Membuat artikel blog (blog post) dari riset anda sangat dianjurkan. Hal ini bukanlah anjuran baru di dunia akademia. Sebelum saya, sudah banyak ahli yang menyarankan hal yang sama.
Research and Teaching
Terindeks Scopus bagus, tapi …
Pendahuluan
Beberapa waktu lalu saya dan Sdr Achmad Zulfikar menginisiasi tabel database berisi International Conference (IC) yang terindeks Scopus, WoS atau Thomson Reuters. Semua even dilaksanakan di Indonesia. Tabel tersebut dapat diakses dan disunting oleh siapapun. Artinya semua orang dapat menambahkan IC yang belum masuk dalam daftar.
Saat ini telah ada sebanyak 60 IC terindeks S/W/TR Periode Mar-Dec.
Review dokumen Pedoman Publikasi Ilmiah (Kemristekdikti, 2017)
Blog post ini awalnya adalah review terhadap Review dokumen Pedoman Publikasi Ilmiah (Kemristekdikti, 2017) yang kemudian akan kami kembangkan sebagai makalah berjenis literature review. Dokumen…
Tentang peer-review: sebuah makalah di F1000Research
Setelah berinteraksi b eberapa waktu di medsos Twitter, kami ber 30 dari berbagai belahan dunia menulis makalah review literatur tentang peer review. Dikoordinir oleh Dr….
Kuesioner Repositori Institusi

OpenScience Journal: A proposal
Proposal OpenScience Journal
Oleh
Dasapta Erwin Irawan1, Surya Alam2, Hendy Irawan1, M.T. Tanzil3, Juneman Abraham4, …, … (kami mengundang editor dari berbagai bidang ilmu)
kirimkan DM atau surel ke d()erwin()irawan(@)yahoo(.)com bila anda berminat ( hilangkan semua tanda “()” )
1 Institut Teknologi Bandung
2 afiliasi
3 Umsida
4 Binus
5 afiliasi
Jurnal Scopus apa yang cepat terbitnya?
Kalau anda baca judul blog post ini, mungkin agak bingung. Walaupun itu bahkan bukan merupakan sebuah kalimat, tapi adalah cara tercepat untuk menyampaikan pertanyaan berikut:…
Kami tidak perlu Scopus 3
Diskusi terus berkembang setiap hari tentang ini.
Kalau memang tujuan dari mendaftarkan seminar/konferensi adalah agar makalah lebih mudah dicari, maka apakah tidak ada layanan lain yang lebih ekonomis? Dan bila memang itu tujuannya, mengapa tulisan “indexed by Scopus” lebih sering dipertanyakan dibandingkan substansi seminarnya?
Kami tidak perlu Scopus 2
Artikel ini merupakan bagian kedua (hopefully the last part) dari serial “Kami tidak perlu Scopus”. Dalam artikel tersebut, saya mengkopikan cuitan saya dari akun @openscience_ID.
Kalau memang tujuan dari mendaftarkan seminar/konferensi adalah agar makalah lebih mudah dicari, maka apakah tidak ada layanan lain yang lebih ekonomis? Dan bila memang itu tujuannya, mengapa tulisan “indexed by Scopus” lebih sering dipertanyakan dibandingkan substansi seminarnya?
Kami tidak perlu Scopus 1
Saya tahu judul memang provokatif. Tapi saya berusaha untuk tidak vulgar. Di Indonesia, Scopus dan WoS telah diposisikan melebihi porsi layanan yang mereka berikan. Kalau memang tujuan dari mendaftarkan seminar/konferensi adalah agar makalah lebih mudah dicari, maka apakah tidak ada layanan lain yang lebih ekonomis? Dan bila memang itu tujuannya, mengapa tulisan “indexed by Scopus” lebih sering dipertanyakan dibandingkan substansi seminarnya?
Karena itu saya menulis blog post ini yang merupakan bagian pertama dari serial “Kami tidak perlu Scopus”. Blog post ini berawal dari tweet saya dari akun @openscience_ID. :). Akun pribadi saya sendiri @dasaptaerwin.
Saya paham juga kalau buah pikiran manusia tidak akan sempurna. Karena itu, mohon masukan dari ibu dan bapak sekalian. Kalau setuju beri tahu kawan, kalau tidak setuju, silahkan anda membuat blog post tandingan atau tuliskan pendapat anda di kolom komentar. Mari kita budayakan saling me-review untuk bidang sains, bukan hanya bidang sospol saja.
