Menulis dalam Bahasa Indonesia dan menerjemahkannya ke Bahasa Inggris

Artikel ini sangat relevan dengan Perpres No 63 Tahun 2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia. Senada dengan regulasi itu, pesan dari artikel ini adalah utamakan menggunakan Bahasa Indonesia dan gunakan cara-cara non-konvensional untuk tetap mendapatkan audiens orang asing. Jadi ceritanya saya diminta menjawab satu pertanyaan dari anak usia SD untuk blog Anak Bertanya Mengapa asap gunung meletus berbahaya bagi manusia? Saya jelas menuliskannya dalam Bahasa Indonesia. Sekarang bagaimana caranya agar orang asing dapat pula membacanya? Pada artikel sebelumnya minggu lalu, saya hanya menggunakan Google Translate. Pada versi yang ini, saya menggunakan layanan translasi Matecat. Matecat adalah sebuah platform layanan translasi yang merupakan tempat berkumpulnya para translator. Anda tinggal mengunggah berkas yang akan ada translasi, kemudian klik tombol open job. Kemudian para translator akan melihat berkas anda dan akan menawarkan jasanya. Tapi anda dapat menggunakan Matecat dengan akun gratis dengan waktu translasi yang bisa lebih lama dibanding akun berbayar. Uniknya Matecat menerjemahkan berkas anda per paragraf. Berikut ini adalah beberapa perubahan ringan yang saya lakukan pada teks orisinal dalam Bahasa Indonesia untuk mendapatkan hasil translasi yang relatif lebih baik.
  1. Kurangi kalimat pasif,
  2. Ubah kata-kata tidak baku dengan opsi kata pengganti yang lebih umum, contoh: adik-adik menjadi anak-anak atau kalian,
  3. Mengubah susunan kalimat, misal: Para korban itu telah menghisap udara yang mengandung karbon dioksida sangat banyak (CO2) menjadi Para korban itu telah menghisap udara dengan kandungan karbon dioksida (CO2) banyak.
VersionIDEN
OriginalAdik-adik pernah mendengar tentang Gunung Vesuvius dan Kota Pompeii? Coba kalian cari di internet. Berikut adalah salah satu video dokumentasi Kota Pompeii yang ada di Youtube.Have you heard of Mount Vesuvius and the City of Pompeii? Try searching on the internet. Here is one of the Pompeii City documentation videos on Youtube.
RevisedPernahkah adik-adik mendengar tentang Gunung Vesuvius dan Kota Pompeii? Kalian bisa mencarinya di internet. Berikut adalah salah satu video dokumentasi tentang Kota Pompeii yang ada di Youtube.GT: Have you heard about Mount Vesuvius and the City of Pompeii? You can search for it on the internet. Here is one of the video documentation about the City of Pompeii on Youtube.

Matecat: Have you heard about Mount Vesuvius and the City of Pompeii? You can search for it on the internet. Here is one of the video documentation about the City of Pompeii on Youtube.
OriginalAlkisah pada tahun 79 (79 AD) Gunung Vesuvius di Italia meletus hebat. Energi letusannya meluluhlantakkan apapun yang ada di kaki gunung. Tapi kabarnya bukan hanya aliran piroklastik panas yang membunuh banyak penduduk Pompeii. Ada yang lain. Dan itu adalah gas yang sangat panas.Once upon a time in 79 (79 AD) Mount Vesuvius in Italy erupted violently. The energy of the eruption destroyed everything at the foot of the mountain. But it is reportedly not only the hot pyroclastic flow which killed many of the population of Pompeii. Any other. And that is a very hot gas.
RevisedAlkisah pada tahun 79 (79 AD) Gunung Vesuvius di Italia meletus hebat. Energi letusannya meluluhlantakkan apapun yang ada di kaki gunung. Tapi kabarnya bukan hanya aliran piroklastik panas yang membunuh banyak penduduk Pompeii. Ada hal yang lain. Dan itu adalah gas yang sangat panas.GT: Once upon a time in 79 (79 AD) Mount Vesuvius in Italy erupted violently. The energy of the eruption destroyed everything at the foot of the mountain. But it is reportedly not only the hot pyroclastic flow which killed many of the population of Pompeii. There is something else. And that is a very hot gas.

Matecat: Once upon a time in 79 (79 AD) Mount Vesuvius in Italy erupted violently. The energy of the eruption destroyed everything at the foot of the mountain. But it is reportedly not only the hot pyroclastic flow which killed many of the population of Pompeii. There was something else. And that is a very hot gas.
OriginalSaat adik-adik duduk di dekat perapian saat berkemah atau ada di dapur saat ibu atau ayah memasak, maka pasti akan merasakan udara panas bila mendekat ke arah kompor. Begitulah kurang lebih suasana saat gunung meletus. Bedanya adalah panas itu bisa menghantam kita ratusan km per jam kecepatannya.When younger siblings sit near the fireplace while camping or are in the kitchen when mom or dad cooks, then they will definitely feel hot air when approaching the stove. That’s more or less the atmosphere when the mountain erupted. The difference is that heat can hit us hundreds of miles per hour speed.
RevisedSaat kalian duduk di dekat perapian saat berkemah atau sedang ada di dapur saat ibu atau ayah memasak, maka pasti akan merasakan udara panas bila mendekat ke arah kompor. Begitulah kurang lebih rasanya saat gunung meletus. Perbedaannya adalah panas itu bisa menghantam kita dengan kecapatan ratusan km per jam.GT: When you sit by the fireplace while camping or when you are in the kitchen while your mother or father is cooking, you will definitely feel hot air when you approach the stove. That’s more or less like when a mountain erupts. The difference is that heat can hit us with a speed of hundreds of miles per hour.

Matecat: When you sit by the fire while camping or when you are in the kitchen when your mother or father cooks, you will definitely feel hot air when you approach the stove. That’s more or less like when a mountain erupts. The difference is that heat can hit us with a speed of hundreds of miles per hour.
OriginalPada kejadian yang lain, pada tanggal 21 Agustus 1986, terjadi erupsi gas volkanik di Danau Nyos di utara Kamerun (Afrika).,Danau Nyos merupakan sebuah danau kawah gunungapi. Pada hari itu, dasar,Danau Nyos mengeluarkan gas. Penduduk desa di sekitarnya, tidak ada,yang sadar, karena kejadiannya malam hari saat mereka tidur. Saat,bencana alam ini diketahui, korban jiwa telah mencapai lebih dari 1700,penduduk. Para korban itu telah menghisap udara yang mengandung karbon dioksida sangat banyak (CO2).On another occasion, on August 21, 1986, a volcanic gas eruption occurred at Lake Nyos in northern Cameroon (Africa). Lake Nyos is a volcanic crater lake. On that day, the bottom of Lake Nyos emitted gas. None of the residents of the surrounding villages were aware, because it happened at night when they slept. When this natural disaster was discovered, the death toll had reached more than 1700 inhabitants. The victims have sucked air that contains carbon dioxide very much (CO2).
RevisedPada kejadian yang lain, pada tanggal 21 Agustus 1986, terjadi erupsi gas volkanik di Danau Nyos di utara Kamerun (Afrika). Danau Nyos merupakan sebuah danau kawah gunungapi. Pada hari itu, gas merembes keluar dari dasar Danau Nyos. Penduduk desa di sekitarnya, tidak ada yang sadar, karena kejadiannya malam hari saat mereka tidur. Saat bencana alam ini diketahui, korban jiwa telah mencapai lebih dari 1700 penduduk. Para korban itu telah menghisap udara dengan kandungan karbon dioksida (CO2) banyak.GT: On another occasion, on August 21, 1986, a volcanic gas eruption occurred at Lake Nyos in northern Cameroon (Africa). Lake Nyos is a volcanic crater lake. On that day, gas leaked out from the bottom of Lake Nyos. None of the residents of the surrounding villages were aware, because it happened at night when they slept. When this natural disaster was discovered, the death toll had reached more than 1700 inhabitants. The victims have sucked air with a lot of carbon dioxide (CO2) content.

Matecat: On another occasion, on August 21, 1986, a volcanic gas eruption occurred at Lake Nyos in northern Cameroon (Africa). Lake Nyos is a volcanic crater lake. On that day, gas leaked out from the bottom of Lake Nyos. None of the residents of the surrounding villages were aware, because it happened at night when they slept. When this natural disaster was discovered, the death toll had reached more than 1700 inhabitants. The victims have sucked air with a lot of carbon dioxide (CO2) content.
OriginalSaat gunung meletus tidak hanya material lava dan piroklastik yang,dimuntahkannya, tetapi juga gas panas dan beracun. Gas beracun yang,antara lain mengandung karbon,dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), SO2 (sulfur dioksida), dan HCl,(Asam hidroklorida), hidrogen fluorida (HF), hidrogen sulfida (H2S),,amonia (NH3), dan metana (CH4) keluar dari kawah kemudian bercampur dengan udara sekitarnya. Udara itu juga memiliki tingkat keasaman (pH) yang tinggi.When a volcano erupts, it is not only lava and pyroclastic material that vomits, but also hot and toxic gas. Toxic gases which include carbon dioxide (CO2), carbon monoxide (CO), SO2 (sulfur dioxide), and HCl (Hydrochloric acid), hydrogen fluoride (HF), hydrogen sulfide (H2S), ammonia (NH3), and methane (CH4) out of the crater then mixes with the surrounding air. The air also has a high level of acidity (pH).
RevisedSaat gunung meletus, ia tidak hanya mengeluarkan material lava dan piroklastik, tetapi juga gas panas dan beracun. Gas beracun yang antara lain mengandung karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), SO2 (sulfur dioksida), dan HCl (Asam hidroklorida), hidrogen fluorida (HF), hidrogen sulfida (H2S), amonia (NH3), dan metana (CH4) keluar dari kawah kemudian bercampur dengan udara sekitarnya. Udara juga akan memiliki tingkat keasaman (pH) yang tinggi.GT: When a volcano erupts, it not only releases lava and pyroclastic material, but also hot and toxic gases. Toxic gases which include carbon dioxide (CO2), carbon monoxide (CO), SO2 (sulfur dioxide), and HCl (Hydrochloric acid), hydrogen fluoride (HF), hydrogen sulfide (H2S), ammonia (NH3), and methane (CH4) out of the crater then mixes with the surrounding air. Air will also have a high level of acidity (pH).

Matecat: When a volcano erupts, it not only releases lava and pyroclastic material, but also hot and toxic gases. Toxic gases which include carbon dioxide (CO2), carbon monoxide (CO), SO2 (sulfur dioxide), and HCl (Hydrochloric acid), hydrogen fluoride (HF), hydrogen sulfide (H2S), ammonia (NH3), and methane (CH4) out of the crater then mixes with the surrounding air. Air will also have a high level of acidity (pH).
OriginalSelain membuat badan menjadi lemas, bila terhisap terus-menerus bisa mengakibatkan iritasi pada organ badan manusia. Dalam proses iritasi, sel dan jaringan organ ibaratnya akan rusak dan meleleh.Pernahkah adik-adik melihat eksperimen daging ayam yang dicelupkan ke cairan asam?Berikut videonya.In addition to making the body limp, if sucked continuously it can cause irritation to human organs. In the process of irritation, cells and organ tissues are likely to be damaged and melted.Have you ever seen a chicken meat experiment dipped in acidic liquid?Here is the video.
RevisedSelain itu, gas itu bisa mengakibatkan iritasi pada organ badan manusia bila terhisap terus-menerus. Dalam proses iritasi, sel dan jaringan organ ibaratnya akan rusak dan meleleh.Pernahkah kalian melihat eksperimen daging ayam yang dicelupkan ke cairan asam? Berikut videonya.GT: In addition, the gas can cause irritation to human organs if sucked continuously. In the process of irritation, cells and organ tissues are likely to be damaged and melted.Have you ever seen chicken meat experiments dipped in acidic liquid?Here is the video.

Matecat: In addition, the gas can cause irritation to human organs if inhaled continuously. In the process of irritation, cells and organ tissues are like being damaged and melted. Have you ever seen an experiment of chicken meat dipped in acidic liquid? Here is the video.
OriginalSelain mengandung zat-zat kimia di atas, gas yang keluar saat gunung meletus juga mengandung serpihan kristal kaca yang sangat kecil (mikro). Kristal kaca itu hanya dapat dilihat menggunakan mikroskop (lihat foto di bawah ini). Tepiannya yang bergerigi tajam tentunya dapat melukai organ pernafasan manusia saat terhisap.In addition to containing the above chemicals, the gas that comes out when a volcano erupts also contains very small (micro) glass crystal flakes. Glass crystals can only be seen using a microscope (see photo below). The sharp jagged edges can certainly injure human respiratory organs when inhaled.
RevisedSelain mengandung zat-zat kimia tersebut di atas, gas yang keluar saat gunung meletus juga mengandung serpihan kaca yang sangat kecil (mikro), yang hanya dapat dilihat menggunakan mikroskop (lihat foto di bawah ini). Tepiannya yang bergerigi tajam tentunya dapat melukai organ pernafasan manusia saat terhisap.GT: In addition to containing the chemicals mentioned above, the gas that comes out when a volcano erupts also contains very small (micro) glass flakes, which can only be seen using a microscope (see photo below). The sharp jagged edges can certainly injure human respiratory organs when inhaled.

Matecat: In addition to containing the chemicals mentioned above, the gas that comes out when a volcano erupts also contains very small (micro) glass flakes, which can only be seen using a microscope (see photo below). The sharp jagged edges can certainly injure human respiratory organs when inhaled.
OriginalDemikian anak-anak, bahayanya gas volkanik yang keluar saat gunung api meletus. Kalau kalian tinggal di sekitar gunung api yang aktif pastikan selalu menyimpan masker di rumah. Segera pakai masker itu bila terjadi bencana. Ikuti ayah dan ibu untuk segera mengungsi. Saat ini pemberitahuan adanya bencana atau gejala akan terjadi letusan gunung api disiarkan secara cepat oleh stasiun berita radio dan televisi. Semoga kita semua dihindarkan dari bencana itu.Terima kasih sudah membaca ā€¦ šŸ™‚Similarly, brothers and sisters, the danger of volcanic gas that comes out when a volcano erupts. If you live around an active volcano, always make sure you keep a mask at home. Immediately wear the mask when disaster strikes. Follow the father and mother to evacuate immediately. At this time the notification of a disaster or symptoms of a volcanic eruption will be broadcast quickly by radio and television news stations. May we all be avoided from the disaster.Thanks for reading ā€¦ šŸ™‚
RevisedJadi anak-anak, itulah bahayanya gas volkanik yang keluar saat gunung api meletus. Kalau kalian tinggal di sekitar gunung api yang aktif pastikan selalu menyimpan masker di rumah. Segera pakai masker itu bila terjadi bencana. Ikuti ayah dan ibu untuk,mengungsi. Sekarang, pengumuman adanya bencana atau tanda akan terjadi letusan gunung api segera disiarkan oleh stasiun berita radio dan televisi. Semoga kita tidak mengalami bencana itu.Terima kasih sudah membaca ā€¦ šŸ™‚GT: So kids, that’s the danger of volcanic gas that comes out when a volcano erupts. If you live around an active volcano, always make sure you keep a mask at home. Immediately wear the mask when disaster strikes. Follow the father and mother to evacuate. Now, announcements of a disaster or a sign of a volcanic eruption will soon be broadcast by radio and television news stations. Hopefully we do not experience that disaster.Thanks for reading ā€¦ šŸ™‚

Matecat: So kids, that’s the danger of volcanic gas that comes out when a volcano erupts. If you live around an active volcano, always make sure you keep a mask at home. Immediately wear the mask when disaster strikes. Follow your father and mother to evacuate. Now, announcements of a disaster or a sign of a volcanic eruption will soon be broadcast by radio and television news stations. Hopefully we don’t have to experience that disaster. Thank you for reading ā€¦ šŸ™‚

About the author

My current focus is how to provide the hydrostratigraphy of volcanic aquifers in Bandung area. The research is based on environmental isotope measurement in groundwater and morphometry. My work consists of hydrochemical measurements. I am using multivariate statistical methods to provides more quantitative foundation for the analysis and more insight into the groundwater behavior, especially its interaction with surface water. I use open source apps like R and Python to do the job. In my spare time, I also have a side project to promote open science in Indonesia's research workflow. One of my current focus is promoting INARxiv, as the first preprint server of Indonesia (osf.io/preprints/inarxiv) and serving as ORCID and OSF (osf.io) ambassador. Research interest: Hydrochemistry, multivariate analysis, and R programming. Blog: dasaptaerwin.net, derwinirawan.wordpress.com. (https://orcid.org/0000-0002-1526-0863)