Tag Archives: Scicomm

Pengelolaan jurnal ilmiah: konvensional vs open access bagian 1

Bahwa mengelola jurnal ilmiah adalah sebuah bisnis.

Tulisan ini dilatarbelakangi masih banyaknya pertanyaan dari akademia tentang jurnal open access (OA). Sebenarnya apa jurnal OA itu dan bagaimana model bisnisnya, mengapa kita dianjurkan untuk OA, dst. Selain itu dengan terbitnya Permenristekdikti No. 20 Tahun 2017 tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor terjadi gelombang “keresahan” yang mestinya sudah diantisipasi oleh Si Pembuat Kebijakan. Keresahan ini yang kemudian diharapkan bertransformasi menjadi energi positif untuk menghasilkan karya, yang tidak hanya sebatas kepada artikel di jurnal internasional.

Berikut sedikit yang bisa saya sampaikan. Tentunya pendek-pendek dan bersambung ya.

Continue reading Pengelolaan jurnal ilmiah: konvensional vs open access bagian 1

Workshop 1/2 hari “Scicomm and citation management”

Buku hanyalah salah satu dari cara mendiseminasikan hasil riset. Kami dari Penerbit ITB bekerjasama dengan LPPM ITB menawarkan program workshop setengah hari berjudul “Scientific communication and citation management”. Kerangka workshopnya adalah sebagai berikut:

Bagian 1: scientific communication

Citation index atau indeks sitasi adalah salah satu indikator riset yang paling banyak digunakan termasuk di Indonesia. Angka tersebut menunjukkan sebanyak apa makalah kita digunakan oleh peneliti lain sebagai rujukan. Tapi bagaimanakah agar riset atau makalah kita mempunyai dampak yang lebih besar. Ternyata dengan menulis makalah dan mengirimkannya ke jurnal bereputasi baik dan menyampaikannya dalam seminar belumlah cukup. Bagian pertama dari Workshop ini akan membagikan pengalaman bagaimana cara mengkomunikasikan riset. Pertanyaan yang akan dijawab bersama:

1. Mengapa dosen/peneliti (D/P) perlu mendiseminasikan risetnya?
2. Apakah publikasi di jurnal dan seminar adalah satu-satunya cara?
3. Apa sajakah indikator research impact? Apakah impact factor masih relevan menjadi indikator utama?

Bagian 2: citation management

Citation atau sitasi atau rujukan adalah nama lain dari referensi. Hal ini adalah bahan baku riset. Kita dapat menentukan posisi riset kita bila telah melakukan telaah literatur. Saat ini telah banyak lahir piranti lunak pengelola sitasi atau citation manager yang gratis. Salah satunya adalah Zotero (www.zotero.org). Piranti lunak ini akan banyak membantu para penulis untuk menyimpan referensi ke dalam database, mencarinya kembali untuk dipelajari. Semuanya dapat dilakukan dalam satu aplikasi yang sama. Workshop ini akan membagikan info praktis mengenai konsep dan penggunaannya. Rincian materinya adalah sebagai berikut:

1. Mengapa jumlah sitasi penulis Indonesia rendah?
2. Bagaimana mengelola daftar oanjang citasi/referensi dalam suatu penelitian?
3. Bagaimana melakukan pencarian informasi literatur secara efektif, menyimpannya secara sistematis, membacanya dan merujuknya dengan baik, dan menyusun daftar pustaka dengan cepat.

Fasilitas: snack dan makan siang, koneksi internet, workshop kit dan buku “Menulis (ilmiah) itu menyenangkan”.