Creativity has no age limit

This is an article, I wrote for another blog.

Mengubah sampah sayur di pasar menjadi pakan ayam

Pagi ini, saya seperti biasa, bekerja di depan komputer sambil mendengar TV, tak lupa secangkir kopi.  Anak saya sedang asyik di samping saya dengan mainan LEGOnya.

Memang betul saya mendengarkan bukan melihat TV karena perhatian saya memang ada di komputer di depan saya. Trans TV pagi ini menyiarkan berbagai profesi yang unik, dalam rangka menyambut HUT DKI Jakar ke 481.

Ada 1 berita yang menarik buat saya. Seorang pensiunan TNI yang mengisi masa pensiunnya dengan menjadi pemulung sampah sayur di pasar.

Selengkapnya di http://ppkipmjabar.wordpress.com/2008/06/23/mengubah-sampah-sayur-di-pasar-menjadi-pakan-ayam/

Malas Update

Kemalasan, kata kuncinya. Ada yang menyatakan bahwa tidak ada yang tidak sempat, yang betul adalah tidak mendapat waktu yang cukup. Saya juga bingung, benar-benar pikiran telah ter-kooptasi (nah ada istilah baru) dengan pekerjaan. Seakan ruang otak tersumbat dengan hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan, bahkan sampai ke relung lipatan otak kecil. Hehe.

Yang kasihan ya siapa lagi. Matahari ku. Duh sudah lama juga tidak mengupdate artikel tentang Raditya. Padahal, sudah bisa macam-macam anak itu. Hmmmm…….. Hopefully can get my mind on something other than the “bloody” routines. Semoga keluarga bisa tetap menerima, bahwa suami atau bapaknya sedang berupaya menggapai sesuatu yang terkadang masih tertutup kabut.