Basis data sains saat bekerja dari rumah

Basis data yang bisa diakses tanpa perlu melanggan

Sebagian besar rekan-rekan sedang bekerja dari rumah sekarang. Terlepas dari jaringan kampus yang mungkin melanggan basis data sains berbayar.

Berikut adalah basis data sains yang tidak berbayar yang dapat digunakan dari rumah (tautan Pinterest). Memang tidak bisa semuanya saya tulis. Seperti Google Scholar misalnya, sudah tidak perlu saya tulis lagi. Semua orang sudah tahu.

  1. Lens. Basis data ini tidak hanya mengindeks makalah (200 juta dokumen) dalam berbagai bentuk, tetapi juga produk paten (117 juta).
  2. Dimensions. Basis data ini mengindeks makalah (108 juta) berdasarkan DOI. Jadi tidak hanya makalah dalam Bahasa Inggris saja yang terindeks, tetapi juga yang ditulis dalam bahasa lain, termasuk Indonesia. Selain makalah, seperti halnya Lens, ia juga mengindeks dataset (1,4 juta), hibah (5 juta), paten (39 juta), uji coba klinis (543 ribu), dan dokumen kebijakan (458 ribu).
  3. Scielo. Basis data ini mengagregasi berbagai karya ilmiah dari kawasan Amerika Latin dan Afrika Selatan. Baru-baru ini Scielo merilis platform analitik juga.
  4. Europmc. Ini untuk anda yang bekerja di bidang kedokteran dan kesehatan. Platform ini mengindeks abstrak (36.7 juta, termasuk yang ada dalam basis data PubMed, Agricola, dll), artikel lengkap (5.9 juta), buku dan dokumen laporan (23,146), serta preprints (105,344).
  5. Microsoft Academic. Ini mirip dengan Google Scholar. Mereka mengklaim telah mengindeks 223 juta dokumen.
  6. BASE. Diinisiasi oleh Bielefeld University Library, basis data ini sekarang menyimpan data 161 juta dokumen dalam berbagai bentuk.

Tunggu apalagi. Langsung saja dicoba. 🙂

Telaah ringkas beberapa basis data untuk ilmu kebumian

Saya bersama tiga orang penulis (Juneman Abraham, Jon Tennant, dan Olivier Pourret) saat ini sedang menelaah beberapa basis data dengan fokus kepada ilmu kebumian. Kami menggunakan basis data berikut ini:

  • Lingkup internasional: Scopus, WoS, Lens, Dimensions, dan Google Scholar
  • Lingkup regional: Scielo
  • Lingkup nasional: Garuda (Indonesia), Korean Citation Index (Korea), Russian Citation Index (Rusia), Hal Archives Ouvertes (Perancis).

Untuk masing-masing basis data tersebut, kami menggunakan strategi pencarian dan filter untuk menghasilkan dokumen-dokumen ilmiah di bidang ilmu kebumian. Masing-masing basis data memiliki fitur pencarian dan filter yang berbeda, jadi kami perlu memodifikasi strategi pencarian. Berikut hasilnya.

Berikut ini adalah perhitungan kami untuk jumlah dokumen akses terbuka (open access) yang ada pada masing-masing basis data. Mohon diingat ini hanya untuk bidang ilmu kebumian.

Berikut jumlah dokumennya berdasarkan tahun (2010-2020).

Jumlah dokumen menurut jenisnya.

Berikut adalah 10 media (jurnal/prosiding) dengan jumlah makalah terbanyak di masing-masing basis data.

dasaptaerwin (FITB, ITB)

About the author

My current focus is how to provide the hydrostratigraphy of volcanic aquifers in Bandung area. The research is based on environmental isotope measurement in groundwater and morphometry. My work consists of hydrochemical measurements. I am using multivariate statistical methods to provides more quantitative foundation for the analysis and more insight into the groundwater behavior, especially its interaction with surface water. I use open source apps like R and Python to do the job. In my spare time, I also have a side project to promote open science in Indonesia's research workflow. One of my current focus is promoting INARxiv, as the first preprint server of Indonesia (osf.io/preprints/inarxiv) and serving as ORCID and OSF (osf.io) ambassador. Research interest: Hydrochemistry, multivariate analysis, and R programming. Blog: dasaptaerwin.net, derwinirawan.wordpress.com. (https://orcid.org/0000-0002-1526-0863)