Repotnya Generasi 80 dan 90 an

Buat generasi awal 2000 an atau akhir 2000 an yang merasa report ngetik ini, repot ngetik itu. Coba perhatikan tulisan saya ini 🙂
Dulu, Microsoft Word belum secanggih sekarang. Lebih-lebih lagi, software ini membutuhkan spesifikasi komputer yang sangat tinggi saat itu, karena berbasis grafis. Jadi belum banyaklah yang menggunakan aplikasi itu. Mayoritas kami-kami saat itu menggunakan komputer kelas “XT dengan prosesor 1088” (kalau tidak salah, googling ya untuk istilah ini). Monitornya pun masih berbasis teks, dengan background hitam atau hijau.
Coba dilihat gambar-gambar berikut ini.
WS-id-wikipedia-org
(gambar dari: wikipedia.org)
Kalau sekarang instalasi aplikasi cukup dengan satu DVD saja. Dulu banyak sekali disketnya (tulisannya sebenarnya diskette). Disketnya juga ada dua macam, macam ke-1: ukuran 5 1/4 inch dengan kapasitas 1,2 MB dan macam ke-2 ukuran 3,5 inch kapasitas 1,44 MB. (baca juga: http://djamandoeloe.com/read/54/iptek/bernostalgia-dengan-disket,-flashdisk-zaman-dulu). Untuk yang jenis ke-1 fisiknya lumayan lebar dan melambai-lambai. Kalau sekarang lebih cocok jadi kipas 🙂 Jenis yang ke-2 lumayan ramping dengan cangkang yang keras. Keduanya tetap saja tidak tahan jamur. Jaman dulu akrab sekali dengan perintah “Please insert disc number xxx to drive B” hehe.
Untuk aplikasi berbasis teks, dulu kami-kami pakai WordStar, buatan perusahaan bernama MicroPro. Basisnya teks dengan sistem operasi DOS. Karena basisnya teks, jadi semua perintah harus diketik dan tidak ada sistem klik. Walaupun pada jamannya ada juga WordStar versi Windows, tapi tidak populer. Jadi jaman dulu di meja belajar kami-kami sangat biasa terpampang list perintah WordStar. Bisa dilihat gambar di bawah ini.
WS-encyclopedia2-thefreedictionary-com
(gambar dari: encyclopedia2.thefreedictionary.com)
Salah satu kelemahan WordStar adalah saat menulis formula atau rumus yang banyak sekali menggunakan aksara Yunani atau latin. Jadi dulu kami biasa mengosongkan spasi untuk rumus, print kertasnya, kemudian ditulis tangan, atau pakai RUGOS (untuk RUGOS nyusul ya). Jaman dulu ada juga aplikasi berlabel Chiwriter buatan Cay Horstmann in 1986 (www.wikipedia.org). Dengan aplikasi ini nulis rumus lumayan terbantu. Gambarnya seperti di bawah ini.
cw01-nomdo-dds-nl
(Gambar dari: nomdo.dds.nl)
Kalau masalah tabel, Lotus 123 buatan AmiPro adalah rajanya. Basisnya juga masih teks. Tapi nyusul ya untuk yang ini. Cari waktu lagi.
123
(gambar dari: guidebookgallery.org2.3.dos)

Recycling old papers and self plagiarism – is it a sin?

Self-Plagiarism (SP): Jebakan baru buat para penulis. Saling mengingatkan, sekaligus mengingatkan diri sendiri. Berkaitan dengan SP sepertinya bukanlah SP bila kita menulis satu segmen dari suatu riset (katakan disertasi) di suatu makalah dan segmen riset yang lain di makalah yang lain, misal: suatu riset tesis/disertasi memiliki segmen analisis hidrokimia (analisis sifat kimia air tanah) dan hidrometri (analisis debit mata air). Kedua segmen ditulis terpisah dalam makalah yang berbeda. Ada komentar? link berikut mungkin bermanfaat juga: http://www.ithenticate.com/Portals/92785/media/ith-selfplagiarism-whitepaper.pdf dan http://www.daveyp.com/blog/
@d_erwin_irawan

Recycling old papers and self plagiarism – is it a sin?

Self-Plagiarism (SP): Jebakan baru buat para penulis. Saling mengingatkan, sekaligus mengingatkan diri sendiri. Berkaitan dengan SP sepertinya bukanlah SP bila kita menulis satu segmen dari suatu riset (katakan disertasi) di suatu makalah dan segmen riset yang lain di makalah yang lain, misal: suatu riset tesis/disertasi memiliki segmen analisis hidrokimia (analisis sifat kimia air tanah) dan hidrometri (analisis debit mata air). Kedua segmen ditulis terpisah dalam makalah yang berbeda. Ada komentar? link berikut mungkin bermanfaat juga: http://www.ithenticate.com/Portals/92785/media/ith-selfplagiarism-whitepaper.pdf
@d_erwin_irawan

Recycling old papers and self plagiarism – is it a sin?

Self-Plagiarism (SP): Jebakan baru buat para penulis. Saling mengingatkan, sekaligus mengingatkan diri sendiri. Berkaitan dengan SP sepertinya bukanlah SP bila kita menulis satu segmen dari suatu riset (katakan disertasi) di suatu makalah dan segmen riset yang lain di makalah yang lain, misal: suatu riset tesis/disertasi memiliki segmen analisis hidrokimia (analisis sifat kimia air tanah) dan hidrometri (analisis debit mata air). Kedua segmen ditulis terpisah dalam makalah yang berbeda. Ada komentar? link berikut mungkin bermanfaat juga: http://www.ithenticate.com/Portals/92785/media/ith-selfplagiarism-whitepaper.pdf dan http://www.daveyp.com/blog/
@d_erwin_irawan

Peugeot: Facts and Fictions (old post, high hits)

Iseng buka stats blog saya derwinirawan.wordpress.com.

Ada post saya yang lumayan tinggi pageviews nya: Peugeot Facts and Fictions,

Ditulis 24 September 2007. Isinya berbagai comment tentang plus minusnya (banyak plusnya sepertinya) miara Peugeot (yg tahun tua khususnya). Komentar dikumpulkan dari miling list peugeot di yahoogroups.

Membaca post saya sendiri, jadi ingin “miara” Peugeot lagi, kali ini tahun yang lebih muda. Hehe. Nunggu Menteri Keuangan (baca: istri saya) acc.

Foto kenang-kenangan dari salah satu Peugeot saya

Indikator input vs proses vs indikator output vs indikator outcomes

Indikator input vs proses vs indikator output vs indikator outcomes

Beberapa waktu ini banyak belajar mengenai indikator. Baru sadar seringkali kita mencampur adukkan indikator input vs indikator proses vs indikator output vs indikator outcomes. Seringkali juga kita menganggap remeh hal ini padahal ini bisa menunjang keberhasilan program kita. Tidak usah jauh-jauh program nasional dll, program belajar kita saja bisa jadi contoh. Seperti yang sering disampaikan oleh senior saya, jangan kita melakukan semua kegiatan seperti kita gosok gigi. Sudah sangat biasa sampai kita sudah tidak lagi herpikir kenapa arahnya dari atas ke bawah :).

Tugas akhir itu indikator output atau outcomes? … Silahkan dipikirkan.
Demikian juga dengan membuat publikasi.

Bahkan input pun ada indikator keberhasilannya.

Sama-sama belajar mengenai hal ini.

@d_erwin_irawan