Category: scientific communication

  • Blog sains: mendekatkan riset dengan masyarakat

    oleh: Dasapta Erwin Irawan (ORCID) Pertama kali ditulis tanggal 17 Oktober 2017 dan mengalami banyak penyuntingan setelahnya. Dua kutub dunia publikasi akademik Masyarakat umum dan ilmuwan bagaikan dua kutub magnet yang saling berbenturan. Satu sisi sangat pragmatis dan satu sisi yang sangat teoritis. Tapi saat ini telah ada media blog sebagai salah satu bentuk media…

  • Freedom to publish

    Pagi (buta) ini saya menerima tiga surel, satu menanyakan komentar saya mengenai tawaran dari sebuah penerbit LN untuk menerbitkan buku. Surel kedua menanyakan mengenai INARxiv dan apakah dibolehkan mengirimkan makalah yang telah daring sebagai preprint ke sebuah jurnal. Surel ketiga mengomentari aktivitas saya sebagai blogger, bagaimana saya bisa menulis artikel — hampir setiap pagi — , dari mana idenya.…

  • Feels like a loser lately?

    Loser — Pixabay CC-0 Setiap orang adalah pecundang pada titik tertentu di hidupnya.

  • Profesor yang mengayomi

    Saya belum profesor, tapi saya sudah dapat menilai juga, profesor mana yang bisa mengayomi dan mampu menumbuhkan semangat para yuniornya (baca: saya), para mahasiswanya, serta yang ada di sekitarnya (baca: saya lagi). Kita (baca: termasuk saya) merasa “kecil” di depan profesor-profesor pengayom ini.

  • Konferensi berbiaya rendah. Mungkinkah?

    1. Mayoritas konferensi membutuhkan biaya besar Konferensi sekarang telah menjadi salah satu kegiatan yang memerlukan biaya besar. Ini bukan hanya dari komponen pengindeksan Scopusnya saja, yang memang perlu biaya, tapi juga dari komponen penyelenggaraannya. Banyak sekali pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu. Pengadaan acara di hotel-hotel mewah disertai paket-paket wisata dan yang sejenisnya. Menurut tabel data konferensi…

  • It’s not a vlog series: A sneak peak to my class

    It’s not a vlog series: A sneak peak to my class Introduction to hydrogeology, Sep 2017, Class of 2014 Walaupun mengundang partisipasi mahasiswa sangatlah sulit, tapi menyampaikan sebatas apa yang saya pahami, yang saya kerjakan, dan apa yang saya sedang pelajari, adalah jiwa saya. Oh hampir lupa, saya mengajar kelas Hidrogeologi Umum di Prodi Sarjana…

  • INArxiv: 7 days and 77 preprints

    7 days 77 preprints Sudah satu minggu sejak pertama kali INArxiv menerima preprint pertamanya. Saat ini telah ada 77 dokumen (27 Agustus 2017, 22:00) yang diunggah ke INArxiv. (image from Pixabay CC0)

  • Terindeks Scopus bagus, tapi …

    Pendahuluan Beberapa waktu lalu saya dan Sdr Achmad Zulfikar menginisiasi tabel database berisi International Conference (IC) yang terindeks Scopus, WoS atau Thomson Reuters. Semua even dilaksanakan di Indonesia. Tabel tersebut dapat diakses dan disunting oleh siapapun. Artinya semua orang dapat menambahkan IC yang belum masuk dalam daftar. Saat ini telah ada sebanyak 60 IC terindeks…

  • Do we (Indonesian) need a new set of perspectives to measure research/academic impact?

    An abstract in progress. It’s our quick views as Indonesian academia. We don’t know where it will be sent nor when will the new metrics be introduced, but we know it’s the future. Add your contribution here: https://goo.gl/cSgTSL.

  • Kami tidak perlu Scopus 1

    Saya tahu judul memang provokatif. Tapi saya berusaha untuk tidak vulgar. Di Indonesia, Scopus dan WoS telah diposisikan melebihi porsi layanan yang mereka berikan. Kalau memang tujuan dari mendaftarkan seminar/konferensi adalah agar makalah lebih mudah dicari, maka apakah tidak ada layanan lain yang lebih ekonomis? Dan bila memang itu tujuannya, mengapa tulisan “indexed by Scopus”…