INArxiv: 7 days and 77 preprints

7 days 77 preprints

Sudah satu minggu sejak pertama kali INArxiv menerima preprint pertamanya. Saat ini telah ada 77 dokumen (27 Agustus 2017, 22:00) yang diunggah ke INArxiv.

(image from Pixabay CC0)

Berapa dokumen yang diunggah?

Berikut adalah fluktuasinya sejak hari pertama. Ada perbedaan yang belum dapat kami jawab. Total terlihat ada 69 dokumen, namun setelah dipecah kepada beberapa bidang ilmu terdapat 77 dokumen.

Bagaimana komposisi dokumen yang diunggah?

Dokumen yang diunggah bervariasi dari preprint yang dikirimkan ke jurnal atau seminar, hingga artikel yang terbit di media masa. Yang menonjol adalah jumlah artikel di bidang physical science and math yang mendominasi dengan 37 makalah. Selengkapnya adalah sebagai berikut.

INArxiv vs gaya publikasi konvensional di Indonesia

Berikut ini adalah beberapa gaya publikasi konvesional yang saya maksud:

  • bergantung kepada penerbit jurnal dan penyelenggaran seminar: para penulis menggantungkan diseminasi ilmunya kepada penerbit dan penyelenggara. Diseminasi menurut saya termasuk meningkatkan visibilitas karya ilmiah di dunia maya. Selama ini penulis jarang memeriksa kembali apakah penerbit/penyelenggara telah melakukan tugasnya dengan baik.
  • menunggu proses peer-review selesai: tidak hanya terjadi di Indonesia, bahwa proses peer-review menghabiskan waktu yang cukup lama, berkisar antara tiga hingga enam bulan untuk respon pertama. Tentunya waktu tunggu ini menghambat penulis untuk mengumumkan klaim hasil risetnya.
  • tertutup: selama ini, walaupun ditulis sebagai makalah dan dipublikasikan dalam berbagai jurnal dan seminar, namun pada dasarnya sifat pelaporannya (reporting) masih tertutup. Data dan alur analisis jarang ditampilkan dan diunggah bersamaan bersama dengan dokumen makalah. Pembaca hanya akan melihat hasil akhir pemikiran penulis, tapi tidak dapat mengulang (replikasi) berbagai eksperimen dan analisis yang dilakukan penulis.

Dengan dukungan platform open source OSF (Open Science Framework), siklus riset dapat didokumentasikan dengan baik dalam satu tempat yang terintegrasi.

Sudah coba? Belum. Silahkan unggah naskah pre/post print anda ke INArxiv.

Baca juga:

  1. INArxiv membuka penerimaan makalah (pre/post print)
  2. Peluncuran INArxiv
  3. INArxiv: the Indonesia preprint server

Please drop your comments to dasaptaerwin3 at gmail.