Jangan telantarkan sains anda: sains terbuka di Pusdatin Kemristek-BRIN

Gulung (scroll) ke bawah untuk rekaman videonya.

Pagi ini saya akan menyampaikan prinsip-prinsip sains terbuka di Pusdatin Kemristek-BRIN. Mengenai judul, ada kawan baik yang memberitahu kalau mestinya “telantar” bukan “terlantar” menurut KBBI.

Pikiran saya yang acak

Karena pikiran saya sangat acak, maka saya memilih untuk merancang slide tidak dengan Google Slides seperti orang normal, tetapi dengan OneNote (sayangnya bikinan Microsoft). OneNote adalah satu-satunya aplikasi buatan Microsoft yang saya pakai setiap hari. Bukan karena gaya, karena ingin memaksimumkan fasilitas yang diberikan institusi. Ini adalah contoh pertama praktek ringan yang bertentangan dengan sains terbuka. 🙂

Kelebihan aplikasi model OneNote ini adalah kemampuannya untuk mengakomodasi individu-individu acak seperti saya. Kita bisa merancang dokumen tanpa urutan dan tata letak yang baku. Terserah anda.

Hal umum

Sains terbuka

  • Istilah yang “baru” digaungkan (open science, open access, open data, open method, open source, open xxx)
  • Sebenarnya bukan barang baru
  • Karena anda pasti ingat ini:
  • Tetapi adalah kegiatan yang seharusnya dilakukan dengan kesadaran pribadi dan/atau komunal.

Sains terbuka pada semua tahapan

  • Terbuka saat perencanaan, implementasi, diseminasi.
  • Terutama untuk kegiatan yang didanai publik.
  • “Terbuka” bukan hanya masalah akses, tetapi juga konten.

Sains terbuka setiap tingkatan

Findable (level terendah)

Accessible

Interoperable and Reproducible (level tertinggi)

Research: at the very beginning vs at the end

Di sini kita selalu memiliki konflik kepentingan. Antara memecahkan masalah dengan mendapatkan pengakuan. (flickr CC-0)

The almost disregarded strength vs the threads #sketchnote

Sains terbuka mencoba menempatkan posisi barang publik tetap sebagai barang publik, tidak berubah menjadi barang privat (flickr CC-0).

#sketchnote star wars r2d2 “what does r2d2 learn from his friends” This happens only if you share your ideas openly

Dengan sains terbuka, maka ide akan tersebar. Akan ada banyak yang belajar darinya. Dan pada akhirnya (mungkin) akan membantu anda. (flickr CC-0)

Rute publikasi: siapa yang paling banyak mengeluarkan modal dan siapa yang mendapatkan paling banyak keuntungan (tautan).

JADI LESTARIKAN SAINS ANDA. JANGAN TERLANTARKAN UNTUK ALASAN PRESTISE.

Contoh isu Corona Virus

Di sini kita melihat bagaimana isu kesehatan mendominasi pencarian daring. Kita lihat juga bagaimana intensitasnya bila dibandingkan dengan isu lain, “banjir” (flood) misalnya. (tautan)

Kita terkagum-kagum dengan Peta Penyebaran Virus Corona Real Time dari JHU ini, sementara di saat yang sama selalu ragu (atau enggan atau bahkan malas) untuk membagikan slide presentasi secara daring atau meminta panitia menyebarkan luaskan slide.

Menggunakan Dimensions saya mencoba mencari tahu dokumen-dokumen terkait Virus Corona. Berikut hasilnya.

Berikut adalah catatan publik dan visual saya dalam acara seminar tentang virus Corona di ITB kemarin (catatan publik).

Hasil diskusi

Kesimpulan dari pemaparan Pak Andika Fajar (Kepala Pusdatin) dan Pak Hendro Subagyo (Kepala PDII LIPI) terangkum dalam catatan visual berikut ini.

Tautan hires

Kesimpulan hasil diskusi FGD 1 tentang Repositori Ilmiah Nasional (RIN) dan kaitannya dengan Sistem Informasi Ilmiah Nasional (SIIN).

Tautan hires

Referensi

Dalam bentuk blog post/web:

  1. https://sainsterbuka.carrd.co/
  2. https://www.sainsterbuka.com/
  3. https://sainsterbukaua.github.io/files/sains-terbuka-intro-template.pdf
  4. https://medium.com/open-science-indonesia/
  5. dll

Dalam format artikel:

  1. https://jurnal.ugm.ac.id/bip/article/view/17054
  2. https://jurnal.ugm.ac.id/bip/article/view/32920
  3. Dll

Dalam bentuk video (tidak hanya ini):

  1. Seri MOOC Sains Terbuka Modul 0 Pendahuluan (ada beberapa video dalam daftar putarnya)
  2. Apa Kata Alquran Tentang Open Science?
  3. Apa Kata Hadis tentang Open Science?
  4. Research Culture is Broken; Open Science can Fix It | Rachael Ainsworth | TEDxMacclesfield

Sekian @dasaptaerwin (FITB, ITB)

About the author

My current focus is how to provide the hydrostratigraphy of volcanic aquifers in Bandung area. The research is based on environmental isotope measurement in groundwater and morphometry. My work consists of hydrochemical measurements. I am using multivariate statistical methods to provides more quantitative foundation for the analysis and more insight into the groundwater behavior, especially its interaction with surface water. I use open source apps like R and Python to do the job. In my spare time, I also have a side project to promote open science in Indonesia's research workflow. One of my current focus is promoting INARxiv, as the first preprint server of Indonesia (osf.io/preprints/inarxiv) and serving as ORCID and OSF (osf.io) ambassador. Research interest: Hydrochemistry, multivariate analysis, and R programming. Blog: dasaptaerwin.net, derwinirawan.wordpress.com. (https://orcid.org/0000-0002-1526-0863)