Apakah semua buku harus ada di Gram****?

Pertanyaan:

  1. Apakah semua buku harus ada di Tb Gram****?
  2. Apakah kualitas dan reputasi sebuah buku ditentukan oleh jawaban no 1 di atas?

Pemikiran bahwa buku hanya ada di TB Gram**** perlu sedikit dikoreksi. Bahwa tidak semua buku yang terbit ada di TB itu. Hanya segelintir orang yang berhasil menerbitkan buku yang berakhir di rak-rak pajangan TB besar. Pada akhirnya orang jadi malas menulis karena merasa besar kemungkinan tidak akan bisa masuk TB besar.

Saat ini pola self publishing lebih mengemuka. Anda yang punya ide, anda yang menulis, anda yang mengurus ISBN nya, dan anda pula yang mencetak (bekerjasama dengan percetakan atau penerbit). Yang terakhir, anda pula yang mempromosikan dan menjualnya.

Di dunia para peneliti aliran open science di LN mereka bahkan melabeli harga bukunya dengan frasa “suggested price”, artinya kita boleh membelinya sesuai kemampuan kita. Bahkan ada juga yang membagikan buku soft file bukunya secara cuma-cuma di i-tunes dan hanya menarik ongkos cetak dan kirim bagi yang ingin memiliki versi cetaknya.

Justru dengan self publishing, anda secara personal akan mengenal siapa yang membeli dan membaca buku anda. Dengan cepat komentar dan masukan akan didapat, sehingga anda bisa mulai membuat versi berikutnya.

Jadi substansi awalnya adalah menulis. Masalah bukunya ternyata bisa masuk TB besar, itu nomor ke-123. Jangan dibalik. Toh status bahwa tidak pernah disebutkan dalam kamus bahwa definisi sebuah buku adalah harus bertengger di rak buku toko besar.