Podcast Ep 11: Gerakan open source, musik indie, dan sains terbuka

Kalau dunia pemrograman punya gerakan free software / open source (maaf kalau ini masih keliru terminologinya) untuk melawan industri piranti lunak raksasa yang dominan dan para musisi punya gerakan musik independen (indie) agar bebas dari banyak aturan dari label mayor (major label), apa yang terjadi dengan dunia akademik.

Sementara itu, dunia penelitian dan publikasi di dalamnya seperti tidak bergerak sejak berabad-abad lalu. Lambat berubah atau tidak mau berubah. Saya sedang menginisiasi sebuah makalah terbuka untuk membahasnya.

Tautan makalah:

tentang open source dan sains terbuka,  tentang musik indie dan sains terbuka.

Gambar profil dipinjam dari Pixabay CC-0. Musik pembuka dari kanal free royalty music.

About the author

My current focus is how to provide the hydrostratigraphy of volcanic aquifers in Bandung area. The research is based on environmental isotope measurement in groundwater and morphometry. My work consists of hydrochemical measurements. I am using multivariate statistical methods to provides more quantitative foundation for the analysis and more insight into the groundwater behavior, especially its interaction with surface water. I use open source apps like R and Python to do the job. In my spare time, I also have a side project to promote open science in Indonesia's research workflow. One of my current focus is promoting INARxiv, as the first preprint server of Indonesia (osf.io/preprints/inarxiv) and serving as ORCID and OSF (osf.io) ambassador. Research interest: Hydrochemistry, multivariate analysis, and R programming. Blog: dasaptaerwin.net, derwinirawan.wordpress.com. (https://orcid.org/0000-0002-1526-0863)