Category Archives: scientific communication

Sydney trip 2016: some reality checks from an academia

Reality check no 1: Sekolah di LN bukanlah segalanya

Saya pernah bertemu, berdialog secara langsung, mendengar pengalaman rekan saya atau cerita dari istri saya, tentang banyaknya alumni pasca sarjana LN baik S2 atau S3, bahkan yang masih mahasiswa dan belum lulus, yang over-confident dengan statusnya. Mereka merasa sebagai kaum pilihan, yang juga patut mendapatkan perlakuan beda ketika pulang nanti, beberapa malah tidak ingin pulang.

Continue reading Sydney trip 2016: some reality checks from an academia

Kumpulan live tweet Sidang Terbuka Promosi Doktor Dwiharso Nugroho

Berikut ini adalah kumpulan live tweet saat mengikuti Sidang Terbuka Promosi Doktor Dwiharso Nugroho.

Tweet terbit dari akun twitter Prodi S2 Teknik Air Tanah (@tat_itb).

Pak Nuqi jadi doktooooorrrrrr 🙂

Continue reading Kumpulan live tweet Sidang Terbuka Promosi Doktor Dwiharso Nugroho

Bagaimana cara membaca (menelaah) makalah akademik

 

Membaca (menelaah) makalah akademik

Dokumen ini adalah translasi dari dokumen berjudul Reading Papers yang ditulis oleh J.T. Leek (JTL) untuk para mahasiswa dalam grup risetnya, yang telah diunggah di repository Githubnya. JTL ini adalah dosen di John Hopkins Bloomberg School of Public Health. Kuliah masifnya tentang data analysis di Coursera sangat terkenal. Para pembaca yang budiman dipersilahkan google sendiri ya. Artikel ini awalnya ditulis untuk menanggapi tweet dari Amelia McNamara. Daripada menanggapi secara pribadi, JTL memutuskan untuk membuat blog post dalam format Markdown untuk khalayak umum. Artikel aslinya ada di sini.

Moral of the story dari upaya saya ini adalah untuk memberikan gambaran kepada rekan-rekan dosen/peneliti, bahwa paper/publikasi formal adalah hanya salah satu dari output kegiatan kita. Pesan yang kedua adalah kalau ada rekan yang dengan semangat menyampaikan putput kegiatannya, itu bukanlah narsis, my friend, that is called Publish and Publicize. Itu adalah bagian dari Science Communication. Silahkan baca tweet saya pagi ini dan slide saya ini.

Beberapa panduan lainnya yang telah ditulis oleh JTL adalah sebagai berikut:

Saya juga menggunakan panduan-panduan di atas untuk kegiatan akademik saya

Mengapa kita perlu membaca makalah?

Makalah akademik masih menjadi moda utama untuk penyebaran informasi saintifik kepada dunia. Walaupun saat ini banyak moda lainnya, melalui kode program, blog, atau twitter, namun demikian makalah masih merupakan standar untuk melaporkan temuan-temuan saintifik yang baru.

Apa yang seharusnya anda baca?

Beberapa item berikut hanya relevan untuk bidang kesehatan.

Jawabannya akan sangat bergantung kepada bidang anda masing-masing. Berikut ini adalah beberapa kategori jurnal yang umum dijumpai.

  • Majalah saintifik: mirip jurnal Nature, PNAS, dan Science mempublikasikan makalah yang sifatnya “terobosan” yang diminati oleh pembaca umum. Dengan demikian, paper-paper dalam media ini ditulis dalam bahasa yang lebih ringan (tidak terlalu teknis), sehingga dapat dibaca dan dipahami oleh pembaca dari berbagai bidang ilmu. Hal ini juga berarti bahwa banyak makalah penting yang dipublikasikan oleh jurnal ini. Di sisi sebaliknya, penulis biasanya akan ditekan keras untuk menginterpretasi datanya, sehingga terlihat sebagai sebuah “terobosan”. Dampak akhirnya adalah jumlah paper yang ditolak pun akan tinggi, baca juga artikel ini.
  • Majalah kesehatan: Di bidang ilmu kesehatan ada jurnal jenis ini seperti New England Journal of Medicine dan Journal of the American Medical Association. Mereka punya nilai lebih sama dengan majalah saintifik, tapi dengan nilai kesehatan yang lebih tinggi (sedikit lebih spesifik).
  • Mega journals: Jurnal-jurnal seperti PLoS One dan Peerj juga mempublikasikan makalah dalam area yang luas. Kriteria review-nya lebih fokus kepada kebenaran, tanpa harus terlihat sisi kebaruannya. Dengan demikian paper yang dimuat akan sangat beragam.
  • Jurnal saintifik bidang khusus: Jurnal ilmiah yang umumnya ada tidaklah masuk kategori sebagai mega-journals atau majalah. Jurnal-jurnal ini biasanya lebih spesifik, menceritakan hal-hal detil, dan sangat berat dari sisi teknis. Pada jurnal-jurnal jenis inilah kebanyak makalah ilmiah diterbitkan. Paper-paper yang terbit tidak menitikberatkan pada sisi terobosannya, tapi isinya dapat lebih dipercaya. Di bidang biostatistik dan kesehatan masyarakat, contoh jurnal ini adalah Biostatistics atau Biometrics.
  • Makalah seminar/konferensi: Beberapa bidang keilmuan ada yang cenderung menerbitkan publikasi pendek (ter-review) yang disampaikan dalam acara konferensi. Makalah-makalah jenis ini akan bersifat teknis serta menyampaikan hal-hal terbaru dan yang paling menarik sesuai lingkup konferensinya, seperti NIPS. Makalah jenis ini walaupun detil tapi disampaikan dalam bahasa yang lebih ringan, biasanya tidak mencantumkan kode program atau data secara detil, sehingga sulit untuk diikuti dan direplikasi.

Bagaimana cara menemukan bahan bacaan?

Berikut ini adalah cara terbaik untuk menemukan bahan bacaan:

  • Jurnal website adalah tempat terbaik untuk memulainya. Berikut ini adalah contoh daftarnya Daftar jurnal ilmiah.
  • Anda juga dapat membaca makalah yang tersedia di menggunakan agregator situs, seperti Pubmed Central

Saat ini banyak sekali yang dapat anda gunakan, seperti DOAJ, Google Scholar, atau platform riset open access seperti Scienceopen.

Masalah utama biasanya muncul untuk jurnal-jurnal yang berbayar (paywalled). Anda harus membayar untuk dapat membaca artikel. Saat ini banyak jurnal-jurnal yang open access atau repository pre-print. Makalah-makalah pre-print belum menjalani peer review, tapi kebanyakan akan berakhir sebagai makalah di jurnal-jurnal ilmiah. Hal yang menyenangkan adalah paper pre-print sering menjelaskan riset-riset terbaru dan gratis untuk dibaca. Dua server pre-print yang sangat terkenal adalah: bioRxiv dan arXiv.

Open access dan tagar #icanhazpdf

Dalam hal ini silahkan membaca juga blog saya tentang cara mendapatkan artikel ilmiah.

Satu hal yang membuat frustasi adalah banyaknya makalah berbayar, yang kebetulan tidak dilanggan oleh universitas. Biaya yang kita bayar karena jurnal tersebut berjenis close access dan mereka bergantung kepada uang yang dibayarkan pembaca atau institusi yang melanggannya.

Saat ini anda dapat membaca paper secara gratis pada beberapa tempat berikut ini:

  • Jurnal open access (jurnal yang membebankan biaya kepada penulis, bukan pembaca) seperti PLoS journals, Peerj, dll,
  • Server pre-print seperti bioRxiv and arXiv,
  • Agregator seperti Pubmed Central,
  • Website/blog pribadi penulis yang terkadang mengunggah versi draft dari makalah mereka.

Jadi bila anda kebetulan menemukan makalah menarik yang berbayar, maka pertama kali anda harus cek apakah penulisnya memiliki makalah versi pre-print atau cek blog pribadinya. Bila masih tidak beruntung, anda bisa kapan saja mencoba mengirimkan email secara pribadi langsung kepada penulis untuk meminta soft copy makalahnya.

Sekarang sudah ada Researchgate yang membantu proses permintaan makalah ini (dengan asumsi, penulis memiliki profil di jejaring ini).

Cara yang lebih modern adalah menggunakan tagar Twitter dan meA more modern approach that has sprung up is something called #icanhazpdf di media sosial Twitter. Dengan cara ini anda dapat meminta kepada masyarakat umum yang mungkin memiliki pdf makalahnya dan berkenan membaginya kepada anda. Bila anda telah mendapatkan kirimkan makalanya, maka etikanya, anda harus menghapus tweet tersebut. Cara ini walaupun saat ini sudah sangat umum, tetapi ada beberapa pihak yang menyarankan agar tetap berhati-hati karena komunikasi di media Twitter bersifat terbuka, tidak pribadi seperti email.

Simak juga akun twitter saya @dasaptaerwin.

Seberapa banyak yang perlu anda baca?

Makalah ilmiah terbit secara terus-menerus. Ribuan diterbitkan per tahun, termasuk ratusan pada bidang-bidang tertentu. Kecuali anda menghabiskan seluruh waktu anda dalam sehari, maka andaJTL mengikuti dengan perkembangan seluruh paper yang terbit. Pilihnya makalah yang paling menarik dan sesuai dengan minatia . Oleh karenanya anda perlu belajar bagaimana cara mencarinya menggunakan kata kunci yang tepat. Sains sangat menakjubkan, jadi jangan menghabiskan waktu untuk hal-hal yang menjemukan.

Secara umum ada dua cara utama untuk mencari makalah yang anda minati. Cara JTL adalah dengan menggunakan agregator dengan RSS feeds dari jurnal yang saya sukai, kemudian ia menggunakan proporsi waktu berikut untuk mengevaluasi tiap papernya:

  • 100% – baca judulnya
  • 20-50% – baca abstraknya
  • 5-10% – lihat beberapa gambar/caption dan tabel
  • 1-3% – baca makalahnya secara lengkap

Cara yang lebih baru adalah mem-follow akun twitter agregator, misal bioRxiv dan beberapa orang yang memiliki minat yang sama. JTL mengikuti daftar makalah yang ditweet oleh agregator, dan bila ada paper yang sama ditwit beberapa kali, maka biasanya ia akan membaca makalah yang ditweet itu.

Membaca makalah – bagian abstrak/judul

Masing-masing orang akan beda strategi dalam membaca makalah. Pertama JTL akan membaca judul dan abstrak untuk menangkap kesan (a) mengapa makalah ini menarik menurut penulisnya dan (b) apa hasil utamanya. Ia melakukannya untuk menilai apakah perlu untuk membacanya secara lengkap. Perlu diingat bahwa ia tidak menilai kualitas makalahnya, tetapi untuk menilai apakah makalah itu menarik atau tidak.

Membaca makalah – bagian gambar (dan tabel)

Bila suatu makalah ia nilai menarik dari judul/abstraknya, maka selanjutnya disarankan untuk mempelajari gambar-gambar (dan tabel) serta keterangannya. Seperti yang telah ia tulis dalam makalah yang lain my guide to writing papers, bahwa gambar-gambar harus selaras dengan alur makalah dan harus memiliki keterangan gambar secara deskriptif.

Harapannya, gambar-gambar yang ada di dalamnya mudah dipahami. JTL biasanya mencari “kisah” yang diceritakan penulis. Dalam kasus makalah statistik atau komputasional, ia juga mencari perbandingan metode yang ada dalam suatu makalah dengan metoda yang telah digunakan dalam paper-paper sebelumnya, serta bagaimana berbagai metode tersebut saling mendukung satu sama lain.

Membaca makalah – Bagian Pendahuluan

Bagian ini biasanya dilewati, karena biasanya merupakan pengembangan dari abstrak dan seringkali banyak mengandung opini penulis dibandingkan fakta.

Pengecualian untuk makalah dalam bidang yang tidak familiar, maka JTL menyarankan untuk membaca Bab Pendahulannya secara utuh, terutama bagian yang mengulas penelitian-penelitian sebelumnya. Dan bila masih tidak paham, maka JTL akan melacaknya hingga ke bagian referensi.

Membaca makalah – Bagian Metode/material tambahan

Setelah membaca bagian pendahuluan dan merasa masih tertarik, maka JTL akan menghabiskan banyak waktu di hingga bagian metode dan data tambahan (supplementary materials), karena di bagian ini mengandung porsi saintifik terbesar. Ia menceritakan bagaimana penulis melakukan eksperimen, menganalisis data, dan bagaimana mereka membangun argumen yang mendukung kesimpulan. Beberapa hal yang saya cari di bagian ini antara lain:

  • Apakah penulis menceritakan dengan jelas bagaimana data diambil?
  • Apakah mereka menjelaskan dengan jelas bagaimana analisis data dilakukan?
  • Apakah mereka menunjukkan posisi data (mentah) agar verifikasi dapat dilakukan oleh pembaca?
  • Apakah penulis menjelaskan tahapan proses dan rujukan makalah sebelumnya?

Setelahnya, anda dapat menilai secara lebih kritis apakah penulis melakukan penelitian dengan baik atau tidak. Penilaian ini akan berkaitan dengan kepakaran dan pengalaman kita.

Membaca makalah – Bagian Hasil

Bila penulis menyusun tulisannya dengan baik dan mereka menyampaikan gambar/ilustrasi yang mampu bercerita, maka pembaca akan lebih mudah mencerna hasil riset dalam suatu makalah, karena hasil riset akan banyak terkandung di dalam gambar (dan tabel). Tapi disarankan untuk membaca bagian ini dengan lebih rinci untuk mengantisipasi butir-butir yang tidak terekam dalam gambar. Kemudian isi bab ini perlu dibandingkan dengan bab metode untuk melihat benang merah diantara keduanya.

Membaca makalah – Bagian Kesimpulan

Seperti halnya Bab Pendahuluan, JTL biasanya tidak membaca Bab Kesimpulan. Bab ini biasanya adalah rekapitulasi apa yang telah dilakukan di bagian-bagian sebelumnya ditambah dengan sedikit ulasan, bagaimana hasilnya dapat memenuhi lingkup yang lebih luas.

Pesan khusus

Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa perkembangan sains seringkali lambat, konstan, dan bertahap. Tetapi ada tekanan sangat besar bagi para saintis untuk menghasilkan “terobosan” (baca juga artikel JTL ini “i got a big one here” fallacy). Saat membaca makalah, anda harus berprasangka baik. Bila ada penulis yang berpendapat bahwa ia dapat menyembuhkan kanker atau menemukan kehidupan di Mars atau teori canggih lainnya, maka anda perlu meyakini kepakarannya, kecuali ada bukti yang sebaliknya.

Jelaskan (apa yang telah anda pahami) kepada orang lain

Membaca makalah akademik adalah cara yang bagus untuk menangkap perkembangan ilmu. Tapi umumnya kita belum yakin tentang apa yang telah dipahami sebelum kita mampu menjelaskannya kepada orang lain, dan membuatnya paham. Maka JTL menyarankan untuk mendiskusikan suatu makalah dengan beberapa orang, misalnya dengan membentuk journal club.

Saat ini ada situs jejaring reviewer bernama Publons. Situs ini beranggotakan para peneliti yang membuat hasil reviewnya terhadap suatu dokumen ilmiah. SKor diberikan untuk orang yang telah membagikan hasil reviewnya. Coba anda kunjungi.

Cari tahu apakah orang lain telah membaca makalah yang sama

Banyak makalah yang dinilai menarik oleh beberapa orang, juga dinilai bagus oleh sebagian pembaca yang lainnya. Satu cara yang baik untuk melihat apakah suatu makalah telah didiskusikan oleh banyak orang, adalah dengan mencari apakah ada blog yang telah membahasnya. Blog mengandung pendapat penulisnya (pemilik blog), sehingga sifatnya sangat subyektif. Oleh karenanya selain membaca pendapat yang mendukungMembaca makalah akademik adalah cara yang bagus untuk menangkap perkembangan ilmu. Tapi umumnya kita belum yakin tentang apa yang telah dipahami sebelum kita mampu menjelaskannya kepada orang lain, dan membuatnya paham. Maka JTL menyarankan untuk mendiskusikan suatu makalah dengan beberapa orang. Cara yang paling baik adalah dengan membentuk journal club.

Saat ini ada situs jejaring reviewer bernama Publons. Situs ini beranggotakan para peneliti yang membuat hasil reviewnya terhadap suatu dokumen ilmiah. Skor diberikan untuk orang yang telah membagikan hasil reviewnya. Coba anda kunjungi.

Post ini dibuat dengan Markdown (md) syntax menggunakan editor online Dillinger. File source md dapat diunduh di repository Github ini.

 

Starting a PhD by curating a “paper collection” part 1

The following post was motivated by my old habit when I was finishing my master and starting a PhD few years back. My school years was the start of internet era in my university, Institut Teknologi Bandung. It was 1999-2005. I pursued my master in 1999-2001, so it’s kind of the middle between “a non-url era” to “dot.com” time. I collected papers for my master thesis as well as preparing topics for my PhD. In those days my paper collection was literally a collection of papers, stacked on the corner of my desk. I will snap it and post it if I had time to visit my old desk.

That habit is going strong with more open repository site and research platform offering tools to build and curate paper collection. One of them is ScienceOpen (and perhaps more sites like this with different field of science), an open access research platform. This morning I added one more collection on that site, adding my previous Hydrology collection.

My new ScienceOpen collection is on Indonesia Family Life and Health Survey. It gathers papers, which mostly were built upon IFLS data set launched by RAND Corp. All of the papers are open access.

My motivation was to gain more knowledge current state of Indonesian family life and health, build a scientific network to explore Indonesia research landscape and as a basis for my future research on the role of continuing water supply to family health state based on IFLS data set. Hoping to learn more from the community and trigger more collaborations.

Thank you ScienceOpen for making this activity so easy and joyful. All early PhD students should do this to help them formulate a thinking framework and choose several topics. Here’s the link to the collection.

 

 

Dealing with negative results

Negative results are also worth publishing

Screen Shot 2016-06-08 at 5.23.43 AMJust few weeks a go a PhD student came to me and complaining about his negative result. His supervisors only commented to redo the experiment and change the parameters. The student have re-done the experiments but still he couldn’t get anything that support his prior working hypothesis.

And my answer was, what’s wrong with negative results, and why we couldn’t publish it. Our long discussions ended up with the following post, Why science needs to publish negative results by Emma Granqvist (the above pic was borrowed from the mentioned site).

 

 

Memvisualisasikan sitasi

How to cite this post

Irawan, D. and Priyambodho, A. (2016). Memvisualkan rujukan: Analisis bibliometrik riset air tanah Jakarta, Figshare repository, doi: 10.6084/m9.figshare.3275953.

This post will be formally published as open access papers in Indonesian Journal of Geosciences

Irawan, D. and Priyambodho, A. (2016). Visualising Groundwater Research in Jakarta: a bibliometric of 1987-2016 scholarly documents. Indonesian Journal of Geosciences.

Daftar pustaka cenderung membosankan

Daftar pustaka adalah satu-satunya bagian dari suatu dokumen ilmiah yang mungkin mendapat perhatian yang paling rendah. Dibuatnya selalu yang paling akhir, betul begitu? Akibatnya sering terjadi kesalahan dalam rujukan dalam teks maupun saat membuat daftar rujukannya.

Semestinya tidak demikian. Justru daftar pustaka adalah bagian paling awal dibuat saat kita membuat karya ilmiah. Mengapa bisa begitu? Jelas harus begitu, karena pada tiap tahapan kita pasti akan mencari referensi. Kegiatan mencari rujukan atau referensi inilah pada dasarnya kita sedang membuat Daftar Pustaka.

Telaah bibliometric

Istilah bibliometric study mungkin masih jadi hal baru di Indonesia. Saya belum pernah menemukan judul makalah yang mengandung kata-kata tersebut. Oleh karenanya akan menarik bila saya mengaplikasikan teknik ini untuk bidang ilmu saya, hidrogeologi.

Berikut ini adalah definisi bibliometric study atau sering disetarakan dengan istilah scientometric. Berikut adalah definisinya menurut Wikipedia bibliometric dan scientometric:

Bibliometrics is statistical analysis of written publications, such as books or articles.

Scientometrics is the study of measuring and analysing science, technology and innovation. Major research issues include the measurement of impact, reference sets of articles to investigate the impact of journals and institutes, understanding of scientific citations, mapping scientific fields and the production of indicators for use in policy and management contexts.

Beberapa hari ini saya sedang intensif mengevaluasi referensi tentang air tanah Jakarta, berkaitan dengan joint authorship dengan seorang rekan yang sedang menuntut ilmu di Delft University Belanda. Visualisasi referensi/sitasi sangat penting untuk dapat mengevaluasi jumlah dokumen, intensitas penulis, serta keterkaitan antar penulis. Salah satu hasil visualisasinya dengan http://www.vosviewer.com/ (Van Eck and Waltman, 2010) adalah sebagai berikut. Terlihat bahwa justru penulis luar negeri lebih banyak dibanding penulis dalam negeri untuk makalah hasil pencarian dengan kata kunci “Groundwater Jakarta”. Literature review bisa jadi menarik.

Bagaimana kami melakukannya

Bagian ini akan ditambahkan. Pada dasarnya kami menggunakan piranti sebagai berikut:

  • database saintifik: Google Scholar, Crossref, dan Scopus (hanya dapat digunakan di dalam jaringan ITB)
  • aplikasi reference manager: Zotero yang dilengkapi plug in Paper Machine.
  • aplikasi berbasis Java Vosviewer dari www.vosviewer.com. Sebuah perkakas yang dibuat oleh tim dari University of Leiden.

Kami menggunakan kata kunci “groundwater Jakarta” pada masing-masing database saintifik. Kata kunci tersebut berada di judul, abstrak, dan kata kunci. Data publikasi yang didapatkan diunduh citation info-nya dengan memasukkan data paper dan referensinya. Metadata paper kemudian disimpan sebagai RIS file. File RIS tersebut kemudian diimpor ke dalam aplikasi Vosviewer.

Beberapa makalah yang menginspirasi blog post ini adalah sebagai berikut:

  • Leeds University Library (2014) dan Thomson Reuters (2016) telah menerbitkan buku tentang panduan bibliometrik.
  • Ziegler, B. (2016) menyampaikan contoh analisis bibliometrik untuk bidang energi terbarukan.
  • Fang, Y. (2004) dan Scwartz dan Ibaraki (2001) menulis tentang contoh analisis bibliometrik di bidang hidrogeologi, serta Zhai et al. (2015) menulis tentang kemajuan pendidikan sains air tanah di Cina melalui analisis bibliometrik
  • Van Eck and Waltman (2009, 2011, 20113, 2014) sebagai pembuat aplikasi Vosviewer menyampaikan manual book dan pemanfaatannya untuk keperluan mengekstraksi jejaring saintifik, pemetaan topik riset, serta visualisasi rujukan.

 

Inilah beberapa hasilnya

Gambar peta densitas di bawah ini adalah hasil analisis yang memperhitungkan seluruh paper, baik yang berhubungan (kaitan sitasi), maupun yang tidak berhubungan (tidak berkaitan sitasi). Makin merah makin rapat, dan makin hijau makin jarang. Dalam gambar tersebut akan ada 47 cluster paper bila disortasi berdasarkan kata kuncinya. Terlalu ruwet bukan. Tapi beginilah kondisi makalah ilmiah, di dalam negeri (lihat nama-nama penulis dari Indonesia) dan di luar negeri sekalipun (lihat nama-nama penulis dari Jepang dll). Berikut bila ditampilkan dengan cara lain, yaitu dengan menampilkan nodes nama penulis.

Screen Shot 2016-04-30 at 5.31.38 AM

Screen Shot 2016-04-30 at 5.37.13 AM

Gambar 1 Visualisasi density map dan nodes para penulis skenario 1

Selanjutnya bila kita saring dengan kriteria paper yang memiliki hubungan sitasi, maka jumlah cluster berubah drastis menjadi hanya lima seperti pada dua gambar di bawah ini. Cluster paper berdasarkan topik (kata kunci) yang terdeteksi terdiri dari (lihat gambar paling bawah):

  1. fenomena termal air tanah (urban heat island)
  2. kualitas air di daerah urban (urban water quality)
  3. interaksi air sungai dan air tanah di daerah aluvial (groundwater-river water interaction)
  4. pemompaan air tanah (groundwater pumping)
  5. penurunan muka tanah (land subsidence)

Screen Shot 2016-04-30 at 5.41.26 AM

Screen Shot 2016-04-21 at 10.51.26 AM

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2 Visualisasi density map dan nodes para penulis skenario 2

FullSizeRender

 

 

 

 

 

Gambar 3 Skema tematik penulis

exwordcloud1

Gambar 4 Contoh word cloud hasil analisis Zotero-PaperMachines. Kata-kata dengan ukuran besar berarti memiliki frekuensi tertinggi.

keterkaitanKata

Gambar 5 Contoh keterkaitan kata kunci hasil analisis Zotero-PaperMachines. Anak panah yang tebal menunjukkan frekuensi keterkaitan hubungan kata yang lebih besar dari yang lain.

Daftar pustaka

  1. Van Eck, N.J. and Waltman, L. (2010). Software survey: VOSviewer, a computer program for bibliometric mapping. Scientometrics, 84(2), 523-538, [online] Available at: http://link.springer.com/article/10.1007%2Fs11192-009-0146-3 [Accessed 1 May 2016].
  2. Van Eck, N.J. and Waltman, L. (2010).Text mining and visualization using VOSviewer, ArXiv preprint:1109.2058, [online] Available at: http://arxiv.org/abs/1109.2058v1.
  3. Van Eck, N.J. and Waltman, L. (2013). VOSviewer manual book, [online] Available at: http://www.vosviewer.com/documentation/Manual_VOSviewer_1.6.1.pdf.
  4. Zahedi, Z. and Van Eck, N.J. (2014). Visualizing readership activity of Mendeley users using VOSviewer, Figshare reposity, [online] Available at:Visualizing readership activity of Mendeley users using VOSviewer. In altmetrics14: Expanding impacts and metrics, Workshop at Web Science Conference.
  5. Eck, N. J. P. and Waltman, L. (2009). VOSviewer: A computer program for bibliometric mapping (No. ERS-2009-005-LIS). ERIM Report Series Research in Management.
  6. Leeds University Library (2014), Bibliometrics: an overview, [online] Available at: https://library.leeds.ac.uk/downloads/file/265/bibliometrics_an_overview, [Accessed: 1 May 2016].
  7. Ziegler, B. (2016). Methods for Bibliometric Analysis of Research: Renewable Energy Case Study. [online] MIT library. Available at: http://web.mit.edu/smadnick/www/wp/2009-10.pdf [Accessed 4 May 2016].
  8. Thomson Reuters: publications. (2016). WHITEPAPER USING BIBLIOMETRICS: A guide to evaluating research performance with citation data. [online] Available at: http://ip-science.thomsonreuters.com/m/pdfs/325133_thomson.pdf [Accessed 4 May 2016].
  9. Fang, Y. (2004). Scientific research impact and data mining applications in hydrogeology. The Ohio State University. [online] Available at: http://dl.acm.org/citation.cfm?id=1048351 [Accessed 4 May 2016].
  10. Schwartz, F. and Ibaraki, M. (2001). Hydrogeological Research: Beginning of the End or End of the Beginning?. Ground Water, 39(4), pp.492-498.
  11. ZHAI Yuan-zheng, JIANG Shi-jie, TENG Yan-guo, WANG Jin-sheng, GU Hong-biao, XIE Liang, YIN Zhi-hua (2015). Thirty years (1984-2014) of groundwater science teaching and research in China: A dissertation-based bibliometric survey. (2016). Journal of Groundwater Science and Engineering, [online] 3(3), pp.222-237. Available at: http://gwse.iheg.org.cn/EN/abstract/abstract190.shtml [Accessed 4 May 2016].
  12. Zotero Team (2014). Zotero: a Citation Manager [Computer software]. Available at: http://zotero.org.
  13. Guldi, J. and Roberson, C.J. (2011), Paper Machines: Plugin to Zotero [Computer software]. Available at: http://papermachines.org/.

 

 

researcher-id [dot] com: pentingnya punya KTP periset

Kali ini saya akan menjelaskan Researcher-ID.

Situs ini merupakan bagian dari Raksasa Elsevier. Mereka menyediakan situs ini sebagai bagian dari research stream yang lengkap sejak:

  • mempublikasikan makalah: Elsevier memiliki banyak sekali jurnal dalam berbagai bidang.
  • mengindeks makalah: mereka punya Scopus,
  • dan menyediakan identitas periset (researcher’s id): sebagai perangkat untuk mempromosikan hasil riset dan profil riset kita.

Pendekatannya jelas berbeda dengan ORCID, perangkat sejenis yang dipromosikan oleh komunitas Open Science yang berseberangan dengan Elsevier. Sementara ini piranti trackingnya belum selengkap ReseacherID. ORCID bekerjasama dengan piranti hasil upaya komunitas Open Science lainnya, seperti: Impact Story dan Altmetrics.

Segera saja buat akunnya, lengkapi profilnya dengan makalah kita, serta coba berbagai fasilitas analisis (analytics). Dengan memiliki akun ResearcherID atau ORCID maka identitas kita tidak akan tertukar.

Gambar-gambar berikut ini merupakan hasil snapshot citation tracking analysis dari makalah-makalah saya.

Negara asal makalah-makalah yang mensitasi makalah saya.

Screen Shot 2016-04-18 at 2.51.47 PM

 

 

 

 

 

 

Nama-nama lembaga afiliasi penulis yang mensitasi makalah saya.

Screen Shot 2016-04-18 at 2.57.08 PM

 

 

 

 

 

 

Visualisasi peta kewarganegaraan penulis atau lokasi penerbitan makalah yang mensitasi makalah saya.

Screen Shot 2016-04-18 at 2.57.38 PM

 

 

 

 

 

Bidang-bidang makalah yang mensitasi makalah saya.

Screen Shot 2016-04-18 at 2.58.46 PM

 

 

 

 

 

 

Selamat mencoba.

 

 

makalah juga perlu marketing

— updated blogpost —

Isu internasionalisasi vs dampak kepada masyarakat

Banyak pihak bilang bahwa “buat apa mengejar publikasi internasional, kalau tidak berdampak kepada masyarakat”. Dari satu sisi, pendapat ini sangat benar. Saya sangat mengerti bahwa pendekatan kemasyarakatan akan lebih penting dari pendekatan ke-scopus-an. Dari sisi yang lain, saya takut pendapat ini akan dianggap sebagai penghindaran.

Penghindaran apa? ya macam-macam:

  • penghindaran untuk menulis dalam bahasa (selain) Bahasa Indonesia. PS: Sengaja saya tidak menyebut Bahasa Inggris karena ada juga yang berkomentar, “mengapa harus Bahasa Inggris?”;
  • penghindaran untuk melakukan benchmarking terhadap standar pendidikan tinggi internasional;
  • penghindaran untuk bersaing.

Dari beberapa pengalaman pribadi dan setelah mengikuti beberapa materi, baik secara online maupun offline (ITB kebetulan rutin mendatangkan nara sumber dari LN untuk menyampaikan materi “komunikasi ilmiah”), saya menarik benang merah, yaitu komunikasi. Dengan mengkomunikasikan, bahasa salesnya adalah “marketing”, maka kita sekaligus dapat menjangkau (reach out) kepada kalangan yang lebih luas, termasuk masyarakat awam. Tentunya sejauh mana jangkauan ini akan sangat ditentukan oleh bidang ilmu atau fokus riset kita. Ilmu kriya misalnya pastinya akan menjangkau masyarakat lebih luas dibanding astronomi misalnya. Di bawah ini adalah beberapa catatan yang saya dapatkan minggu lalu.

Mengkomunikasikan (marketing) makalah

Minggu ini saya belajar banyak mengenai hal di atas:

  1. Dari workshop LPPM ternyata banyak tool gratis utk mensosialisasikan makalah ilmiah. Salah satunya yg sdh saya coba adalah Growkudos dan ID peneliti ORCID (sdh lbh dari setahun sy punya kalau ini). Growkudos ini sangat lengkap piranti tracking dan analytic pengunjungnya. You wouldn’t believe how diverse the reader of your scholarly doc came from. Anda bisa mengetahui siapa saja dan dari negara mana saja yang pernah mengunjungi tautan abstrak atau full paper anda, sekaligus bagaimana publikasi anda disebarkan via media sosial (FB, Twitter, Linkedin). Di sini juga, Growkudos mengenalkan indikator popularitas baru selain citation index, yakni Altmetrics (silahkan klik tautan untuk penjelasan lebih jauh).
  2. Dari kawan-kawan Twitter saya, ternyata ada platform riset open source yg menyediakan media utk menulis progress, mengunggah data , mengundang kontributor, yaitu Open Science Framework Platform. Saya mulai mendorong para mahasiswa di sekitar saya (khusunya dari Teknik Air Tanah) untuk menggunakan platform ini dalam riset tugas akhirnya  sejak tahap disain, hingga nantinya implementasi dan ujian sidang. Dengan platform ini (beserta platform open science lainnya, seperti repositori online Figshare atau Zenodo Sangat mungkin karya kita disitasi sejak awal, tanpa perlu menunggu hingga dipublikasikan. Platform ini jg menyediakan sub aplikasi khusus utk mengorganisir konferensi.

Berikut ini adalah beberapa snapshotnya. Selamat mencoba.

Orcid

ID peneliti dibutuhkan agar identitas kita tidak tertukar dengan peneliti lain yang namanya mirip bahkan sama. Semacam CV berjalan. Berikut tampilannya.

Screen Shot 2016-04-15 at 2.58.05 AM Screen Shot 2016-04-15 at 2.58.25 AM

Growkudos

Dengan platform ini anda dapat menceritakan makalah anda dalam bahasa yang lebih sederhana dan mudah dipahami. Anda juga dapat menambahkan tautan pelengkap untuk menjelaskan makalah anda, misal: tautan data, slide ppt, dll. Tool ini ibaratnya kata pengantar dari makalah anda. Bila pembaca mudah memahami dokumen anda, maka peluang untuk disitasi akan lebih besar. Berikut beberapa tayangan dari akun Growkudos saya.

Screen Shot 2016-04-15 at 2.55.12 AM

Screen Shot 2016-04-15 at 2.55.58 AM Screen Shot 2016-04-15 at 2.56.08 AM

Altmetrics

Altmetrics adalah perangkat yang dikembangkan untuk mengukur popularitas suatu dokumen ilmiah di media sosial. Makin tinggi skor altmetrics menunjukkan bahwa dokumen kita banyak dibagikan di media sosial, tautan paper telah dikunjungi, abstrak telah dibaca dll. Saya akan ceritakan lebih dalam kapan-kapan.

Altmetrics Youtube Channel