The immunization

Melangkah bulan ke-2, Radit sudah semakin besar, badannya pun sudah tambah berat. Gizi dari susu formula yang kami berikan diserapnya habis. Hingga rambut yang baru 3 minggu dicukur habis oleh eyangnya pun sudah mulai tumbuh. Tambah ganteng anak kami. Kulitnya pun semakin terlihat putih jauh dengan warna merahnya saat lahir. Tingkahnya pun semakin banyak. Tidak lagi sekedar bangun untuk mencari puting susu kesayangannya.

 

Ada kejadian menarik sewaktu imunisasi DPT pertamanya. Pak Dokter, bernama Nurachim, menjelaskan bahwa imunisasi DPT ada 2, menurut istilah populernya, DPT panas dan dingin. DPT dingin adalah jenis vaksin DPT yang tidak menimbulkan demam ke sang Immunee. Sebaliknya DPT panas ada vaksin jenis lama yang menimbulkan deman 1 – 2 oC ke bayi. Menariknya, untuk DPT dingin yang 5 kali lipat lebih, masih terdapat 4% bayi yang tetap menimbulkan demam. Si Dokter merasa perlu menjelaskan hal ini untuk menghindari protes dari para ayah dan ibu yang sewot krn sudah bayar lebih mahal. Singkatnya, bila anak anda panas, maka anak anda masuk ke 4% tersebut. Kami tunggu reaksinya.

Payahnya, Sang Pangeran Matahari masuk ke 4% itu. Walaupun begitu tingkat kerewelannya masih normal. hehe pendeknya, kami memutuskan untuk memberi vaksin panas pada imunisasi DPT selanjutnya.<temporary end, juanda sby 13/06/07>

Nol Dibalik Sukses Peugeot (Harian Koran Tempo, 6 Juni 2004)

Apa artinya angka 0 (nol) bagi Anda? Mungkin tak ada maknanya. Tapi bagi Peugeot, angka 0 adalah keramat. Angka itu bukan hanya merefleksikan sebuah varian dari jenis kendaraan yang mereka buat. Tapi 0 bagi Peugeot bermakna segalanya, sejarah, citra, dan inovasi yang tiada henti dari sebuah industri yang bermula dari sebuah kincir angin di Hérimoncourt, di kawasan Sous Cratet di wilayah Doubs.

Dari kincir angin inilah keluarga Peugeot memulai inovasi mereka. Semua diawali dengan keinginan Jean-Frédéric dan Jean-Pierre Peugeot yang ketika itu berniat membangtun pabrik. Mereka berdua meminta ijin pada mengubah kincir angin mereka menjadi pabrik yang memproduksi pipa baja memnaji pisau penggerus, per (pegas) lonceng jam, baja silinder yang mengkilat. Kakak beradik ini lantas mendirikan perusahaan dengan nama keluarga “Peugeot Brothers” pada 1812. Lalu pada 1818, untuk pertama kalinya mereka membuat paten atas pisau penggerus yang berbentuk bulat. Inilah adalah pisau pertam yang digunakan dalam industri manufaktur.

Dari sana kemudian Peugeot mulai mengembangkan inovasinya dengan membuat alat penggerus kopi yang menggunkan pisau buatan mereka. Penggerus kopi Peugeot inilah produk teknologi pertama Peugeot yang kemudian secara massal menjadi produk yang ada di hampir setiap dapur penduduk. Dari alat penggerus kopi, secara simultan kemudian peugeot melahirkan berbagai produk rumahtangga lainnya, mulai pisau baja, pemotong sayuran, mesin jahit, mesin cuci, dan yang paling populer adalah penggerus lada yang sampai hari ini masih tetap diproduksi dan menghiasi meja restoran kelas atas Prancis.

Semua pisau yang melekat dalam produk teknologi Peugeot itu, berbentuk bulat seperti angka 0 (nol). Tak terkecuali pada semua produk mobil yang kini menjadi kor bisnis utama keluaraga Peugeot. Semua serial mobil yang mereka buatm, selalu dibubuhi ser yang menggunakan 0 ditengahnya, seperti 201, 205, 306, 405, 504, 505, 605, dan seterusnya. tiga digit angka dengan nol di tengah adalah simbol kerajaan Peugeot, dan sama sekali tak mengindikasi spesifikasi mesin mobil seperti umumnya produk mobil kebanyakan. Tradisi penomoran itu sendiri dimulai Peugeot pada seri 201 satu yang pertama kali di pamerkan di Paris Motor Show pada 1929 silam.

Sejak itu, maka semua produk mobil Peugeot muncul dengan tanda pengenal bernomor tiga digit dengan 0 ditengah. Identitas ini sangat esensial bagi brand Peugeot.

peugeot menilai identitas yang dimunculkan melalui tiga digit angka itu sangat pas dan memberikan image positif terhadap perusahaan, mencerminkan kualitas, teknologi dan performa.

Simbolisasi produk seperti ini sudah diakui oleh jutaan konsumen Peugeot di seluruh dunia. Bisa dipahami karena sistem penomoran seperti ini, memudahkan siapa saja untuk mengenai setiap varian kendaraan Peugeot dan yang terpenting image itu langsung melekat di benak publik. Jadi jika Anda menyebut Peugeot 504, misalnya, oerang akan langsung paham bentuknya, karena setiap nomor langsung memngacu pada bentuk model kendaraan yang berbeda, termasuk spesifikasinya.

Simbolisasi dengan angka tiga digit ini, setiap angkanya jelas dibuat untuk menujukkan informasi tertentu. Angka pertama, dimaksudkan sebagai penunjuk serial model kendaraan yang dibuat Peugeot. Lalu angka kedua –yang selalu 0– menujukkan bahwa kendaraan ini adalah bagian dari keluarga besar Peugeot. Sedangkan angka ketiga menunjukkan generasi setiap model. Misalnya 105, menjelas bahwa itu adalah kendaraan pertama Peugeot dari generasi yang kelima.

Tapi kini, setelah lebih dari satu abad menggunakan sistem penomoran tiga digit sebagaui indentitas setiap produknya, Peugeot mulai berpikir mengubahnya. Tahun ini, secara resmi Peugeot mengubah sistem penomoran tiga digit itu menjadi empat digit dengan dua nol di tengah yang dibuat seperti angka delapan ditempatkan secara horizontal. Alasannya, jumlah produk Peugeot makin beragam dan publik pun memiliki preferensi yang makin spesifik dalam benak mereka.

Proyek pengubahan sistem penomoran tiga digit menjadi empat digit ini sendiri, sudah digarap Peugeot sejak beberapa tahun lalu. Dan untuk serial pertama yang akan menggunakan serial identitas baru itu, akan diawali Peugeot pada model 1007 yang prototipenya sebenarnya pernah dimunculkan di Paris Motor Show 2002 lalu. Jika tak ada perubahan, setelah serial 407 saloon, lantas 407 SW dan 307 Saloon masuk pasar tahun ini, maka serial anyar Peugeot 1007 ini sudah akan masuk pasar pada akhir tahun ini.

every point on earth holds a piece of originality | CC-BY


Warning: Illegal string offset 'update_browscap' in /home/dasaptae/public_html/wp/wp-content/plugins/wp-statistics/includes/classes/statistics.class.php on line 144