Tentang visibilitas artikel secara daring tidak ditentukan oleh status aksesnya (OA atau non OA) atau siapa pengindeksnya

Banyak yang berpikir bahwa visibilitas artikel ditentukan oleh basis data atau mesin pencari yang digunakan. Sepertinya bukan itu.

Bahwa artikel non OA hanya dapat dibaca lengkap bila kita melanggan akses ke jurnal tersebut, itu benar. Tapi apakah artikel non OA menjadi sulit ditemukan bila menggunakan basis data yang gratis, atau sebaliknya, hanya bisa ditemukan bila kita menggunakan basis data berbayar, itu tidak terjadi. Makalah non OA sekalipun dapat ditemukan menggunakan basis data tak berbayar dengan mudah.

Di sini saya membandingkan apakah makalah yang sama dapat ditemukan menggunakan basis data yang berbayar dan yang tak berbayar. Ternyata bisa. Artinya sebenarnya visibilitas tidak bergantung kepada basis data, tetapi kepada media daring tempat artikel diunggah (dalam hal ini adalah jurnal), serta kelengkapan metadata yang dimasukkan oleh penulis/pengelola jurnal, sehingga dapat dengan mudah ditemukan oleh mesin pencari biasa atau basis data ilmiah. Kemudahan suatu makalah ditemukan oleh mesin pencari juga tidak ditentukan oleh status artikel sebagai dokumen akses terbuka (open access) atau dokumen bukan akses terbuka (non open access).

Jadi kalau ada basis data tertentu menyampaikan bahwa bila masuk dalam daftar indeksasinya akan meningkatkan visibilitas artikel, maka anda perlu menonton video di atas dan membuat eksperimen sendiri.

About the author

My current focus is how to provide the hydrostratigraphy of volcanic aquifers in Bandung area. The research is based on environmental isotope measurement in groundwater and morphometry. My work consists of hydrochemical measurements. I am using multivariate statistical methods to provides more quantitative foundation for the analysis and more insight into the groundwater behavior, especially its interaction with surface water. I use open source apps like R and Python to do the job. In my spare time, I also have a side project to promote open science in Indonesia's research workflow. One of my current focus is promoting INARxiv, as the first preprint server of Indonesia (osf.io/preprints/inarxiv) and serving as ORCID and OSF (osf.io) ambassador. Research interest: Hydrochemistry, multivariate analysis, and R programming. Blog: dasaptaerwin.net, derwinirawan.wordpress.com. (https://orcid.org/0000-0002-1526-0863)