Retas budaya – GLAM dan Citizen Science

hackmd-github-sync-badge

Pada tanggal 6 November 2020, mulai pukul 16.30, akan diadakan kegiatan diskusi tentang RETAS BUDAYA: GLAM dan Citizen Science. Acara ini diselenggarakan oleh Goethe Institute dengan bekerja sama dengan LIPI dan beberapa pihak lainnya.

Walaupun ternyata saya sudah pernah terekspos dengan istilah GLAM dari acara ini.

GLAM adalah singkatan dari Galleries, Libraries, Archives, Museums.

  • Galleries: galeri-galeri seni
  • Libraries: perpustakaan
  • Archives: arsip, dalam lingkungan perguruan tinggi dapat disebut juga repositori
  • Museums: museum

OpenGLAM berarti GLAM yang terbuka atau upaya-upaya untuk membuat koleksi yang ada dalam GLAM menjadi terbuka untuk publik.

Terbuka untuk publik ini bukan hanya berarti dapat dilihat dan dapat diunduh, tetapi juga dapat dicari, serta dibagikan dengan ketentuan HKI sedemikian rupa sehingga obyek tersebut dapat digunakan ulang (reuse).

Panel yang akan menyampaikan pendapat:

  1. Claudia Gobel (twitter: @claugobel)
  2. Siobhan Leachman (twitter: @SiobhanLeachman)
  3. Laksana Tri Handoko

Moderator: Dasapta Erwin Irawan

Catatan visual presentasi

Catatan visual berikut ini saya bagikan dengan lisensi bebas pakai CC-0.

Claudia Gobel

Siobhan Leachman

Laksana Tri Handoko

Tentang openGLAM

Walaupun istilah GLAM belum diketahui kapan mulai dicetuskan, tetapi aktivitas openGLAM (GLAM terbuka) telah dimulai sejak awal 1990’an yang makin marak di awal 2000’an ketika teknologi internet mulai berkembang pesat.

Semangat openGLAM dimulai dengan keinginan untuk membuka koleksi GLAM yang kala itu lebih banyak tersimpan dalam format cetak, format analog (mikrofilm, tape, dan yang sejenisnya), berupa barang seni (patung, lukisan dan yang sejenisnya). Format-format tersebut sulit untuk dapat dibagikan kepada publik.

Sejalan dengan munculnya internet, kelompok GLAM ingin mendigitalisasi koleksi-koleksinya dan membagikannya kepada publik. Inisiatif ini sejalan dengan perkembangan Wikipedia mulai tahun 2001.

Perkembangan selanjutnya adalah ide untuk membuat koleksi-koleksi tersebut dapat digunakan ulang secara bebas oleh publik dengan lisensi domain publik (public domain). Maka digunakanlah lisensi terbuka, salah satunya adalah Creative Commons.

Tentang Citizen Science

Gerakan citizen science (CS) juga adalah bagian dari gerakan keterbukaan. Proyek-proyek awal CS dimulai dengan tingginya kebutuhan openGLAM (rujukan sedang dicari).

Relevansi dengan sains terbuka

Gerakan openGLAM dan CS ini sangat sejalan dengan insiatif Sains Terbuka yang menonjolkan:

  • keterbukaan (termasuk penggunaan ulang)
  • transparansi
  • kolaborasi

Sekarang bandingkan dengan pemikiran mayoritas akademia

  • prestis yang utama
  • paten dan kepemilikan mutlak
  • pengakuan
  • fokus ke luaran dan hanya luaran, bukan proses
  • dan persaingan

About the author

My current focus is how to provide the hydrostratigraphy of volcanic aquifers in Bandung area. The research is based on environmental isotope measurement in groundwater and morphometry. My work consists of hydrochemical measurements. I am using multivariate statistical methods to provides more quantitative foundation for the analysis and more insight into the groundwater behavior, especially its interaction with surface water. I use open source apps like R and Python to do the job. In my spare time, I also have a side project to promote open science in Indonesia's research workflow. One of my current focus is promoting INARxiv, as the first preprint server of Indonesia (osf.io/preprints/inarxiv) and serving as ORCID and OSF (osf.io) ambassador. Research interest: Hydrochemistry, multivariate analysis, and R programming. Blog: dasaptaerwin.net, derwinirawan.wordpress.com. (https://orcid.org/0000-0002-1526-0863)