Category: openscience
-
Kami tidak perlu Scopus 2
Artikel ini merupakan bagian kedua (hopefully the last part) dari serial “Kami tidak perlu Scopus”. Dalam artikel tersebut, saya mengkopikan cuitan saya dari akun @openscience_ID. Kalau memang tujuan dari mendaftarkan seminar/konferensi adalah agar makalah lebih mudah dicari, maka apakah tidak ada layanan lain yang lebih ekonomis? Dan bila memang itu tujuannya, mengapa tulisan “indexed by…
-
Kami tidak perlu Scopus 1
Saya tahu judul memang provokatif. Tapi saya berusaha untuk tidak vulgar. Di Indonesia, Scopus dan WoS telah diposisikan melebihi porsi layanan yang mereka berikan. Kalau memang tujuan dari mendaftarkan seminar/konferensi adalah agar makalah lebih mudah dicari, maka apakah tidak ada layanan lain yang lebih ekonomis? Dan bila memang itu tujuannya, mengapa tulisan “indexed by Scopus”…
-
Journal Impact Factor vs citation counts
We’re experimenting to look for any correlations between Journal Impact Factor and citation counts. The data source is from Google Scholar Classic papers.
-
Mengapa perguruan tinggi Indonesia (terkesan) susah menembus peringkat intl?
Post ini awalnya merupakan kumpulan twit saya saat merespon twit di bawah ini dari Bapak Nadirsyah Hosen. Kenapa universitas Islam di Timur Tengah ataupun di Asia tidak bisa masuk ranking 100 top universitas di dunia? Ada apa dg kita? pic.twitter.com/5CJChWnmvi — Nadirsyah Hosen (@na_dirs) June 21, 2017
-
Saatnya melakukan review terhadap peer review
Karena peer review adalah juga obyek untuk direview. Beberapa tahun lalu, saya mengikuti ceramah umum dari Prof. Djoko T. Iskandar, yang salah satunya menceritakan makalah beliau yang ditulis oleh lebih dari 40 orang. Tahun ini saya mengalaminya juga :).
-
Calling out an open public peer review: a social experiment
Calling out an open-public-peer review! (mohon maaf bila sudah membaca posting ini via saluran lain) Berikut ini adalah tautan draft makalah saya bersama beberapa kolega yang akan dikirimkan ke Jurnal Sostek ITB (terakreditasi Dikti). Mohon dapat dilakukan review bersama secara terbuka untuk kemudian menjadi bahan kami merevisi versi finalnya sebelum dikirimkan ke jurnal. Tautan: https://goo.gl/6X1eb2 .…
-
Research output
Karena minggu-minggu ini saya masih berkutat dengan proposal Riset Kemristekdikti, maka post hari ini tidak akan panjang, hanya ada satu gambar. Apakah anda setuju bahwa output riset di era digital ini adalah sebagai berikut? (image credit: flickr/d_erwin_irawan, CC-BY)
-
Clarivate Analytics mengakuisisi Publons
Saya agak ketinggalan masalah ini, menjadi penasaran saat malam ini saya mendapatkan surel masal dari Publons yang menyatakan bahwa Publons telah diakuisisi oleh Clarivate Analytics. Setelah googling sesaat, saya ketahui runutan ceritanya adalah sebagai berikut.
-
Beberapa jenis lisensi yang mendukung open sains
Artikel ini merupakan bagian dari upaya kami (saya bersama Bapak Eko Susanto dari Relawan Jurnal Indonesia) untuk membuat dokumen Glossary of Open Sains dan hal-hal yang terkait. Dokumen ini merupakan penyuntingan dan translasi dari dokumen asli berikut ini: Tennant, J. and Mounce, R. (2015): Open Research Glossary. figshare. https://doi.org/10.6084/m9.figshare.1482094.v1, Retrieved: 02 56, May 25, 2017…