Acara UNESCO – Konsultasi regional Asia tentang sains terbuka

Pada tanggal 15 September 2020 kemarin, saya menghadiri acara Konsultasi Regional Asia tentang Sains Terbuka yang diadakan oleh UNESCO secara daring. Berikut ini adalah beberapa kesimpulan yang saya bisa tarik dari acara tersebut. Memang ada banyak tantangan dan kendala dalam implementasi sains terbuka. Tapi seandainyapun kita bisa memecahkan seluruh tantangan dan kendala itu, tetap saja sains terbuka masih akan bergerak lambat, karena mayoritas peneliti/penulis masih sibuk memikirkan bagaimana caranya membuat marka prestisius dalam kegiatan masing-masing.

Berikut adalah tiga halaman catatan saya untuk panitia.

Halaman 1

Halaman 2

Halaman 3

Berikut adalah rekaman video penjelasan saya.

About the author

My current focus is how to provide the hydrostratigraphy of volcanic aquifers in Bandung area. The research is based on environmental isotope measurement in groundwater and morphometry. My work consists of hydrochemical measurements. I am using multivariate statistical methods to provides more quantitative foundation for the analysis and more insight into the groundwater behavior, especially its interaction with surface water. I use open source apps like R and Python to do the job. In my spare time, I also have a side project to promote open science in Indonesia's research workflow. One of my current focus is promoting INARxiv, as the first preprint server of Indonesia (osf.io/preprints/inarxiv) and serving as ORCID and OSF (osf.io) ambassador. Research interest: Hydrochemistry, multivariate analysis, and R programming. Blog: dasaptaerwin.net, derwinirawan.wordpress.com. (https://orcid.org/0000-0002-1526-0863)