Sulit mencari rujukan ilmiah – berikut 3 hal yang perlu diperhatikan.

Video monolog tanpa salindia ini saya buat untuk menanggapi:

  1. keluhan mahasiswa dan dosen tentang minimnya rujukan ilmiah yang dilanggan kampus;
  2. artikel yang ditulis oleh Prof. Mikrajuddin di media Kumparan;
  3. mengingatkan kembali beberapa cara untuk menelusuri rujukan.

Mencari rujukan ilmiah masih sering manjadi masalah bagi mahasiswa bahkan dosen. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan yang saya urutkan dari yang paling mendasar:

  1. Bahwa melanggan bahan rujukan ilmiah sangat mahal. Perguruan tinggi besar bahkan yang di luar negeri pasti akan keberatan juga. Untuk itu kita perlu memaksimumkan bahan rujukan yang paling banyak tersedia secara open access, yaitu artikel jurnal ilmiah. Buku teks open access jumlahnya sedikit, jadi kalau masih ingin mendapatkannya tapi kebetulan kampus tidak melanggan penerbitnya, maka kita bisa menjadi jaringan kolega di LN. Manfaatkan media sosial. Twitter sangat direkomendasikan. Tagar #icanhazpdh dapat dipakai saat mencuit.
  2. Bahwa kaum akademik harus sadar kalau kehidupannya sangat bergantung kepada produk-produk entitas bisnis, dari penerbit sampai pengindeks. Oleh karenanya kita perlu perlu menyadari hak terhadap karya yang kita hasilkan. Lakukan semaksimum mungkin upaya (yang legal dan tidak menyalahi perjanjian dengan penerbit) agar para peneliti lainnya dan publik dapat mengunduh dan mempelajari riset kita.
  3. Bahwa untuk mencari makalah perlu paham produk yang dibutuhkan. Untuk mencari artikel jurnal atau prosiding, jangan menggunakan produk yang eksklusif dimiliki oleh satu penerbit saja. Science Direct adalah lini outlet Elsevier, jadi kalau kita hanya menggunakannya, maka kita akan mempersempit hasil pencarian secara sengaja. Gunakan pengindeks atau pangkalan data akademik untuk mencari artikel jurnal/prosiding. Contoh pengindeks berbayar: https://scopus.com dan https://webofknowledge.com. Contoh pengindeks gratis: https://scholar.google.com, https://lens.org, https://app.dimensions.ai, https://www.researchrabbit.ai (+visualisasi), https://www.semanticscholar.org/, https://scite.ai (+visualisasi), https://openknowledgemaps.org (+visualisasi), dll ada banyak.

About the author

My current focus is how to provide the hydrostratigraphy of volcanic aquifers in Bandung area. The research is based on environmental isotope measurement in groundwater and morphometry. My work consists of hydrochemical measurements. I am using multivariate statistical methods to provides more quantitative foundation for the analysis and more insight into the groundwater behavior, especially its interaction with surface water. I use open source apps like R and Python to do the job. In my spare time, I also have a side project to promote open science in Indonesia's research workflow. One of my current focus is promoting INARxiv, as the first preprint server of Indonesia (osf.io/preprints/inarxiv) and serving as ORCID and OSF (osf.io) ambassador. Research interest: Hydrochemistry, multivariate analysis, and R programming. Blog: dasaptaerwin.net, derwinirawan.wordpress.com. (https://orcid.org/0000-0002-1526-0863)