7 Habits of Serious Writers

With thanks to Michael Pollock for the article suggestion and title.

I’ve been writing, on and off, since my early teens – but it’s only in the last three years that I’ve really taken my writing seriously.

It’s made a dramatic difference. I write far, far more. I write better. I finish things – something which, at one point in my writing life, was pretty much unheard of…

More… http://flpbd.it/MSwg

Ghostwriter

Baru-baru ini saya dan istri nonton film Ghostwriter yang salah satunya diperani oleh Ewan McGreggor (betul ya jumlah huruf “g” nya). Seperti biasa, saya googling judul film sebelum ditonton. Ternyata memang secara resmi ada istilah ghostwriter bagi para penulis yang selama ini diistilahkan sebagai anonymous writer. Hehe. Setelah itu saya berpikir, pada beberapa aktivitas menulis/bekerja yang saya lakukan, saya telah berstatus ghostwriter. 🙂

Info Dikti Jan 2011

Beberapa informasi dari Dikti:

  1. Pameran dan Seminar ”Climate Change Indonesia 2011” Education Forum & Expo, untuk info lengkap akses http://is.gd/NApmjB
  2. Program Bantuan Penulisan/Publikasi Artikel Ilmiah Pada Berkala Bereputasi Internasional Tahun 2011, untuk info lengkap akses http://is.gd/J5Isp6
  3. Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Nasional / Internasional Tahun 2011, untuk info lengkap akses http://is.gd/a6rdp0
  4. Penerimaan Proposal Program Hibah Penulisan Buku Teks Tahun 2011, untuk info lengkap akses http://is.gd/cx2YII
  5. Insentif Penulisan Buku Ajar 2011, untuk info lengkap akses http://is.gd/0sH8rA

Radiator coolant

Berikut ini artikel yang dicuplik dari milis Volvo, soal radiator coolant yang ditulis oleh Bp. Leo B Boedihardjo.

Kenapa bingung lagi soal coolant ?

(deleted)

Coolant itu isinya glycool dicampur air, kata teman yg berkutet di bahan kimia. Airnya ini yg bermasalah kalau air industri berasal dari sekedar air, mungkin air keran (PAM) atau air sumur (artesis). Problemnya, radiator jaman sekarang ini pipanya kecil sekali. Jauh lebih kecil dari radiator tahun 70-80an sampai pertengahan 90an. Sistemnya pun pressurized, sehingga bila diisi dengan air mineral (air sembarang) pada saat menerima tekanan dan panas, maka kandungan mineralnya akan mengendap.

Saat mesin mendingin, maka mineralnya dapat berubah menjadi koloid sebelum akhirnya mengeras saat betul betul dingin. Kalau nasib baik yg solid ini berubah menjadi liquid kembali saat mesin panas. Namun karena satu dan lain hal, isi dari mineralnya sendiri, bisa jadi tetap membatu. Karena inilah jalur pendingin di radiator jadi tertutup.

Radiator sekarang materialnya alloy, jalurnya kecil dan tankinya plastik, rentan sekali sama panas yg berkelanjutan. Jadi kemungkinannya overheat atau rusak total besar sekali, mobil saya (kebetulan) Volvo 850,  selalu overheat setiap 3 s/d 4 tahun dan ganti radiator setiap 5 tahun.

Saya ingin mempromosikan coolant buatan lokal, tapi sampai sekarang saya
tidak dapat info AIR apa yang mereka pakai. Kenapa coolant bermerk mahal ?
Sekarang tinggal kita membuat pilihan, pakai air destilasi (H2O) atau air
suling seperti air aki) atau air keran atau air PAM yang mungkin ekivalen dengan air  mineral atau tepatnya air minum dalam kemasan, aa pakai
coolant bermerk yg dibuat dengan cara yang benar. Tinggal dihitung, radiator
baru setiap 4 /5 tahun, kemungkinan ganti cyl head dan problem overheat atau pakai coolant yang mahal. Terserah hitungan anda sendiri.