Category Archives: scientific communication

Konferensi berbiaya rendah. Mungkinkah?

1. Mayoritas konferensi membutuhkan biaya besar

Konferensi sekarang telah menjadi salah satu kegiatan yang memerlukan biaya besar. Ini bukan hanya dari komponen pengindeksan Scopusnya saja, yang memang perlu biaya, tapi juga dari komponen penyelenggaraannya. Banyak sekali pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu. Pengadaan acara di hotel-hotel mewah disertai paket-paket wisata dan yang sejenisnya. Menurut tabel data konferensi terindeks Scopus/WoS ini, maka sejak tengah tahun sampai akhir tahun 2017, setiap minggu ada satu kegiatan konferensi.

Ide Indonesia Open Con (flickr/d_erwin_irawan)

Continue reading Konferensi berbiaya rendah. Mungkinkah?

It’s not a vlog series: A sneak peak to my class

It’s not a vlog series: A sneak peak to my class

Introduction to hydrogeology, Sep 2017, Class of 2014

Walaupun mengundang partisipasi mahasiswa sangatlah sulit, tapi menyampaikan sebatas apa yang saya pahami, yang saya kerjakan, dan apa yang saya sedang pelajari, adalah jiwa saya. Oh hampir lupa, saya mengajar kelas Hidrogeologi Umum di Prodi Sarjana Teknik Geologi ITB. Ya saya seorang geologiwan, terutama bila saya sedang tidak mengadvokasi open science.

Welcome to my class with the Class of 2014. Geology undergrad program, Institut Teknologi Bandung.

flickr/d_erwin_irawan CC-BY

Continue reading It’s not a vlog series: A sneak peak to my class

Terindeks Scopus bagus, tapi …

Pendahuluan

Beberapa waktu lalu saya dan Sdr Achmad Zulfikar menginisiasi tabel database berisi International Conference (IC) yang terindeks Scopus, WoS atau Thomson Reuters. Semua even dilaksanakan di Indonesia. Tabel tersebut dapat diakses dan disunting oleh siapapun. Artinya semua orang dapat menambahkan IC yang belum masuk dalam daftar.

Saat ini telah ada sebanyak 60 IC terindeks S/W/TR Periode Mar-Dec.

Continue reading Terindeks Scopus bagus, tapi …

Do we (Indonesian) need a new set of perspectives to measure research/academic impact?

An abstract in progress. It’s our quick views as Indonesian academia. We don’t know where it will be sent nor when will the new metrics be introduced, but we know it’s the future.

Add your contribution here: https://goo.gl/cSgTSL.

Continue reading Do we (Indonesian) need a new set of perspectives to measure research/academic impact?

Kami tidak perlu Scopus 1

Saya tahu judul memang provokatif. Tapi saya berusaha untuk tidak vulgar. Di Indonesia, Scopus dan WoS telah diposisikan melebihi porsi layanan yang mereka berikan. Kalau memang tujuan dari mendaftarkan seminar/konferensi adalah agar makalah lebih mudah dicari, maka apakah tidak ada layanan lain yang lebih ekonomis? Dan bila memang itu tujuannya, mengapa tulisan “indexed by Scopus” lebih sering dipertanyakan dibandingkan substansi seminarnya?

Karena itu saya menulis blog post ini yang merupakan bagian pertama dari serial “Kami tidak perlu Scopus”. Blog post ini berawal dari tweet saya dari akun @openscience_ID. :). Akun pribadi saya sendiri @dasaptaerwin.

Saya paham juga kalau buah pikiran manusia tidak akan sempurna. Karena itu, mohon masukan dari ibu dan bapak sekalian. Kalau setuju beri tahu kawan, kalau tidak setuju, silahkan anda membuat blog post tandingan atau tuliskan pendapat anda di kolom komentar. Mari kita budayakan saling me-review untuk bidang sains, bukan hanya bidang sospol saja.

Continue reading Kami tidak perlu Scopus 1

Mengapa perguruan tinggi Indonesia (terkesan) susah menembus peringkat intl?

Post ini awalnya merupakan kumpulan twit saya saat merespon twit di bawah ini dari Bapak Nadirsyah Hosen.

Continue reading Mengapa perguruan tinggi Indonesia (terkesan) susah menembus peringkat intl?

Panduan memilih jurnal terpercaya

Pendahuluan: Beberapa pertanyaan yang sering saya terima

Setiap minggu, saya mendapat beberapa pertanyaan dari kolega dan mahasiswa tentang bagaimana memilih jurnal yang terpercaya. Pertanyaan yang paling sering sampai ke saya adalah:

  1. apakah jurnal X predatory?
  2. apakah jurnal X open access?
  3. apakah mengirimkan makalah ke jurnal X bisa cepat terbit?
  4. saya membayar USD 500 ke jurnal X, apakah jurnal itu bagus?
  5. jurnal X terindeks Scopus, tapi kok masuk daftar Beall’s list of predatory journal?

Continue reading Panduan memilih jurnal terpercaya

Publish or Perish app

Good morning readers

After doing some research using Scopus and WoS, now it’s my turn to show you some world of wonder using free indexing services like Google Scholar (GS) and Microsoft Academic (MSA). We know both index long a go, but perhaps some of us still asking the same question, “is there an client app to extract data from GS or MSA?”

Yes there is. Thanks to Anne-Wil Harzing that initiate the effort to write Publish or Perish software 10 years a go. It’s now in version 5.

Read more on my Medium page here.

https://s3.amazonaws.com/lowres.cartoonstock.com/education-teaching-publish-published-professors-publishing-academia-tmcn3799_low.jpg
Didn’t publish so perished (image credit: CartoonStock.com)

Kita terlalu sering menghindar …

Masih tentang #Permenristekdikti2017

Banyak yg pesimis, tidak sedikit yang optimis.
Menurut saya, kita lebih banyak menghindar daripada berusaha. Berikut sedikit analoginya, seandainya hiruk pikuk #Permenristekdikti2017 diilustrasikan sebagai percakapan antara ayah dan anak.

Continue reading Kita terlalu sering menghindar …