Jangan mencuci otak

Artikel blog ini adalah tentang pentingnya menyitir sebuah Bahasa Pemrograman dan berbagai paket tambahannya, dan buruknya mencuci otak.

Saya sedang menulis artikel tentang ENSO dan hubungannya dengan produksi padi di Indonesia, bersama Sandy Herho, Ferio Brahmana, dan Katarina Herho. Dalam makalah itu, kami menggunakan dua bahasa pemrograman dengan beberapa paket tambahan.

Tautan ke versi preprint menyusul

Bagi yang menggunakan Bahasa Pemrograman Python, pasti tahu Pandas. Kami juga menggunakan paket itu dalam analisis. Jadi kami perlu menyitirnya. Hasil pencarian how to cite Python Pandas mengarahkan saya ke tautan di bawah ini.

https://zenodo.org/record/5203279

Saya tidak berhasil menemukan nama Jeff Reback (nama penulis pertama dari tautan Zenodo di atas) di Google Scholar atau di Scopus. Kalaupun ada, berapa jumlah Indeks-H nya? Pastinya tinggi, karena setiap hari mungkin ada ratusan bahkan ribuan orang menganalisis data menggunakan Paket Pandas.

Jadi pesan pertama dari saya adalah:

Jangan terus-terusan mencuci otak mahasiswa sejak masih S1 tentang pentingnya jumlah sitasi, Indeks H, dan hal-hal full of preketek seperti itu.

dan

Sitirlah semua yang Anda gunakan dalam riset, sekecil apapun perannya.

Versi ke-1 dari makalah tersebut sudah tayang di Server Preprint EarthArxiv (https://eartharxiv.org/repository/view/2618/). Saat ini sedang kami perbaiki alur penulisannya mengikuti templat jurnal IJODS (jurnal nasional).

<saya sudah tidak menggunakan emoji senyum, karena saya memang tidak sedang gembira>

Foto dari Unsplash CC0

About the author

My current focus is how to provide the hydrostratigraphy of volcanic aquifers in Bandung area. The research is based on environmental isotope measurement in groundwater and morphometry. My work consists of hydrochemical measurements. I am using multivariate statistical methods to provides more quantitative foundation for the analysis and more insight into the groundwater behavior, especially its interaction with surface water. I use open source apps like R and Python to do the job. In my spare time, I also have a side project to promote open science in Indonesia's research workflow. One of my current focus is promoting INARxiv, as the first preprint server of Indonesia (osf.io/preprints/inarxiv) and serving as ORCID and OSF (osf.io) ambassador. Research interest: Hydrochemistry, multivariate analysis, and R programming. Blog: dasaptaerwin.net, derwinirawan.wordpress.com. (https://orcid.org/0000-0002-1526-0863)