[2022] hindari over thinking di awal anda menulis

hindari over thinking di awal anda menulis

tentu punya kerangka penulisan akan selalu lebih baik, khususnya untuk dokumen ilmiah dengan pola penulisan yang sudah baku, misal:

  • pendahuluan
  • metode
  • data
  • analisis
  • kesimpulan

tapi kerangka juga bisa berbentuk mental image, bayangan awal yang anda belum yakin.

kalau anda terus-terusan menunggu mental image itu agar menjadi nyata atau menjadi lebih jelas, maka tulisan anda tidak akan jadi.

anda akan terus-menerus menunggu dan mencari tanpa merumuskan apapun (procrastination).

jadi overthinking (pertimbangan atau pemikiran yang berlebihan) tentang urutan, sistematika, penomoran, justru akan merugikan.

di sini bagusnya non linear note making atau non linear writing.

  • anda bisa langsung menulis dan membuat sistematika/struktur kemudian
  • anda dapat memindah-mindahkan
  • urutan kalimat
  • urutan kalimat dalam paragraf
  • kalimat dari paragraf satu ke yang lain
  • urutan paragraf
  • paragraf dari bab/sub bab satu ke yang lain

ketika pembahasan dalam suatu bagian sudah cukup atau sangat mendalam, maka anda dapat menjadikannya file terpisah.

two people drawing on whiteboard

tautan gambar

Evolusi dari pemikiran menjadi tulisan

seringkali kita mendengar hal ini, tapi pada saat yang sama, kita dipaksa untuk segera menuangkan pemikiran acak ke dalam sebuah hirarki. jadi prosesnya tetap saja linear.

berikut adalah gambaran evolusi dari pemikiran acak menjadi sebuah sistematika.

pemikiran anda bisa berangkat dari bawah ke atas, dari atas ke bawah (seperti biasa) atau dari kiri ke kanan atau sebaliknya. bebas.

untuk menghubungkan pemikiran yang acak, kita membutuhkan alat bantu, misal: aplikasi logseq, obsidian, atau notion.

About the author

My current focus is how to provide the hydrostratigraphy of volcanic aquifers in Bandung area. The research is based on environmental isotope measurement in groundwater and morphometry. My work consists of hydrochemical measurements. I am using multivariate statistical methods to provides more quantitative foundation for the analysis and more insight into the groundwater behavior, especially its interaction with surface water. I use open source apps like R and Python to do the job. In my spare time, I also have a side project to promote open science in Indonesia's research workflow. One of my current focus is promoting INARxiv, as the first preprint server of Indonesia (osf.io/preprints/inarxiv) and serving as ORCID and OSF (osf.io) ambassador. Research interest: Hydrochemistry, multivariate analysis, and R programming. Blog: dasaptaerwin.net, derwinirawan.wordpress.com. (https://orcid.org/0000-0002-1526-0863)