Tag Archives: openscience

OpenCon2019 Diseminasi terbuka

Tentang riset, klaim, dan pencurian ide :). Berikut Slide saya di OpenCon 2019 Indonesia. Video menyusul.

OpenCon 2019 diadakan oleh Open Access Indonesia bekerja sama dengan Right to Research Coallition, SPARC, Universitas Paramadina pada tanggal 20 Agustus 2019 di Aula Nurcholish Madjid Universitas Paramadina Jakarta.

Pembicaranya ada empat orang:

  1. Pak Robertus Theodore dari Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP)
  2. Saya  dari INArxiv dan ITB
  3. Pak Juneman Abraham dari Binus
  4. Pak Eka Wenats Wuryanta dari Universitas Paramadina

Continue reading OpenCon2019 Diseminasi terbuka

Preprint bukan duplikasi apalagi plagiarisme

Preprint bukan duplikasi apalagi plagiarisme

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diketahui tentang preprint. Berulang kali saya menulis tentang ini, ini salah satunya, dan mungkin bukan yang terakhir.

Gambar dari thebluediamondgallery CC-BY-SA

Continue reading Preprint bukan duplikasi apalagi plagiarisme

Dari kita – oleh kita – untuk mereka

Di salah satu GWA yang saya ikuti ada seorang senior saya yang bertanya: “Apakah dapat dijelaskan pertimbangan apa saja, kenapa penulis (yang juga peneliti) masih harus mengeluarkan dana atau sehari-hari dinyatakan harus bayar untuk mempublikasikan di jurnal terbitan Elsevier atau di jurnal ilmiah lainnya?

Institusi penerbit tsb, sepertinya telah tidak mampu lagi mendapatkan sponsor.

one page summary of “Paywall the movie” documentary by Jason Schmitt

Continue reading Dari kita – oleh kita – untuk mereka

How to extend data’s lifetime

I-Click 2018 - How to extend your data's lifetime

How to extend data’s lifetime (original image)

Penulis: Dasapta Erwin Irawan, Santirianingrum Soebandhi, Fierly Hayati, Cahyo Darujati, Deffy Ayu Puspito Sari. Preprint is available as preprint at the INArxiv.

Presentasi ini akan sangat terkait dengan artikel kami berjudul “Promoting data sharing among Indonesian scientists: A proposal of generic university-level Research Data Management Plan (RDMP)” yang terbit di RioJournal Continue reading How to extend data’s lifetime

DESCOM: Indonesian scientist to extend microscope lifetime

Video ini saya rekam sebagai Facebook Live Video hari Kamis lalu 18 Januari 2017 pada Acara Pameran Hasil Riset ITB 2017 yang diselenggarakan oleh LPPM ITB.

Dr. Andri Subandrio, seorang ahli mineralogi dari Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian dalam 10 tahun ini telah mendedikasikan waktunya untuk bereksperimen dengan kamera dan lensa. Beliau ini telah membuat sebuah konektor yang menghubungkan mikroskop refraksi analog (non-digital) dengan kamera digital. Alat ini dapat dipasang dan dimodifikasi untuk berbagai jenis mikroskop. Alat ini telah teruji untuk menampilkan citra cantik sayatan tipis batuan dari mikroskop berusia lebih dari seabad.

Piranti lunak ini diberi nama DESCOM (Digital Enhanced System Camera for Old Microscope). Simak berita ini di laman ITB.

Bagi pembaca yang belum paham mengenai sayatan tipis, mineragrafi, dan mikroskop refraksi dapat membaca artikel menarik Pengamatan Mineral Transparan dengan Mikroskop Refraksi dari seorang blogger yang doktor Andy Yahya.