak, sampai sekarang jadi 4. Itu perlu proses. Di tiap proses ada naik turun. Ada waktu rajin ada pula pas malas. Dan sertifikasi anda itu, hanya 1 titik dari perjalanan proses itu. Yang paling akhir: saya tetap tidak minta dipanggil jadi penulis.

Dari saya yang belum pegang sertifikat