Evaluasi kontribusi ilmu kebumian dalam pembangunan berkelanjutan

Pendahuluan

Hari ini, Jumat 14 Agustus 2020 saya akan memberikan materi tentang evaluasi keilmuan geologi (geosains) dalam pembangunan berkelanjutan.

Tujuannya untuk memperkirakan apakah riset geosains sudah menuju arah yang benar.

Tentu saja arah yang benar ini akan sangat relatif dan subyektif, karena itu sebagai rujukan saya menggunakan indikator SDG (sustainable development goals) yang dicanangkan oleh PBB atau TPB (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan). Pencapaian SDG Indonesia dapat dilihat pada Dashboard SDG berikut ini.

Metode

Metode yang akan saya gunakan adalah bibliometrik, yaitu analisis kuantitatif terhadap literatur yang telah dihasilkan oleh dosen/peneliti ITB.

Dalam analisis tersebut perangkat yang saya gunakan adalah:

  1. Basis data Dimensions dan Scopus yang dilanggan oleh ITB.
  2. Aplikasi open source Bibliometrix yang dijalankan dari R.

Pada masing-masing basis data, saya melakukan pencarian dengan kata kunci institut teknologi bandung dengan mengaktifkan filter tahun penerbitan 2018, 2019, dan 2020. Idealnya analisis dilakukan selama 5 atau 10 tahun untuk melihat jumlah sitasinya. Yang saya lihat adalah jumlah sitasi sebagai angka, bukan dampak. Jadi mohon tidak diartikan secara berlebihan.

Materi dapat dibaca di blog ini, sedangkan seluruh data, analisis, dan visualisasi dapat diunduh di Repositori Github ini.

Saya juga pernah membuat telaah sejenis pada bulan Maret 2019 dan Maret 2020 yang lalu.

Hasil dan diskusi

Dimensions

Dalam proses pengembangan.

Scopus

Dalam proses pengembangan.

About the author

My current focus is how to provide the hydrostratigraphy of volcanic aquifers in Bandung area. The research is based on environmental isotope measurement in groundwater and morphometry. My work consists of hydrochemical measurements. I am using multivariate statistical methods to provides more quantitative foundation for the analysis and more insight into the groundwater behavior, especially its interaction with surface water. I use open source apps like R and Python to do the job. In my spare time, I also have a side project to promote open science in Indonesia's research workflow. One of my current focus is promoting INARxiv, as the first preprint server of Indonesia (osf.io/preprints/inarxiv) and serving as ORCID and OSF (osf.io) ambassador. Research interest: Hydrochemistry, multivariate analysis, and R programming. Blog: dasaptaerwin.net, derwinirawan.wordpress.com. (https://orcid.org/0000-0002-1526-0863)