Beberapa catatan dari Robert van der Hilst dari MIT

Live report presentasi Prof. Robert D van der Hilst of MIT EAPS (Department of Earth, Atmospheric and Planetary

Beberapa tautan terkait

Link GS

Link akun twitter @eapsmit

File catatan ini dalam format PDF dll telah tersedia daring di Repositori ITB

(Gambar dari news.mit.edu)

Beberapa point dalam presentasi yang bisa dicatat

  • Hati-hati dengan peringkat. Ini quote pertama yang beliau sampaikan, saat pendahuluan, bahkan sebelum memulai menjalankan slidenya. Akan ada dua bagian dalam presentasi ini.
  • 40 faculty, 150 grad students full profile lihat laman departemennya. Mayoritas mahasiswanya adalah pascasarjana.
  • Inti riset-risetnya sederhana, untuk dapat menjelaskan berbagai proses yang terjadi di bumi sebagai ekosistem, bukan hanya bebatuan: earth, planet, climate, and life (termasuk the origin of life). Perubahan iklim adalah salah satu tema penggerak riset di sana.
    • Earth: subtopik: GH gasses bagaimana ia mempengaruhi iklim, bagaimana distribusinya, bagaimana ia mempengaruhi kehidupan manusia.
    • Planets: mereka juga memperhatikan exo planets (new worlds, new discoveries), misal pluto. Hubungan antara bumi dengan matahari, proses-proses atmosfer.
    • Climate: rekonstruksi atmosfer, paleoclimate sebagai dasar untuk mengetahui berbagai perubahan yang mungkin akan terjadi di masa depan, juga berapa kecepatannya (rate). Regional efek perubahan iklim, bencana alam yang diakibatkan, risk assessment, komponen uncertainties and variability, peran awan (clouds) dalam perubahan iklim.
    • Life: perubahan bumi kepada sistem lingkungan, perubahan komposisi atmosfer dll.
  • Produktivitas dan kualitas seringkali tidak bisa berjalan bersama. Jadi perlu hati-hati. Saat ditanya, “apakah ada jumlah minimum paper yang Anda hasilkan dalam setahun?”, maka saya menjawab, “Saya tidak peduli dengan jumlah, selama kita bisa menulis satu artikel yang akan dibaca orang”.
  • EAPS selalu berupaya keras untuk merekognisi empat komponen: faculty, students, support staff, research staff. Empat komponen ini perlu bekerjasama. EAPS=400 people. Faculty = 23 full profs, 7 assoc prof, 7 assist prof. Gender balance (di mahasiswa dan staf) sangat bagus, kurang lebih 40%-50% mahasiswanya adalah perempuan.
  • Kunci pertama adalah faculty hiring dan faculty promotion. Ada cerita, salah satu staf yang akan di-hire, hanya punya 5 paper dengan metrik yang rendah, tapi pekerjaan berkualitas tinggi dan bersifat fundamental. Seleksi mahasiswa (terutama) graduate sangat ketat.
  • Peringkat memang penting, tapi bukan yang utama, perlu hati-hati menyikapinya (diulang lagi). Yg penting tradisi kualitas. Tapi, peringkat seringkali hanya merekam tradisi kualitas yang steady state. Tradisi kualitas perlu berkembang mengikuti zaman.
  • Factors for success:
    • bersinergi: eksploitasi sinergi, integrasi multidisiplin, open structure (jangan aturan yang mengekang)
    • mitra dengan industri: ini memang sulit (diakui)
    • kolaborasi across campus
    • komitmen kualitas di segala sisi:
      • seleksi, rekrutmen, to retain best students and faculty: dalam seleksi tidak pernah ditanya masalah H-index, jumlah sitasi dan yang sejenisnya (we have never asked those numbers. we don't care about numbers). Real impact yang penting dan ini sangat subyektif dan bisa berarti luas.
      • meritocracy counts, not the pedigree. Bukan siapa anda, tapi apa yang anda kerjakan. Ini berlaku untuk empat komponen (dosen, mahasiswa, research staff, supporting staff).
      • diversity/equality is important: talent has no gender, color, or religion.
      • quality of life: excellence requires a healthy work environment, family life is important. MIT memperhatikan child/day care juga. MIT EAPS as a place where everybode should feel welcome, sage, and able to excel.
      • riset penting, tapi teaching juga penting untuk diutamakan kualitasnya.
  • Point kewirausahaan: MIT energy initiative, MIT media lab, bisa jadi dua unit di MIT yang menonjol untuk manangani kewirausahaan.
  • Sumber dana riset: pemerintah (federal fund), private/konsorsium fund, yayasan (foundation), hibah/gift dari alumni, industri.
  • Dalam riset penting untuk diingat agar selalu dihubungkan dengan aktivitas manusia dan kehidupan.

QA session:

  1. Q: apakah arah ITB dan mayoritas universitas di Asia memandang peringkat adalah salah atau masih bisa dibenarkan? A: Tempatkan kualitas sebelum angka. Jadi kriteria kualitas dapat ditetapkan lebih dulu. Dan kriteria itu bisa saja berhubungan dengan “angka” atau tidak berhubungan sama sekali. ITB perlu menetapkan itu. MIT memelihara kriteria kualitas yang ketat sejak (mungkin) PD II. Tapi Robert juga menyampaikan bahwa “angka-angka metrik” bisa jadi driving force untuk mengundang mahasiswa, dana riset dll. Tapi kembali lagi, akan salah kalau ITB menempatkan angka sebagai target.
  2. Q: Bagaimana MIT memandang kolaborasi di bidang lingkungan atau perubahan iklim dan bagaimana melakukannya? Karena satu bidang yang menarik bisa jadi tidak menarik di mata bidang yang lain, sehingga sulit untuk untuk diajak bekerjasama. A: Penentuan masalah sangat penting. Masalah akan sangat berkaitan dengan pihak-pihak di dalam dan di luar kampus yang penting untuk dilibatkan dalam menjawab masalah. Yang kedua tetap saja dana dan upaya kita untuk meyakinkan mereka bahwa bidang mereka sangat penting dalam menjawab masalah.
  3. Q: Bagaimana MIT dapat memasukkan hasil riset ke dalam kebijakan di AS? A: Bergaul dengan sistem pemerintah sangat penting, tapi saat mengusulkan berbagai hal tentang kebijakan jangan terlalu dalam masuk ke ranah politik. Kita selalu bicara dengan data.
  4. Q: Apakah MIT di masa mendatang berencana untuk memberikan pendidikan gratis? A: Pendidikan di AS memang sangat mahal (in general). Tapi MIT memberikan beasiswa untuk mahasiswa berdasarkan seleksi ketat. MIT juga memberikan Open Course Ware. Tapi personally, Robert memandang ada beberapa hal yang tidak dapat diberikan oleh pendidikan daring.
  5. Q1: Bagaimana mahasiswa MIT memanfaatkan waktu di luar kelas, Q2: Bagaimana mengimplementasi nilai-nilai MIT kepada para mahasiswanya, A1: Dulu mereka tidak punya banyak waktu. Tapi MIT yang sekarang telah mengadopsi konsep quality of life, jadi mahasiswa tidak hanya eat, sleep, study. Secara rinci Robert tidak tahu, tapi yang diketahui adalah bahwa waktu yang dihabiskan dengan perilaku yang iregular (tidak biasa); A2: Nilai-nilai MIT selalu disampaikan pada berbagai kesempatan.
  6. Q1: Apakah ada saran bagi yang ingin kuliah di MIT?; A1: untuk S1 sangat ketat dan siapapun kecuali tim seleksi tidak memiliki kewenangan untuk mengganggunya, untuk graduate student wewenang lebih banyak diberikan kepada departemen dan supervisor. Hubungan yang lebih personal sangat perlu bila akan melakukan pendekatan dengan staf departemen (dari manapun, bukan hanya MIT). Kebanyakan surel lamaran PhD yang dikirimkan kepada Robert, bersifat masal dan terlihat jelas juga dikirimkan ke banyak orang. Jadi pendekatan personal harus baik, dan itu termasuk komunikasi surel.