Berbagai indikator riset saat ini

Berikut ini adalah bagian dari makalah bersama kami “Penerapan open science di Indonesia agar riset lebih terbuka, mudah diakses, dan meningkatkan dampak saintifik“, yang sementara ini ditulis oleh: Dasapta Erwin Irawan, Hendy Irawan, Cut Novianti Rachmi, Juneman Abraham, Kustiati Kusno, Mochammad Tanzil Multazam, KeuKeu Kaniawati Rosada, Septriono Hari Nugroho, Galih Kusumah, Defny Holidin, Nurhazman Abdul Aziz… (daftar masih berlanjut, silahkan berkontribusi di tautan ini)

Berikut ini adalah beberapa indikator hasil riset yang selama ini kita kenal, seperti laporan, dataset, makalah, poster, dll:

  1. Laporan telah disusun: Laporan adalah bentuk dokumen paling tradisional sebagai hasil riset. Biasanya dokumen ini diberi status tidak dipublikasikan atau dalam Bahasa Inggris disebut closed report. Namun demikian, bila laporan suatu proyek riset masuk kategori ini, maka dokumen lengkapnya tidak akan dapat dibaca oleh masyarakat sebelum dipublikasikan. Contoh lain untuk hasil studi skripsi/tesis/disertasi juga akan bernasib sama, tidak akan dibaca oleh masyarakat, hingga ada niatan untuk menuliskannya kembali dalam bentuk makalah ilmiah pada jurnal atau pada seminar;
  2. Dataset yang berhasil dikumpulkan: Data adalah bahan baku riset. Bila tidak ada dapat, maka tidak akan ada yang dianalisis. Hingga saat ini, data juga masih masuk kategori hasil riset yang dibatasi sirkulasinya. Bilamanapun telah dipublikasikan ada pandangan lama yang ingin membatasi penyajiannya. Umumnya data akan hanya muncul sebagai nilai rata-rata, maksimum, minimum;
  3. Makalah ilmiah yang berhasil ditulis dan dipublikasikan: Dokumen ini saat ini adalah salah satu output yang diperjanjikan saat kita mengusulkan proposal riset sekaligus sebagai jenis dokumen paling tua untuk keperlukan menyebarkan pemikiran dan hasil riset serta untuk menjaga akuntabilitas pelaksanaan riset;
  4. Seminar/lokakarya yang berhasil diselenggarakan: seminar adalah salah satu bentuk diseminasi hasil riset. Kegiatan ini dapat diorganisir secara mandiri atau kita mengikuti kegiatan yang diselenggarakan pihak lain;
  5. Jumlah angka sitasi yang berhasil dikumpukan: Angka sitasi akan bertambah saat ada makalah lain yang menggunakan makalah kita sebagai rujukan. Pertanyaan yang sering muncul adalah, “Apakah sitasi dapat ditingkatkan?” Untuk menjawabnya akan ada beberapa pertanyaan yang mendasar. Pada saat anda menulis makalah yang kemudian tampil di suatu media, siapa lagi yang mengetahuinya selain anda dan tim penulis lainnya?, kita tahu waktu orang untuk membaca sangatlah pendek, bagaimana kita dapat mengemas isi makalah agar menarik pembaca hingga akhir, atau sudahkan kita memberikan abstrak yang menggambarkan isi makalah secara keseluruhan, dll. Saat kita menjawab beberapa pertanyaan susulan tersebut, maka akan muncul beberapa hal penting: bahwa makalah tidak perlu dipromosikan, agar sebanyak mungkin orang tahu keberadaan dokumen ilmiah tersebut; bahwa makalah perlu dibuat semenarik mungkin sejak awal melalui judul dan abstrak, serta bahwa diperlukan berbagai faktor penarik di luar isi makalah itu sendiri, karena “sitasi tidak turun dari langit”;
  6. Poster: poster dalam hal ini sering diposisikan setara dengan abstrak. Beberapa seminar ada yang tidak meminta pemaparan dalam bentuk slide konvensional melainkan dengan poster, baik poster 2D maupun 3D. Dalam beberapa blogpost terpisah, saya sering mengungkapkan bahwa dalam beberapa event, sesi poster lebih banyak peminat dibanding sesi presentasi. Banyak saintis memandang sesi ini lebih memungkinkan terjadi komunikasi antara peneliti dengan pengunjung.

Di luar dari itu, dalam pemahaman open science yang data juga merupakan output riset. Di samping itu bentuk diseminasi lainnya sepert: rekaman video pengambilan data dan presentasi yang dimuat di media daring (Youtube atau Vimeo contohnya), data mentah yang disebarkan luaskan, versi lebih ringan dari makalah yang ditulis sebagai blog post, kultwit (kumpulan tweet yang membahas tema tertentu), live twit (kumpulan tweet yang secara dikirimkan secara langsung dari lokasi event seminar), preprint (versi final publikasi sebelum dikirimkan ke media), dll. Anda memang harus lebih kreatif lagi untuk menekankan pentingnya makalah anda. Pekerjaan tidak berhenti saat makalah telah terbit. Pada tulisan terpisah, kami akan sampaikan paparan tentang alternatif scientific metric.