Tentang self-citation: tenggelam dalam samudera makalah dan perlu pelampung sitasi untuk tetap terapung

Sepertinya memang kita sudah tenggelam dalam samudera makalah dan perlu sitasi sebanyak mungkin untuk membuat kita tetap terapung.

tautan (lisensi CC-0)

Dua minggu lalu saya merilis dokumen ppt terkait dengan kemungkinan self-citations (SC) di jurnal-jurnal yang masuk ke dalam kategori tertentu (Dokumen 1, Dokumen 2). Tahun 2018 saya juga pernah menulis artikel ini.

Kemudian saya melakukan evaluasi lebih jauh menggunakan data Scimago, fitur VizTools. Berikut hasil berdasarkan wilayah (Kondisi 23-06-2020 04.00). Jadi jurnal-jurnal yang terdata di Scimago dihitung jumlah sitasi dan SC nya, dikelompokkan ke dalam negara domisili penerbitnya, kemudian diagregasi sesuai dengan wilayahnya di dunia. Dari beberapa hasil di bawah ini, tampak kalau di semua wilayah terjadi SC lebih dari 20%. Lihat hasil tangkapan layar mulai salindia ke-11 di sini.

About the author

My current focus is how to provide the hydrostratigraphy of volcanic aquifers in Bandung area. The research is based on environmental isotope measurement in groundwater and morphometry. My work consists of hydrochemical measurements. I am using multivariate statistical methods to provides more quantitative foundation for the analysis and more insight into the groundwater behavior, especially its interaction with surface water. I use open source apps like R and Python to do the job. In my spare time, I also have a side project to promote open science in Indonesia's research workflow. One of my current focus is promoting INARxiv, as the first preprint server of Indonesia (osf.io/preprints/inarxiv) and serving as ORCID and OSF (osf.io) ambassador. Research interest: Hydrochemistry, multivariate analysis, and R programming. Blog: dasaptaerwin.net, derwinirawan.wordpress.com. (https://orcid.org/0000-0002-1526-0863)