Ini bukan tentang sepak bola

Ini bukan tentang Final AFF antara Indonesia dengan Thailand. Ini tentang sebuah persepsi.

Photo by Sandro Schuh on Unsplash

Sebenarnya tidak pas kalau dianalogikan dengan pertarungan dan situasi menyerah sebelum bertarung, karena naik pangkat bukan tujuan apalagi kewajiban . Jadi kalau ada yang bilang, “saya menyerah”, sebenarnya lebih cocok disebut “saya tidak tertarik”.

Naik pangkat atau tidak itu seperti memilih dua jalur ke Jakarta dari Bandung. Ada yang ingin via Purwakarta yang penuh dengan truk pekerja atau lewat Puncak yang penuh dengan pemandangan indah. Walaupun kedua rute berakhir di Jakarta (pensiun), tapi jelas memilih jalur perjalanan tepat akan mempengaruhi suasana hati ketika sampai di akhir perjalanan.

Ada juga yang senang dengan rute Purwakarta, karena mereka senang dengan situasi bersaing di jalan dengan kendaraan yang yang lebih besar. Banyak truk dengan muatan berat yang berjalan pelan. Di jalur itu keterampilan menyalib dengan efektif dan efisien akan diuji. Sebaliknya bagi yang senang via Puncak juga punya alasan kuat. Mereka ingin menikmati perjalanan, walaupun kita tahu medan jalanan menuju Puncak menanjak dan berkelok.

Saya yakin bagi yang tidak ingin naik pangkat, tidak akan ada penyesalan. Jadi orang-orang yang menyerah ini bukanlah pecundang. Itu kenapa saya tidak setuju analogi naik pangkat sebagai sebuah pertarungan.

Dalam situasi sekarang, mengikuti proses naik pangkat adalah pengalih perhatian (distractions), karena proses ini membuat Anda menganggap bahwa Jakarta hanya dapat dicapai via Purwakarta. Lantas bila tidak tahu rute itu, maka Anda dianggap tidak tahu cara pergi ke Jakarta, bahkan Anda dianggap tidak cocok sebagai supir. Padahal keterampilan menyupir dibuktikan dengan SIM, bukan tahu jalan ke Jakarta atau tidak. Tidak proporsional bukan.


Ini bukan tentang Final AFF antara Indonesia dengan Thailand. Ini tentang sebuah persepsi. Untuk sebuah pertandingan sepak bola, kemenangan memang adalah tujuan akhirnya.

About the author

My current focus is how to provide the hydrostratigraphy of volcanic aquifers in Bandung area. The research is based on environmental isotope measurement in groundwater and morphometry. My work consists of hydrochemical measurements. I am using multivariate statistical methods to provides more quantitative foundation for the analysis and more insight into the groundwater behavior, especially its interaction with surface water. I use open source apps like R and Python to do the job. In my spare time, I also have a side project to promote open science in Indonesia's research workflow. One of my current focus is promoting INARxiv, as the first preprint server of Indonesia (osf.io/preprints/inarxiv) and serving as ORCID and OSF (osf.io) ambassador. Research interest: Hydrochemistry, multivariate analysis, and R programming. Blog: dasaptaerwin.net, derwinirawan.wordpress.com. (https://orcid.org/0000-0002-1526-0863)