#sydney: Parramatta Park

When will Bandung has this kind of view. It was a picture of Parramatta Park, a sydney’s western suburbs. the area covers 85 ha of conservatory land. We can Compare it to Lebak Siliwangi (Bandung), which is only 3.1 ha but has more beautiful view and land contour. If only … {@dasaptaerwin}

#Sydney: Uni's Coop Store

Kali ini saya post dalam Bahasa Indonesia. Seperti di universitas-universitas di Indonesia, di sini juga ada Coop store. Kalau di ITB akan setara dengan Tokema dan Kokesma. Tentang dua itu saya sering tertukar. Kalau Kokesma itu yang di ATM Gallery selatan dan Tokema yang ada di belakang gedung SBM di utara, atau sebaliknya. πŸ™‚

Toko coop di kampus Darlington ada dua buah. Kampus ini dikenal dengan nama kampus City karena dekat dengan kawasan pertokoan utama (Baca juga post Darlington-Camperdown — masih under construction –). Di masing-masing toko, dijual banyak item. Saya coba cari berapa tepatnya jumlah item yang dijual di profil Coop tapi belum ketemu.

pertama kali saya lihat di emperan toko, dijual berbagai aksesori komputer, macam iPad sleeve, tas laptop, mouse, kaos, dll, termasuk kalender akademik ukuran jumbo. Maklum tahun ajaran baru. Beberapa judul buku teks dan novel juga dijual, kalau saya cermati memang tidak semuanya ada label “Sydney Uni Press”. Banyak buku yang diterbitkan oleh penerbit lainnya. Artinya, toko ini juga menjadi outlet penjualan dari provider atau supplier lain.

Masuk ke dalam toko, ukurannya sekitar 400 m2, pandangan saya langsung tertuju kepada rak buku dan tumpukan buku yang berderet sepanjang dinding. Seperti yang saya lihat di luar, buku-buku yang dijual tidak semuanya terbitan Sydney Uni. Buku-buku legendaris macam Calculus TPB juga dijual di sini. Di tumpukan lain saya melihat juga banyak sekali buku berukuran A4 dengan cover glossy, tebal dan disain menarik. Tertera judul buku yang rupanya adalah mata kuliah dilengkapi dengan kode unitnya (di sini mata kuliah disebut “unit”). Kalau di ITB ekuivalen dengan diktat kuliah atau catatan kuliah. Bila dibuka, jelas terkesan ada teknik penyuntingan khusus. Beberapa buku memang berformat buku teks dengan proporsi teks dan gambar 70 : 30. Tapi ada pula buku yang lebih terkesan manual laboratorium atau latihan soal dan jawabannya. Kalau yang jenis ini mungkin proporsinya 40% teks dan 60% gambar/sketsa/skema. Tipe ini pun menunjukkan ada proses penyuntingan khusus yang seragam. Jadi kesan diktat kuliahpun sangat samar, jadi kalau buku ini dijual di stand buku Gramedia atau Dymocks pun akan sangat representatif. Pada cover buku tertera logo dan tulisan Sydney University Press.

Di sudut yang lain saya lihat banyak aksesori komputer, alat tulis, tas sekolah/kuliah berbagai merek. Ini yang sama-sama tidak kita lihat di toko Penerbit ITB. Dampaknya lumayan, para mahasiswa banyak yang menghabiskan waktu break nya di coop. Mereka sebagian besar akan bergerak ke sudut aksesori, baru kemudian meluangkan waktu melihat-lihat koleksi buku yang lainnya. Sebagian akan mulai melihat buku dan membelinya. Memang susah mengarahkan pembeli, tapi setidaknya dalam cerita ini, aksesori table, laptop, flash disc beraneka ragam yang bukan produk university press bisa memancing pembelian buku.

Cerita ini akan saya lengkapi dengan gambar dan link penghubung kalau ada waktu ya. Jadi harus sabar. Ikut sabbattical bukan berarti punya banyak free time. Eh tapi jelas punya banyak waktu main sama anak πŸ™‚ Itu yang dicari…
Selamat week end.

Here’s some pictures about the place:

20140313-141542.jpg
A snapshot of the exterior of the store.

20140313-141651.jpg
A scene of the store’s interior. Just like any other university book store, full of shelves, narrow alleys πŸ™‚

20140313-141815.jpg
Some of the items. They even sale sport equipments.

20140313-141915.jpg
Accessories and stationary section. This is the place that mostly attracts students.

20140313-142024.jpg
Stacks of books from partner publisher

20140313-142245.jpg
Sample of lecture notes. It comes with variation of paper size. They have the ordinary A4 size, small A5 size, to big A3 size for design and architectural class handouts.

#Sydney — Post from physical keyboard —

After months of typing on virtual keyboard, finally I’m typing this post from my iPad mini, with Logitech Folio keyboard support. Actually my wife (bought this one, I just borrow it πŸ™‚ We decided to go with the flashy yellow one.

The keyboard is fairly thin and very light. It holds the iPad to stand firmly with its magnetic pad. The chiclet-style keys also comfortable to typed-on, without bumping your fingers one to another, offcourse if your fingers have the size of regular Asian like mine. The battery life is also fairly good. One recharge allows you to type continuously for averagely 15-20 hours. So if you have like 5 hours of continuous typing then it can go for up to three days on single recharge cycle. For those of you who are a random writer, this thing can maximize the work out of your random brain πŸ™‚ without having to wait for laptop booting sequence of short laptop battery life. Just type on it then sync with your laptop when you have time.

The price though is moderate, just look for the cheapest one from several store. I bought it at Harvey-Normanby the way. But offcourse you can’t compare it with the cheper one that sold at general store, their poor keyboard and stand. You might wan to compare it with its closest competitor, the Kensington model. I believe it has more space for palm rest.

Well that’s all folks. Just a quick review before you make a decision.