Tentang fungsi tumbuhan: analogi akademia

Fungsi utama tumbuhan ada beberapa. Menghasilkan O2 adalah salah satunya. Fungsi itu sudah tidak terasa penting lagi ketika semua tumbuhan memang memiliki fungsi dasar yang sama, menghasilkan oksigen dari fotosintesisnya. Ketika manusia sadar ada manfaat lain dari tumbuhan, misal: buahnya, daunnya, batangnya, maka mereka pun menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Tentang fungsi utama tumbuhan (@dasaptaerwin, CC-0)

Sering orang lupa, tumbuhan diciptakan Allah SWT dalam berbagai anatomi dan manfaatnya. Banyak yang kita tidak tahu. Bahkan kabarnya ada jamur yang tumbuh di sekitar black smoker, fenomena  hidrotermal di bawah samudera.

Tumbuhan sebagai analogi akademia

Ini gambar saya tentang tumbuhan. Kalau riset diumpamakan tumbuhan, maka banyak orang sudah lupa berbagai fungsi utama tumbuhan, juga perannya di dalam kehidupan manusia. Sekarang kita lebih banyak memperhatikan unsur keindahan dari tumbuhan, sampai lupa bahwa pohon jati yang meranggaspun masih menghasilkan oksigen.

Orang juga lupa tentang akarnya. Di mana peneliti dan berbagai pemangku kepentingan (termasuk pustakawan) berada. Bahkan sekarang terbalik, ada kecenderungan terbalik. Seolah akarnya yang harus nampak di permukaan, sementara daun, buah, batang, yang memberikan manfaat untuk manusia, malah dibiarkan terbenam dalam tanah.

Mengenai akar sendiri

Manusia sudah sering gagal memahami perbedaan di antara tumbuhan. Dari sisi akar saja. Tidak semua akar tumbuhan terbenam nyaman di antara tanah gembur. Banyak juga yang harus berkeringat menembus retakan di antara bebatuan keras. Ada yang dingin berkubang dalam tanah lembab yang kaya air. Tidak sedikit pula yang harus bersusah payah membongkar beton di sekitarnya untuk mendapatkan air.

Jadi kondisinya sangat beragam bukan. Bagaimana jadinya kalau akar luput dari perhatian, karena fokus kita hanya pada batang, dahan, daun dan buah?

Peneliti dan pemangku kepentingan ada di akar, terpendam di bawah tanah. Lantas siapa yang ada di permukaan? Siapa atau apa itu batang, daun dan dahan? Silahkan anda mengembangkan analogi ini.

Tentang pemeringkatan

Nah sekarang pemeringkatan. Kurang lebih ini semacam perlombaan ranting terkuat, buah termanis, batang terkekar, dan yang semacamnya. Nah jadi bagaimana ini?

Sementara ranting jadi kuat, buah jadi manis, batang jadi kekar, berasal dari akar yang sehat dan nutrisi yang cukup. Jadi bagaimana penampilan yang menjadi bagian dari proses pertumbuhan yang kemudian dijadikan indikator keberhasilan kita merawat tumbuhan? Bukankah mestinya diukur adalah bagaimana pohon itu menghasilkan oksigen, bagaimana buah itu bisa dijadikan rujak atau juice, batangnya bisa jadi meja atau bahkan rumah, ranting bisa jadi tiang bendera mungkin, dst.

Karena menunggu buah yang manis, anda (baca: Pak Rektor) lupa memberi pupuk dan memberi air. Saya bisa analogikan begitu.

Mengenai rektor asing

Mengenai rektor asing, saya sampai kehabisan ide mau dimasukkan sebagai apa. Karena memang tidak berhubungan :). Kalau saya umpamakan sebagai akar, apa bisa elemen asing disuntikkan ke bahan organik, mungkin bisa ya dengan tranplantasi, tapi apakah tumbuhan akan berfungsi sama dengan aslinya. Mungkin bisa, tapi bukankah kalau komponen asing itu kemudian menyebar, maka tumbuhan bisa berubah seperti zombie begitu. Nampak hidup padahal sebenarnya mati, karena substansi asing mendominasi seluruh selnya.

Kalau diumpamakan pupuk juga terlalu berlebihan. Mungkin bisa menyuburkan pada durasi pendek, tapi kalau diberikan secara berlebih dengan durasi lama, efek zombie juga mungkin bisa terjadi :). Sementara itu komponen akar yang lain belum sepenuhnya dikelola dengan baik, diberi nutrisi yang cukup, dan disiram secara teratur.

Seorang rekan saya di geologi berpendapat, ini tugas pimpinan di perguruan tinggi, yaitu memiliki keterampilan untuk “memberikan nutrisi” warga kampus agar dapat berfungsi optimal menghasilkan berbagai karya yang berdampak.

Untuk siapa gambar ini?

Gambar ini awalnya saya buat untuk dipresentasikan tanggal 10 dan 11 September di depan forum pustakawan. Tapi sepertinya cocok juga untuk para Calon Rektor di perguruan tinggi manapun yang sedang mengadakan pemilihan rektor.

Tautan langsung ke gambar: https://photos.app.goo.gl/BR9bCLr3niq1e1aV9 Lisensinya CC-0 (bebas pakai, anda bahkan tidak wajib menyebut saya sebagai penggambarnya).

About the author