Intermittent Wipers not Working/Parking on 505 GTi Series II

As quoted from http://grapevine.net.au/~nixhouse/images/advert2.jpg&imgrefurl=http://grapevine.net.au/~nixhouse/content/adverts.htm&h=226&w=301&sz=11&hl=id&start=9&tbnid=8Q2bwB1uwIy0LM:&tbnh=87&tbnw=116&prev=/images%3Fq%3D%2522Peugeot%2Blover%2522%26gbv%3D2%26svnum%3D10%26hl%3Did%26sa%3DG
Technical Article – Intermittent Wipers not Working/Parking on 505 GTi Series II

When I first purchased my 1988 505 GTi Wagon it had a couple of annoying problems with the windscreen wipers as follows:

  1. the intermittent setting (first position) did not work – the wipers did not move and adjusting the speed slider on the stalk made no difference; and
  2. while the low speed (second position) and high speed (third position) wiper settings both worked, the wipers would not return to the horizontal position automatically when the wipers were switched off.
After spending a lot of time trying to locate the wiper control relay (both physically and on the wiring diagram!) I gave up and posted a request for help to the Yahoo Peugeot list. I received two replies the next day – one from “Jason” and another from “George”.  Using the information they provided I was finally able to fix the problem (thanks guys).
The procedure was as follows:

  1. Undo the screws that hold the plastic “knee protector” up under the steering column and lower it down to the floor.
  2. Locate the wiper control relay.  On my 1988 wagon it has a blue plastic cover and is located under the dash board to the right of the steering column (refer to photo).
  3. With the ignition switch in the accessories position (car not running) you should be able to hear the control relay click as you move the wiper stalk from off to each position. If you don’t hear a “click” in the intermittent wipe position, then possible suspects are the contacts on the stalk slider control or possibly the wiper control relay itself.

To clean the wiper control relay and wiper switch contacts:

Wiper Control Relay
The red arrow in the top right of this photo points to the wiper control relay (light blue housing). Note that the long black plastic box (paging unit for the car alarm) and a lot of the other untidy green wiring near this is not standard.
  1. Unplug the wiper switch from its wiring loom connector.
  2. Squirt some spray switch cleaner such as CRC Switch Cleaner Lubricant (available from Dick Smith Electronics) onto the wiper switch connectors and wipe off the residue with a cotton wool bud.
  3. Squirt some cleaner into the socket for the wiper switch, and also into the speed slider on the stalk.  Move the speed slider on the wiper control stalk up and down a couple of times so that the cleaner can penetrate.
  4. Unplug the blue wiper control relay from its socket.
  5. Using the switch cleaner, clean the lugs on the wiper control relay and also squirt some into its socket.
  6. Wait 15 minutes for any contact cleaner residue to evaporate then plug the wiper control relay back in.
To test if the cleaning worked, ensure that you have waited for at least 15 minutes for any contact cleaner residue to evaporate, then turn the ignition to the accessories position and switch the wipers on to the first (intermittent) position.  Adjust the speed slider on the stalk until it is on the fastest setting (furthest away from the steering wheel). Hopefully, the wipers will commence working as expected (and park correctly when switched off).

Simon Nix
20 April 2002

Lifestyle of a Young Indian Billionaire

As quoted

*Hidup Super si Superkaya *
*Bangun Istana Pribadi Tertinggi di Dunia

**Catatan: Dahlan Iskan**
*
BANYAK orang kerja kelewat keras untuk menjadi kaya. Setelah kaya, mau apa?
Mukesh Ambani, orang terkaya di India saat ini, mau bikin rumah yang tertinggi di dunia. Umurnya baru 51 tahun, jadi -insya Allah- masih akan lama menikmati rumah idamannya itu.
Rumah yang arsitekturnya akan sangat unik itu tahun lalu mulai dibangun dan baru akan selesai tahun depan. Tingginya 173 meter, sama dengan gedung pencakar langit berlantai 60. Berarti dua kali lipat ketinggian gedung Graha Pena Surabaya. Lokasinya di pusat bisnis Kota Mumbai (dulu Bombay) menghadap ke Laut Arabia.
Rumah itu akan diberi nama Istana Antilia, diambilkan dari nama mitologi pulau kecil di Samudera Atlantik, jauh di seberang Spanyol. Antilia dalam mitos lama bisa juga diartikan keberuntungan.
Tapi, bangunan setinggi itu hanya akan dia jadikan 27 lantai saja. Berarti, langit-langit tiap lantainya amat tinggi. Hampir tiga kali ketinggian lantai gedung bertingkat pada umumnya.
Untuk apa saja rumah tinggal setinggi 173 meter itu? Menurut laporan Mumbai Mirror, lantai 1 sampai 6 akan dipakai khusus untuk parkir mobil-mobilnya.
Ambani memang hobi koleksi mobil mewah. Menurut laporan itu, dia punya 160 mobil, satu jumlah yang tidak istimewa untuk ukuran penggemar mobil. Di Surabaya saja ada penggemar mobil yang punya koleksi hampir 200 unit, termasuk Ferrari, Lamborghini, Porsche, hingga BMW.
Semua mobil itu tidak akan dirawat di bengkel umum. Ambani merancang lantai
7 rumahnya khusus untuk bengkel dan reparasi mobil. Semua fasilitas perawatan mobil akan diadakan di lantai 7 itu, termasuk karyawan-karyawan yang mengerti tentang seluk-beluk mobil mewah.

Lantai di atasnya akan digunakan untuk pusat rekreasi: terutama gedung bioskop dengan kursi-kursi kulit yang mewah untuk 50 orang. Ambani akan mengundang keluarga dekat atau rekan-rekan bisnisnya nonton film di situ.
Lantai 9, 10, 11, dan 12 akan dia biarkan sebagai ruang terbuka tanpa dinding. Ada empat lantai balkon yang begitu luas yang dari situ bisa melihat birunya Laut Arabia. Di balkon-balkon itu pula akan dibangun kebun, sehingga meski berada di lantai atas, akan terasa seperti di taman biasa.
Lantai 13 dan 14 khusus untuk menjaga kesehatan badannya. Ada poliklinik keluarga dan ada pula pusat kebugaran dengan peralatan yang tidak kalah dari gym modern. Sudah tentu juga ada kolam renangnya. Kolam renang yang berada di ketinggian sekitar 50 meter.
Tamu-tamunya akan diterima di ruang tersendiri di lantai 17 dan 18. Di situ juga disediakan kamar-kamar, kalau-kalau tamunya harus menginap. Rumah tinggalnya sendiri menempati empat lantai di atasnya, yakni lantai 19, 20, 21, dan 22. Di empat lantai itulah Ambani bersama istri dan tiga anaknya akan bertempat tinggal.

Karena rumah tersebut harus sempurna, perawatan dan kebersihannya juga harus dijaga ketat. Untuk fasilitas pemeliharaan gedung itu saja, diperlukan tiga lantai tersendiri: lantai 23, 24, dan 25. Itu masih harus ditambah satu lantai lagi di atasnya untuk ruang mekanikal dan elektrikal.
Satu lantai lagi di atasnya khusus untuk panel control room yang berkaitan dengan penerbangan. Penerbangan? Ya. Di lantai atas memang ada lapangan helikopter yang cukup untuk empat pesawat itu. Ambani ke mana-mana memang harus naik heli. Bukan untuk kemewahan, tapi untuk tuntutan mobilitas kerjanya.
India, khususnya Mumbai, kini memang padat dengan mobil, sehingga macet di mana-mana. Terutama sejak mobil sedan murah mulai dipasarkan dengan harga hanya Rp 40 juta. Bahwa dia memiliki mobil 160 unit dan perawatannya selalu dilakukan dengan istimewa, tampaknya, mobil-mobil tersebut hanya akan lebih banyak parkir di enam lantai terbawah rumah barunya.

Meski Ambani baru memimpin perusahaannya pada 1981 (hanya setahun lebih dulu dari saya mulai memimpin Jawa Pos), hasilnya luar biasa. Orang boleh berangkat bersama-sama, tapi sampainya bisa amat berbeda. Bahkan, banyak pula yang tidak pernah sampai sama sekali.
Teman saya yang sama-sama berangkat pada tahun itu, yang kemudian pindah dari Surabaya ke Jakarta, tahun lalu mulai menempati istananya yang baru seluas satu hektare di daerah elite Kebayoran Baru, Jakarta. Harga rumahnya itu paling tidak Rp 200 miliar. Teman saya satunya lagi, yang juga berangkat bisnis pada tahun yang sama, baru saja membeli rumah seluas satu hektare di Pondok Indah, Jakarta. Karena kurang puas dengan tata ruang rumah yang baru dibelinya itu, dia ambil putusan untuk meruntuhkannya sama sekali dan membangun saja yang baru. Sedang saya, alhamdulillah, juga baru pindah rumah, tapi dari perumahan murah Tenggilis Mejoyo ke perumahan Ketintang, dekat rel kereta api jurusan Mojokerto yang ternyata selalu kebanjiran pada musim hujan.
Ambani, yang pekan lalu jadi berita hangat di banyak media internasional sehubungan dengan rumah barunya itu, memang sudah menjadi lambang keberhasilan ekonomi India. Ambani sudah mengalahkan Mittal. Padahal, masih belum lama kita terkaget-kaget oleh langkah Mittal yang spektakuler. Mittal, yang ketika berumur 24 tahun mulai membangun pabrik baja di Waru, Surabaya, kini menjadi pemilik pabrik baja terbesar di dunia setelah membeli pabrik-pabrik baja di lima benua.
Mittal juga bikin heboh dua tahun lalu ketika menyelenggarakan perkawinan anaknya dengan cara menyewa istana Versailles di Paris untuk menutup pesta tujuh hari tujuh malam. Dia juga membeli rumah mewah di daerah elite London, bertetangga dengan Sultan Bolkiah dari Brunei.
Memang, sangat banyak orang super-kaya baru di negara-negara yang baru membuka ekonominya. Ada yang karena fasilitas, ada yang karena hubungan baik dengan penguasa. Tapi, juga ada yang karena kerja keras. Kini, wanita terkaya di dunia dari hasil usahanya sendiri (bukan hasil warisan) muncul dari Tiongkok. Yakni, Madame Zhang Yin, pemilik pabrik kertas Sembilan Naga yang berasal dari Harbin, tapi mulai membangun pabriknya di Dongguan, Guangdong. Kini, Zhang juga baru berumur 50 tahun. Zhang juga baru pada 1980-an memulai bisnisnya, tapi dengan cepat bisa jadi “ratu kertas” Asia.
Mula-mula, anak miskin dari keluarga tentara tersebut hanyalah pengumpul kertas bekas, lalu memasokkan sampahnya itu ke pabrik kertas dan kemudian dia sendiri mendirikan pabrik kertas.

Rusia juga melahirkan konglomerat yang masuk deretan orang terkaya di dunia.
Itu juga pernah dialami Indonesia di awal ekonomi terbukanya pada 1970 dengan munculnya taipan seperti Liem Sioe Liong yang sempat masuk 10 besar orang terkaya di dunia. Kini, Tiongkok, Rusia, dan India memang bersaing dalam memasok nama-nama orang terkaya dalam daftar paling berduit di jagat raya.
Memang, sangat banyak reaksi dari masyarakat India terhadap “kegilaan”
Ambani itu. Mereka umumnya mengecam bagaimana Ambani tega membangun rumah yang berlebihan seperti itu di tengah-tengah masyarakat India yang masih sangat miskin. Berapa juta rumah sederhana yang bisa dibangun dari dana tersebut untuk disumbangkan kepada orang miskin. Bukankah rumah Ambani yang sekarang sudah tidak kurang suatu apa?

Tapi, ada juga yang memaklumi. Misalnya, reaksi yang dikirimkan ke sebuah media di Mumbai dalam bentuk surat pembaca. “Itu kan uang-uang Ambani sendiri. Untuk apa pun penggunaannya, ya terserah dia sendiri,” katanya.
“Dia pinter, bapaknya menyiapkannya dengan baik, dia juga kerja keras, mengapa tidak boleh menikmati hasilnya?” kata yang lain.
Menarik juga bagaimana ayah Ambani mempersiapkan anaknya dulu dan bagaimana pikiran Ambani sendiri untuk kemajuan India.

*Guru Khusus Ajari Anak Kemasyarakatan

*CUKUP unik cara Dhirubhai Ambani menyiapkan anaknya, Mukhes Ambani, agar kelak di tahun 2000-an jadi salah satu di antara 20 orang terkaya dunia.
Ketika Mukhes masih kecil, Dhirubhai tiap hari membuka halaman iklan mini di koran lokal Mumbai (d/h Bombay). Dia mengamati siapa saja yang hari itu ingin mencari pekerjaan sebagai guru. Suatu hari, Dharabhai memanggil beberapa pengiklan itu untuk dites. Dia ingin mencari seorang guru bagi anaknya. Untuk memberikan bimbingan di luar jam sekolah.
Les privat? Bukan! Guru itu diminta menjadi teman bicara dan teman bermain saja bagi anaknya. Sang guru boleh mengajak Ambani-kecil pergi ke mana saja di dalam Kota Mumbai. Ke kebun binatang, ke pasar, ke pantai, ke mana pun mereka berdua ingin pergi. Lalu, di saat liburan sekolah, sang guru diminta mengajak Ambani pergi ke desa-desa melihat kehidupan di pedesaan selama dua minggu.
Syaratnya, sang guru tentu harus bisa menjawab “pertanyaan-anak-kecil” apa pun dari Ambani mengenai yang sedang dilihatnya. Yakni, jawaban yang sifatnya mendidik, merangsang lahirnya pemikiran, dan tidak asal jawab.
Itulah sebabnya ketika melakukan seleksi terhadap calon guru anaknya itu, Dhirubhai amat hati-hati. Jangan sampai anaknya mendapatkan guru yang hanya bisa asal-jawab atau hanya suka menekan anak kecil.
Dari sistem itu, Dhirubhai ingin anaknya mendapatkan pandangan yang luas mengenai kehidupan sehari-hari di masyarakat. Terutama setelah di sekolah anaknya mendapatkan pelajaran yang penuh dengan kedisiplinan ilmu. Untuk memperoleh sukses dalam hidup, pelajaran kemasyarakatan tidak kalah penting daripada pelajaran keilmuan. Bukankah banyak sekali orang yang sangat pintar, tapi tidak sukses dalam hidup?

Koran-koran Mumbai menceritakan riwayat hidup Ambani -yang jadi bahan utama tulisan ini- dengan penuh kekaguman dan kritis. Tidak jarang Ambani jadi sasaran empuk pemberitaan media setempat karena praktik-praktik bisnisnya yang dianggap kurang fair.
Tapi, harus diakui bahwa ayahnya memang berperan amat besar. Sang ayah memang sudah jadi pengusaha meski belum tergolong sangat besar. Lalu, sang ayah pula yang merintis berdirinya perusahaan tekstil di tahun 1975 yang jadi landasan bisnisnya sekarang. Bisnis tekstil dianggap punya masa depan karena menyangkut hajat hidup satu miliar penduduk India.
Lantaran keluarga Dhirubhai memasuki bisnis tekstil, sang ayah menyarankan agar Ambani masuk ke fakultas teknik mesin. Dia harus mendalami engineering.
Tapi, Ambani memilih masuk fakultas teknik kimia. Mengapa? Ini gara-gara film Hollywood yang amat terkenal saat itu, The Graduate. Setelah nonton film tersebut, Ambani terkesan bahwa plastik akan jadi masa depan yang menggairahkan. Untuk itu, dia harus belajar kimia, bukan mesin.

Setelah tamat Universitas Bombay dan memiliki gelar sarjana kimia, Ambani disekolahkan lagi ke USA. Di sinilah, di Stanford University (salah satu universitas terkemuka di AS yang tidak jauh dari San Fransisco), Ambani meraih MBA. Dia beruntung saat kuliah di Stanford, dua orang profesor ekonomi terkemuka menjadi pembimbingnya. Ambani mengakui dua ekonom itu sangat memengaruhi jalan hidupnya. Yakni, Profesor M.M. Sharma dan pemenang Nobel ekonomi Profesor Bill Sharpe. Guru besar yang pertama selalu bertanya, “Dari kimia, apa yang bisa kamu kerjakan untuk menghasilkan uang?” Sedangkan sang pemenang Nobel selalu bertanya, “Bagaimana kamu bisa mengerjakan suatu hal yang berbeda untuk dunia?”
“Dua guru besar itu selalu mengajari kita untuk bisa berpikir di luar kotak-kotak yang sudah ada,” katanya pada suatu wawancara dengan media setempat. Nah, dari situlah, Ambani memiliki ide untuk memasuki industri polyester. Dengan mengembangkan produk polyester, dia akan bisa mengubah dan memperbesar bisnis tekstil bapaknya. Ambani senang karena bapaknya langsung setuju. Tapi, Ambani juga kecewa karena ide itu langsung dikerjakan oleh bapaknya tanpa menunggu Ambani pulang ke India. Padahal, Ambani masih harus menyelesaikan kuliah masternya 1,5 tahun lagi. Ambani ingin dia sendirilah yang akan memulai proyek polyester-nya.
Bagi bapaknya, menunggu 1,5 tahun lagi bisa akan kehilangan momentum. Bapaknya memang sangat agresif. Kalau tidak, bagaimana hanya dalam waktu 15 tahun perusahaannya sudah berhasil menjadi salah satu yang terbesar di dunia.
Apalagi, setelah mendapat gelar MBA, Ambani ternyata masih harus menambah pengalaman yang lain lagi. Kalau semasa kecil Ambani dapat bimbingan pelajaran kemasyarakatan dari guru ekstrakurikulernya, maka setamat Stanford, dia memasuki pergaulan besar yang akan menambah network-nya kelak.
Dia mendapat kesempatan bekerja di lembaga di bawah Bank Dunia selama enam bulan. Yakni, lembaga yang disebut Program Bank Dunia untuk profesional muda.

Pulang ke Mumbai, Ambani langsung terjun ke grup perusahaan bapaknya, Reliance Group. Dia bekerja di bawah direksi yang sudah ada. Namun, semua itu tidak membuat canggung karena Ambani sudah kenal mereka. Sebab, sejak masih di SMA, Ambani dari sekolah tidak pulang ke rumah, melainkan ke kantor itu. Dia mulai praktik kerja sejak masih amat remaja.
Magang yang amat dini itu sangat berguna karena, ternyata, sang bapak tidak berumur panjang. Pada tahun 2002, bapaknya meninggal setelah beberapa lama menderita stroke. Ambani tampil sebagai pimpinan puncak meski dia masih punya adik yang bernama Anil Ambani. Dua-duanya pintar dan agresif.
Dua-duanya mengendalikan perusahaan yang selama sepuluh tahun sering ganti nama karena seringnya melakukan merger di antara anak-anak perusahaan dalam grup.

Kini Reliance Group menjadi grup usaha terbesar di India, mengalahkan Laksmi Mittal dan Tata Group. Tahun lalu, omsetnya melampaui Rp 200 triliun dengan laba lebih dari Rp 20 triliun. Ini berarti Reliance Group sama dengan 20 kali Gudang Garam. Karyawannya secara keseluruhan mencapai 80.000 orang.
Usahanya juga berkembang ke kilang minyak dan pertambangannya sekaligus.
Kilang minyaknya di Gujarat menjadi yang terbesar ketiga di dunia. Di sebelahnya didirikan pula industri petrokimia yang terkait langsung dengan kilangnya itu. Maka, berdirilah di kompleks Gujarat tersebut, pabrik polyester fiber dan yarn terbesar di dunia, pabrik paraxylene nomor 4 terbesar di dunia, pabrik purified therepthalic acid nomor 5 terbesar di dunia, juga pabrik polypropelene raksasa. Boleh dikata, kompleks itu merupakan industri pengolahan minyak dan kimia yang terkait dengan minyak yang paling terintegrasi. Kompleks seperti itu pula yang dulu dirancang untuk didirikan di Tuban, namun setelah dimulai 12 tahun lalu, sampai sekarang masih tetap mangkrak.

Memang, perjalanan yang amat cepat perusahaan itu masih belum teruji untuk jangka panjang. Rating-nya di dunia memang cukup baik (bbb dan baa) serta bisa mendapatkan kepercayaan untuk memperoleh dana obligasi dengan masa pengembalian 50 sampai 100 tahun. Namun, mulai juga ada gejala pepecahan antara Mukesh Ambani dan Anil Ambani.
Bahkan, perselisihan itu sudah masuk ke pengadilan tinggi Mumbai. Ini terjadi justru ketika perusahaan berhasil menemukan cadangan gas alam yang amat besar di pantai timur India. Yakni, 40 juta mmbtu atau 40 triliun btu, dan akan naik dua kali lipat beberapa tahun lagi. Gas itu sudah dapat digali dan tahun depan sudah akan menghasilkan.
Dua tahun lalu, sang kakak dan sang adik (dalam posisi masing-masing sebagai pimpinan anak perusahaan dalam Reliance Group) menandatangani kontrak penjualan gas tersebut. Sebagai pemimpin anak perusahaan yang sedang membangun pembangkit listrik di dekat New Delhi sebesar 8.000 MW, Anil akan mendapatkan jatah pertama gas tersebut. Tapi, sebagai pemimpin anak perusahaan yang membawahkan perusahaan penambangan gas tersebut, sang kakak ingin juga memperoleh harga jual yang lebih tinggi kepada pihak lain. Sebab, perusahaan yang di bawah adiknya, sesuai dengan kontrak, akan membeli gas tersebut USD 2,45 per ton, suatu harga yang lumayan saat itu, tapi sudah terlalu murah sekarang ini. Perselisihan tidak bisa diselesaikan di tingkat holding karena keduanya sama-sama duduk sebagai pemimpin holding company.
Karena perkara itu sampai ke pengadilan, lantas beredar rumor bahwa kakak-beradik Ambani akan berpisah. Masyarakat India ramai membicarakannya.
Kalau benar-benar gak bisa rukun lagi, bisa jadi perusahaan akan dibelah dua. Sangat mungkin sang kakak akan mengambil bisnis tekstil, petrokimia, dan ritel. Sedangkan sang adik akan mengambil perusahaan gas dan pembangkit listrik. Tapi, banyak juga yang berdoa agar jangan terjadi perpisahan itu karena hanya akan merugikan pemegang saham publik.

Memang, kalau sampai terjadi perpisahan itu, sebuah berita besar akan menanti. Maklum, perusahaan lagi agresif-agresifnya berekspansi. Grup ini baru saja mulai masuk ke ritel, dengan cara yang amat berbeda dengan apa yang sudah dilakukan Walmart atau Carrefour di Tiongkok. Dia membangun jaringan ritel bukan setelah daya beli masyarakat ada, tapi justru untuk menciptakan daya beli masyarakat. Caranya, Reliance langsung terjun ke pembinaan petani produsen dan membina mereka bagaimana bertani cara baru.
Dengan demikian, petani memperoleh penghasilan sembilan kali lipat daripada cara tradisional -suatu langkah yang akan menarik kalau ditulis secara khusus untuk itu.
Ada lagi bisnis barunya yang juga baru mulai: mengelola dua kawasan ekonomi khusus di Mumbai. India memang belajar dari Tiongkok untuk membangun ekonominya. Termasuk bagaimana harus menciptakan sebanyak-banyaknya kawasan ekonomi khusus. Wapres kita, Yusuf Kalla, juga ingin sekali segera membuat lima kawasan ekonomi khusus di Indonesia, tapi banyak sekali hambatannya.
“Kita harus benar-benar belajar apa yang terjadi di Shenzhen, Shanghai, dan kawasan lain di Tiongkok,” ujar Ambani. Ekonomi India kini memang diunggulkan jadi calon raksasa berikutnya setelah Tiongkok. Bahkan, dunia sudah mulai membayangkan kalau ekonomi Chindia digabung, bisa akan membalik dunia. “Chindia”, sayangnya, adalah singkatan untuk China-India, bukan China-Indonesia.

–~–~———~–~—-~————~——-~–~—-~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org

Peugeot: Facts and Fictions

fact or fiction

[image from: www.teleread.com]

[first posted 24 Sept 2007, last updated 14 April 2014]

[last updated 14 Februari 2015]

Tulisan ini bukti lain bahwa tulisan lebih abadi dibanding lisan. Dibuat tahun 2007 dan sampai hari ini masih dibaca. Silahkan simak tags “WTF” dan “Writing is Totally Fun” untuk post yang lebih “serius”.


As quoted from selected threads at Peugeot 505 comm miling list. Moral of the story-nya, kalau sudah naksir sama satu brand ya tempuh saja, beli mobilnya. Tentunya dengan certain degree of testing ya. Jangan beli “kucing dalam karung”. Buka banyak pilihan, tes satu-satu. Bawa ke bengkel spesialis Peugeot (banyak link di internet). Seperti saya, begitu nekat beli pug 505 (tahun 2002), jadi ketagihan. Nambah 504 baru-baru ini (tapi ini terjadi sebelum saya merantau ke Sydney ya).

Tanya:

Saya tertarik lihat tongkrongan peugeot, karena kelihatan elegant Tapi temen2 ngomong ada anggapan mengenai peugeot yaitu :

  1. Mesin gampang panas
  2. Sparepart mahal
  3. Boros.

Saya jadi ragu2 pengin beli peugeot ini. Mungkin teman2 punya tanggapan tentang keadaan yg sebenarnya?

[code lang=text]
<br />xxx

Respons:

Kalo nanya ke sini cari racun Oom…

<span style="font-size: 10pt; font-family: 'Georgia', 'serif';"> Kan di sini para penggemar/pemerhati Peugeot.
Jawabannya pasti:
– Mesin nggak cepat panas kalo kondisi standar (nggak bekas dioprek-oprek)
– Spare parts So So…. ada yang murah ada yang mahal
– Boros?? Tergantung beratnya kaki dan setelannya sehat atau tidak?</span>

Kalo pegang dari baru… nggak ada masalah,
kecuali harga jual kembalinya yang terjun bebas.

Kalo mau pegang yang bekas….
Pastikan yang pegang sebelumnya care dan apik.
Kalo nggak, mitos-mitos yang ada benar adanya.

Kalo ragu-ragu mendingan jangan….
Daripada jadi "irrasional" seperti orang-orang di sini.
Termasuk saya 🙂

Salam,
ADP
<!– [if !supportLineBreakNewLine]–>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
<span style="font-size: 10pt; font-family: 'Georgia', 'serif';">namanya uda brani jadi pug lover, yg penting siap mental aja, waktu
pertama pegang 307 ini, keluarga/temen gaul juga nanya, kagak salah
nih ? yg dukung cuma anak ke-1, dia hobi banget liat 307sw…
paling enak emang miara pug dari baru, krn tau sejarah dan seluk
beluknya,
tp kalo belon waktunya, ya, kita rawat lebih telaten aja, pasti ok
dan lancar koq. Sedikit lebih teliti, yes, spare part mahal ? tidak
juga lah. byk Oom/tante di sini yang hopeng banget ama Bengkel Resmi
dan kalo ada sedikit error di mobil, sering juga tidak perlu bayar
kalo cuma setel dikit2…
kalo cari yg seken, ada Oom2 disini yg bisa bantu kasih free sarans…</span>

salam,
ho
<!– [if !supportLineBreakNewLine]–>

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

<span style="font-size: 10pt; font-family: 'Georgia', 'serif';">Om xxx.
Kalau pake 306 sih emang males ngerem….beberapa kali pulang magelang…brenti karena cuma kebelet….dan pastinya serasa jalan sendiririan (*ngga ono sing nyusul)
DC
<!– [if !supportLineBreakNewLine]–></span>

<span style="font-size: 10pt; font-family: 'Georgia', 'serif';">1. Mesin gampang panas itu adalah paradigma masyarakat Indonesia
terhadap image Peugeot, biasanya yang ngomong itu nggak pernah punya
Peugeot.
2. Spareparts mahal… harus ada bandingannya… Kalau compared to
kendaraan niaga… maka "Yesss, parts Peugeot mostly lebih mahal".
3. Boros…. tergantung typenya apa….Saya pake pake 806 ke Jakarta –
Jogja pp 3 malam/4 hari nggak perlu refueling…. Ke Purwokerto 3 malam
pp pake 307 SW juga nggak perlu refueling…. Nah pake 306… Jakarta –
Jogja nggak perlu refuel di jalan… driving stylenya… yah nggak ada
yang nyusul deh :-)</span>

xxxx

<span style="font-size: 10pt; font-family: 'Georgia', 'serif';">Gampang panas itu maksudnya apa? Overheat? kalau itu maksudnya, semua
mobil akan alami kalau pemiliknya tidak care.</span>

Mungkin yang dibilang orang2 yg belum pernah pake peugeot itu adalah
penunjuk temperaturnya yang berbeda dgn mobil2 jepang, di peugeot
menggunakan angka2, pada temperatur normal jarum akan berada di tengah
dan menunjukkan angka 90C. Kalau di mobil2 jepang tidak ada angka2nya yg
ada hanya jarum berada di tengah2 kalau suhunya normal.

Spare part mahal? Kayaknya sama aja dengan mobil2 lainnya. Malah ada
part yg murah, pengalaman saya, untuk shock ori atoyot absolut sebijinya
1 juta (itu dulu), kalau di 405 atau 406, 1 juta itu dapet sepasang
shock ori.

Boros, tergantung serinya, kalau 406 atau 405 yg 2000cc sama aja
borosnya dengan Atoyot Absolut yg 2000cc kalau di jalan macet tapi kalau
keluar kota bisa dapet 1:11 atau 1:12, kalau 306 atau 206 yg di bawah
2000cc pastinya jauh lebih irit.

Yang pasti beli peugeot itu enak karena harganya murah2 ngga sebanding
dengan kenyaman yg didapatkan, tapi giliran mau jual kembali sudah pasti
harga jauuhh lebih rendah dibandingkan pas belinya heheheh. Dan biasanya
kalau dah punya pug suka ngga mau lagi pake merk lain……nyaman banget
gitu lo

Salam
zxx

<span style="font-size: 10pt; font-family: 'Georgia', 'serif';">Merc boros? ah mitos tuh 😀 tiger 280 betul boros, tapi merc yg anyar2 mah
irit tante. Gak usah kuatir beli peugeot lah tante, kelemahannya cuma
beberapa komponen suka pake 'cheap material' terutama plastik, tapi itu no
big deal. tidak lebih menyeramkan daripada miara sebuah Audi 😀 Pastiin aja
AC nya bekerja dgn baik, kalo gak, bisa bikin muak sampe pengen jual itu
mobil deh :-D</span>

[/code]

Baca juga proyek buku saya (Scientific) Writing is Totally Fun (WTF).

Peugeot 505: Sharing central lock problem

As quoted from Peugeot 505 Comm miling list

Dear 505’ers,
Saya Ingin berbagi pengalaman ttng Central Lock Blue Heaven yang sudah ngadat selama 4 bulan. Seperti kata pepatah “Hidup g’ mau dan matipun segan” . Banyak analisa mekanik yang menetapkan tersangka adalah Main Switch Door Lock dan Actuator Central Lock, cuma keingetan harga motor actuator C/L sekarang mendekati kepala 5 jadi mikir-mikir panjang sebelum menebusnya. Pernah dicoba di test motor actuator C/L ini dengan jalan di-jumper langsung dengan stroom & semua berfungsi baik dan setahu saya Actuator C/L 505 terkenal bandel.

Setelah dipasang dibalik door triming, kadangkala berfungsi mau mengunci tapi g’ bisa dibuka (lebih banyak g’ bisa dibukanya semua pintu), solusinya setiap pergi kemana mana waktu parkir ditempat umum g’ pernah dikunci sama sekali termasuk bagasi…pasrah saja dan syukur alhamdulillah g’ ada yang mau jahil sama Blue Heaven.

Karena penasaran (bukan arwah lho) …baru hari sabtu kemarin coba baca buku primbon Hayness Chapter 12 Electrical System, buka bagian bawah coulum steer dan disisi kiri terdapat satu box persegi panjang warna hitam yang belum pernah di utak-atik, namanya Central Locking System Electronic Control Unit (CLS-ECU) , pada wiring diagram Hayness digambarkan seluruh jalur actuator 4 pintu, gasoline Flap dan bagasi mengarah ke box ini semua. Berarti ini “otak” yang memberi perintah dari kepada semua pintu. Waktu box dibuka, isinya berupa PCB (Printed Circuit Board) yang terdiri dari komponen electronic seperti 2 Spool, transistors, condensators, diode dll. Waktu diamati ada satu komponen (look like Condensor i thought – see pictures) yang lepas solderannya. Merasa yakin bagian ini terlepas akhirnya disolder ulang…….

Voiiillaaaaaaaaaa…….central lock running well! ….jgrek..jgrek…jgrek…(suara nyaring ciri khas Actuator C/L 505 when working). Alhamdulillah akhirnya g’ jadi menebus Actuator Central Lock baru walau harus direpotkan selama 4 bulan tanpa mengunci pintu.

Kesimpulannya, perlu kesabaran dalam menganalisa suatu problems dan rajin membaca buku primbon Hayness sesuai dengan introductionnya …this manual is to help you get the best value from your 505, it can do so in several ways and help you decide what work must be done and giving logical course of action and diagnosis when random faults occur….”

Salam seneng banget…
Blue Heaven. (Heru Penstyobudi)
b505gr/ gr’83

Keeping a Peugeot Running (an art of wisdom)

As quoted from Peugeot 505 Comm miling list

Sharing your entusiasms juga Om Heru…

Memang diperlukan common sense dan ketelitian mulai dari hal paling
basic sampai yg advanced. Di Peugeot hal hal yg tidak memungkinkan kata
kebanyakan mechanic karena dianggap sepele dan not in their level
menurut mereka, ternyata bisa bikin ngadat mobil2 ini (esp. older pugs,
like mine). Kadang replacement partsnya gak seberapa tapi kita mikir
troubleshooting yang costnya sudah ratusan ribu bahkan jutaan untuk
repairnya.

Kejadian sama engine PRV mobilku yg selama dipelihara selalu pincang ,
engine bank kiri mbrebet gak ada combustion antara kabut bensin dan
busi, jadi bau bensin mentah keluar dari knalpot kiri. Hampir setahun
berkutat dengan timing sequence, tune up, electrical dll… sampe mau
turun mesin…..gak ada hasil.. Diagnosa2 nya pokoknya bikin budget
selangit…

Setelah bosen ke bengkel akhirnya ngoprek sendiri dan sebabnya cuma
Carbon (arang) yang patah di dalam kepala distributor. Ternyata
distributor cap nya pake dual carbon untuk spark platina… (Barang
Gocenk dapet dua)

Mikirnya udah ke ganti timing, turun setengah mesin dll… Padahal
cuma…. GOCENK Dan diagram itu always there di buku manual. Cuma perlu
common sense untuk diagnosa problem nya.. Malu dan merasa bego hampir
setahun..

Salam

Nelsonfd

604 ’82

Mobil terbakar: Human error, not technological error

As quoted from Peugeot 505 Community.

Sebuah pelajaran bahwa perawatan mobil adalah vital. Dan itu tidak hanya berkait dengan merk tertentu saja. Merk Jepang ataupun Eropa, semuanya sama mempunyai potensi untuk terbakar, bila tidak dirawat dgn cermat. Berikut sekelumit kronologis penyebab terbakarnya sebuah Peugeot 505 di Jakarta baru-baru ini. Semoga menjadi pelajaran bagi kita semua.

>> Awalnya niatan oom Heru kebengkel untuk ganti selang
bensin yang memang sudah bocor, sekaligus pengen
tune-up, dll.

Dilala selang bensin yang dia beli oleh oom Heru
ternyata salah ukurannya, yaitu terlalu besar sehingga
tidak bisa dipakai.

Pihak bengkel menawarkan selang bensin copotan yang
memang kebetulan ada. Atas sepersetujuan dari oom
Heru, selang bensin tersebut dipasang dan kemudian
mobil di tune-up, setelah beres mobil sempet di tes
untuk dipakai jalan muter-muter segala dan aman-aman
sajah.

Karena sudah enak oom Heru pulang, dilala diperempatan
lampu merah depan republika, keluar asap dari dalam
kap depan. Kap mesin langsung dibuka dan ternyata
sudah ada api disana.

Dengan dibantu pedagang dan orang disekitar lokasi
akhirnya si-jago merah yang sedang asyik melahap
karet2 dan berbagai hal yang berbau plastik di dalam
kap mesin mobil dapat segera dipadamkan.

Berdasarkan keterangan dari oom Heru, semua yang
berbau karet dan plastik di bagian kap mesin habis
terbakar, sementara bodi dan yang lain2nya
alhamdulillah aman.

Sayangnya ane belum bisa menyuguhkan gambar dari
si-biru yang terbakar, karena tadi sore jam 5 saat
akan ke rumah oom Heru, yang bersangkutan lagi berada
di luar rumah.

Ane juga sempat ngobrol sama montirnya yang kebetulan
ane kenal, menurutnya kalau memang karena selang
bensin yang dipasang udah bocor, harusnya saat baru
dipasang udah ada bau bensin, tapi ini sempat melewati
tahapan tune-up dan muter-muter segala….. dan
kondisinya gak bermasalah………

menurut ene sih,
Kalau menang penyebabnya dari selang bensin , mungkin
mobil tidak bisa diselamatkan, karena kalau bensin
sudah kena api biasanya cepat benget merambatnya,
mungkin mobil bisa meladak kali ya…….?????

Atau bisa jadi ada konslet di kabel2
yaaa…????????????

Mungkin ada hikmah yang bisa kita petik bersama dari
kejadian ini.
Kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan bengkel, kok
gara-gara habis di tune-up atau ganti part, di
bengkel, malah mobil jadi terbakar….
Mungkin hal ini mengingatkan kita agar kita lebih
teliti dalam memberikan perawatan kepada mobil kita
yang memang relatif sudah berumur, apalagi untuk
menggganti part yang agak sensitif, mungkin akan lebih
baik kalau yang baru sajah jangan yang copotan, atau
memang yakin part tersebut dala kondisi yang okeh…..
gimana bro…..?????????

Ulasan Masalah Gempa di Indonesia

As quoted from IAGI miling list: a post from Mr. Awang Setyana

Tsunami terjadi kalau ada kolom air laut yang terganggu oleh pematahan vertikal dasar laut. Kita mengartikan pematahan vertikal adalah dip-slip fault, yang menembus dasar laut dari rupture zone hiposentrum/pusat/fokus gempa dangkal. Semakin dangkal pusat gempa, semakin mungkin pematahannya sampai ke dasar laut. Semakin dalam pusat gempa semakin mungkin pematahannya hanya sebagai blind fault, atau sesar yang tak sampai ke permukaan. Berdasarkan statistik, gempa dangkal yang menyebabkan tsunami adalah gempa dengan pusat lebih dangkal dari 45 km dan pematahannya vertikal.

Kita tahu pematahan vertikal (dip-slip) terdiri atas normal fault, reverse fault, dan thrust fault. Kalau dihubungkan dengan strike-slip fault seperti yang ditulis pak Franc, normal fault berkembang di lingkungan transtension atau releasing bend; sedangkan reverse dan thrust fault terjadi di tranpression atau restraining bend.

Berdasarkan kejadian2 tsunami, baik pematahan vertikal blok dasar laut oleh normal fault dan reverse/thrust fault menyebabkan tsunami. Saya sependapat dengan pak Franc bahwa normal faulting akan menyebabkan tsunami yang lebih besar dibandingkan reverse/thrust fault. Alasan ini didasarkan kepada wilayah “vakum” (meminjam istilah pak Franc) yang lebih besar yang dihasilkan oleh sesar normal dibandingkan reverse/thrust fault. Reverse/thrust fault juga akan membentuk wilayah vakum, tetapi tak akan sebesar normal faulting. Wilayah vakum reverse/thrust fault akan terjadi di sayap hanging wall block akibat lapisan ini miring oleh penyesaran naik atau anjak.  Sedangkan pada normal fault, wilayah vakumnya terbentuk lebih besar karena lapisan2 tiba-tiba runtuh atau seluruh hanging wall bocknya turun – jelas ini akan menciptakan wilayah vakum yang besar.

Tsunami terjadi hanya sebagai usaha kolom air menuju keseimbangannya kembali. Dalam normal faulting earthquake (EQ), airlaut tiba2 akan bergerak mengisi wilayah vakum normal fault di dasar laut, maka massa air di pantai2 terdekat akan surut tiba2 sebab massa air tetap sebegitu volumenya. Lalu, sesaat setelah itu, karena efek “bounce back” (meminjam lagi istilah pak Franc), atau saya sebut ayunan osilasi gelombang laut, air laut yang tersedot dari pantai itu melalui proses mekanika fluida akan kembali ke pantai dengan kecepatan ratusan km/jam, dengan massa yang sama tetapi dengan efek kejut dan membawa energi yang luar biasa besarnya (megajoules). Karena menuju pantai semakin mendangkal sementara massa air laut adalah tetap, akibatnya terjadi gelombang tsunami (run up) yang bisa beberapa meter lebih tinggi daripada biasanya. Ketinggian gelombang tsunami juga akan ditentukan oleh morfologi pantai, puluhan sentimeter sampai puluhan meter pernah tercatat sebagai run up  tsunami.

Pada thrusting fault EQ, airlaut di pantai bisa surut bisa tidak, bergantung kepada posisi vakum area limb thrust (sayap thrust) itu relatif terhadap pantai. Dalam kasus air menyurut, berarti vakum area dan vergency (arah) dari thrust/reverse frontal terhadap pantai. Hanya, seperti ditulis di atas, vakum area thrusting EQ lebih kecil dibandingkan vakum area normal faulting EQ, sehingga massa air yang dipindahkan pun lebih kecil; tetapi hunjaman thrusting perlu diperhitungkan juga sebagai efek pemindah massa air. Dan bila vergency hunjaman thrusting menuju pantai, maka ke situ pula kolom air akan dipindahkan, setelah sedikit melalui bounce back atau ayunan osilasi gelombang laut yang dipindahkan ke vakum area thrusting EQ (bila ada).

Maka pak Franc, kedua dip-slip fault itu bisa menyebabkan tsunami; hanya yang normal fault EQ bisa lebih besar daripada yang thrusting EQ. Gempa2 di sepanjang palung Sumatra dan Jawa umumnya thrusting EQ karena batas lempengnya konvergen.

Kasus “ledakan” pra-tsunami di Pangandaran, menurut pak Franc akibat efek airgun (seperti saat marine seismicsurvey) kolom air laut yang berlomba2 masuk ke wilayah vakum normal faulting EQ Pangandaran 17 Juli 2006. Saya kiranya kurang sependapat dengan pemikiran pak Franc sehingga suara ledakan itu tetap misteri yang harus dicari pemecahannya. Masalahnya, pematahan gempa Pangandaran bukan normal faulting, tetapi thrust faulting berdasarkan focal mechanism solution dan finite fault model-nya dengan strike N40 W dip 11 deg. Tsunami menyerbu pantai Pangandaran dengan ketinggian run up 2 meter, menyapu pantai Pangandaran, membunuh sekitar 350 orang. Thrust faulting EQ rata-rata memang menyebabkan run up tsunami 0-5 meter; tetapi dalam beberapa kasus run up-nya bisa sangat tinggi, seperti thrust faulting gempa Banyuwangi 2 Juni 1994, bermagnitude 7.8 yang membuat tsunami menyerbu pantai2 Banyuwangi dan Blambangan dengan run up setinggi 13 meter dan menewaskan 200 orang.

Bandingkan dengan tsunami-genic normal faulting EQ yang biasanya membuat run up tsunami tinggi. Suatu normal faulting EQ pernah terjadi di perairan Australia pada 20 Agustus 1977 bermagnitude 8.3. Dan gempa ini telah membuat tsunami dengan run up 15 meter ketika memasuki pantai terdekat dan menewaskan 200 orang (data dari USGS, 2006).

Run up tsunami akibat hantaman meteorit besar ke laut dan akibat material volkanik yang jatuh kembali ke laut dalam suatu letusan volkanik gunungapi bawahlaut akan lebih dahsyat lagi. Run-up tsunami letusan Krakatau 1883 di Selat Sunda telah menyebabkan tsunami setinggi 30 meter di pantai-pantai Lampung dan Banten (menurut Vrbeek, 1898; Willumsen, 2000, dan Winchester, 2002). Berapa besar run up tsunami akibat sebuah komet menghantam Bumi di Teluk Meksiko dan membuat kawah Chixculub serta memunahkan raksasa reptil pada K-T boundary 65 Ma ? Tak bisa dibayangkan akan setinggi apa.

Sekali lagi, run up tsunami juga akan dipengaruhi morfologi pantai setempat dan jelas oleg magnitude gempanya sendiri, tetapi saya sependapat dengan pak Franc bahwa normal faulting EQ akan lebih berbahaya menimbulkan tsunami besar dibandingkan thrust faulting EQ.

Toko part fiat di Jakarta

fiat-2011-logo-05

[image from: logoblink.com]

[first published 24 Sep 2007, last updated 14 April 2014]

As quoted from Indofiat Miling List

Silahkan simak tags “WTF” dan “Writing is Totally Fun” untuk post yang lebih “serius”.

[code lang=text]
<br />Toko part fiat di jkt
Posted by: "xxx"
Mon Sep 17, 2007 9:22 pm (PST)
Toko part fiat di jkt, udah ane simpen hampir 3 thn . Siapa tau
bermaanfaat:

1. Expo Motor, Proyek Senen Blok V Lt. 3 C 10 No.4, (021) 4210728
2. Menamo, Sawah Besar (sebelah A Sek), (021) 6496782, 6394725
3. Sentral Motor, Atrium Senen Lt.5, (021) 3846760
4. AMS Motor, Pasar Onderdil Dutamas Fatmawati Lt.2, (021) 72793721
5. Rezeki Motor, Jln. Sukarjo Wiryopranoto 28 – A, (021) 3857029
6. Citra, Atrium Senen Lt. 5 Blok D no. 7, (021) 2314622
7. Fiat Diesel, Taman Sari, Asem Reges, (021) 6398185, 753502251
8. Sinabung, Jl. Ir. H. Juanda No. 125 Ciputat, (021) 7492619, 0817-9152127
9. Borobudur Motor, Atrium Plaza Senen, Lt 5 Blok C no 79-80, (021) 3516462
10. Viva Wijaya, Jl. Sukarjo Wiryopranoto 83, Sawah Besar, (021) 6395935, 6295485
11. Persatuan Motor, Senen Inpres, belakangnya Toko Expo yg lama, 08161375331 (hpnya wijaya), 8501586 (rmh), 4214004 (toko)
12. Persatuan Motor , Proyek Senen Blok V lt. 3 no.9 (bukan di Atrium), (021) 4214004
13. Istana Fiat Auto Supply, KH Samanhudi no 21-Komplek Mitra Krekot, (021) 3866481, 3513472-3

[/code]

Montir-montir Fiat dan Fiat kampakan:

[code lang=text]
<br />Jejen Body Repair Fiat 0815-84256387
JURAGAN FIAT / WARUNG FIAT FACHRI 0817-765-309
CHANDRA REMPOA 08158787788
DARSO, KAMPAKAN 021-911-0344
OJAK MONTIR Sentul khusus kUno 021-8351347
RIAD Autosport Phone (021) 8489738.PD.Gede
Maman Montir FIAT DEPOK PANGGILAN 0856-1209021
ASEP MONTIR FIAT Baek utk UNO maupun kUno 085217028561
BENGKEL DINAMO Kang Jenuar 0813-15270396 CAWANG
BENGKEL DINAMO ACOY Jln Margonda Raya (Garuda DInamo) depan Unv
Gunadarma 0812-862-5023
Rasyid 08179931035 salah satu montir rujukan Indofiat
Darto 081385640555
Herman 081316013982
Mul mekanik rasyid 0815 85210093
Emon 0813.113.14541.

Pak Sabar Bengkel Dinamo, Motorstarter dengan biaya terjangkau
200 meter setelah pasar parung (dari arah War-Yat) depan Yamaha Motor

[/code]